Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 31 : Perhatian Bumi


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Bintang kemudian mencari-cari Hpnya dan baru mengingat kalau HPnya itu sudah rusak karena masuk ke dalam air bekas cuciannya.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


###


Bintang sudah bisa pulang hari ini, dia akan datang 2 hari lagi untuk check up, sementara Bumi berncana akan membawa Bintang untuk tinggal di apartementnya.


Bintang dan Bumi sudah berada di atas mobil honda jazz berwarna hitam itu, sesaat kemudian mereka masuk ke dalam mobil, Bintang merasa ada yang berbeda dari mobil itu.


"Kok kayak ada yang beda yah mas?. " Ujar Bintang lalu melihat badan mobil Bumi dari balik kaca spion dan menyadari perbedaannya.


"Beda apanya?. "


"Warna mobil mas kenapa gak merah lagi?."


"Oh itu, ya mau ganti warna aja soalnya yang kemarin warnanya udah bosan.. "


"Hmm orang kaya emang kalau sudah bosan, gampang tinggal ganti saja. " Batin Bintang


Bintang hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasan Bumi, badan honda jazz itu sekarang sudah berubah menjadi warna hitam. Bintang sebenarnya masih penasaran tapi pertanyaannya ia simpan di dalam pikirannya, ia merasa agak su gkan dan tidak enak hati untuk mencari tau terlalu banyak tentang Bumi.


"Elo beneran gak mau di antar ke rumah ortu lo aja?. " Tanya Bumi basa basi, namu mendengar itu Bintang merasa ada yang kurang padahal kemarin Bumi sudah mulai berbicara cukup santai dengannya menggunakan aku-Kamu, tapi sekarang? .


"Kalau mas Bumi merasa keberatan, saya tinggal di kosan saya aja mas, gapapa kok." Jawab Bintang.


"Enggak, maksud gue gak gitu Bintang, atau biar gue yang pergi jemput mereka aja gitu ?. " Bumi bermaksud baik agar Bintang nantinya tidak merasa kesepian jika gadis itu mau tinggal di apartementnya.


"Gapapa kok mas, saya bisa urus diri saya sendiri. " Jawab Bintang tegas namun dalam hatinya ingin Bumi menawarkan tempat tinggal untuknnya.


"Enggak, elo gak boleh tinggal sendiri untuk beberapa waktu ke depan, emangnya elo gak takut komplotannya mantan lo itu datang?. " Bumi yang merasa Bintang sepertinya tidak ingin menyusahkan dirinya mencoba untuk menakut-nakuti gadis itu.


"Hm, yaudah mas, saya tinggal di kosan teman saya aja yang semalam datang ke rumah sakit itu. " jawab Bintang, keras kepala.


"Elo tuh bikin susah orang aja tau gak, elo gak kasian teman lo itu udah capek-capek kerja, terus ada lo lagi yang mesti dia urusin. "

__ADS_1


Mendengar hal itu Bintang jadi merasa serba salah. Dirinya tidak ingin pulang ke rumah orang tuanya karena itu hanya akan menambah masalah, belum lagi orang tuanya akan merasa sangat khawatir jika melihat kondisinya sekarang yang memiliki lebam di beberapa area tubuhnya, di tambah masalah Leo yang belum selesai.


"Elo ke apartement gue aja. " Ujar Bumi kemudian.


"Akhirnyaaaaa." Batin Bintang kegirangan akhirnya Bumi menawarkan tempat tinggalnya.


"Tapi, mas... " Bintang ingin oura-oura menolak, namun langsung di potong oleh Bumi.


"Udah gak usah tapi-tapi. "


"Saya udah banyak bikin susah mas Bumi, sekarang mas Bumi mau kasih tumpangan dan tempat tinggal, saya gak tau harus bayar mas Bumi kayak gimana lagi. "


"Uda gak usah dipikirn, entar kalau elo udah sembuh baru kita pikirin gimana cara lo bayar utang-utang lo. " Balas Bumi yang sepertinya memiliki ide baru untuk gadis itu.


"Ha? jadi beneran ini aku di suruh bayar? kirain gratis. " Ujar Bintang merasa sedikit kecewa.


"Ya iyalah gak ada yang gratis tau di dunia ini. "


" Hmmm. " Bintang hanya bergumam pasrah, setidaknya dirinya masih hidup sampai hari ini karena Bumi yang datang untuk menyelamatkannya.


Bintang menyandarkan kepalanya ke jendela kaca mobil dan asik memperhatikan kendaraan lain. Bumi memperhatikan Bintang yang sedang melamun, laki-laki itu tersenyum simpul lalu kembali fokus ke jalan raya di depannnya.


"Gak mau makan dulu?. " Tanya Bumi.


"Hmmm." Bintang masih cemberut karena memikirkan utang-utangnya kepada Bumi.


"Mau di pesenin apa? biar gue yang traktirin?. " Bujuk Bumi


"... " Bintang tidak membalas pertanyaan Bumi. Ia asik dengan pikirannya sendiri, memikirkan bagaimana hidupnya setelah ini.


"Bintang?. " panggil Bumi yang sedang mengambil segelas air putih lalu di bawanya ke sofa, tempat Bintang berbaring meletakannya di atas meja, jika sewaktu-waktu gadis itu ingin minum.


Bumi menatap Bintang tanpa berkedip.


"Apaan sih mas? manggil-manggil mulu. " Jawab Bintang salah tingkah.


"Dih nih kunyuk gak tau terimakasih udah di bantuin bukannya makasih malah sok ngambek-ngambekkan. "


"Biarin aja." Sinis Bintang.

__ADS_1


"Yaudah utang lo nanti elo bayarnya dengan cara ngebersihin Apartement gue selama tiga bulan aja gimana?. " Bumi sepertinya mengerti mengapa gadis itu malas-malassan membalas pertanyaannya.


"... " Bintang terdiam seperti sedang memikirkan dan menimbang-nimbang sesuatu.


"Yaudah dua bulan deh gimana?. " Tawar Bumi.


"... " Bintang masih terlihat sedang berfikir membuat Bumi yang sudah duduk di pinggiran sofa mengernyitkan alisnya, padahal harusnya dirinyalah yang menentukan bagaimana Bintang harus membayarnya mengapa sekarang ia harus repot-repot meminta pendapat gadis itu terlebih dahulu.


"Ya udah satu bulan setengah, gak ada tawaran lagi. Deal!. " Ujar Bumi kemudian.


Bintang hanya hanya memutar bola matanya.


"Yaudah." Gadis itu akhirnya bersuara, dalam hati merasa senang karena kalau hanya membersihkan rumah saja itu terlalu mudah apalagi apartement Bumi tidak terlalu besar.


Bumi kemudian berjalan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian, tidak lama kemudian ia keluar dan melihat Bintang sudah tertidur di atas sofa nya. Bumi tersenyum tipis dan tidak lama kemudian sebuah ketukan tertedengar.


Bumi bergegas membuka pintu dan mendapati seorang kurir pengantar makanan datang mengantarkan pesanannya, nasi padang dan sate ayam favorit Bintang. Bumi kemudian membayarnya dan tidak lupa memberikan tip. Nasi padang dan sate adalah makanan favorit Bintang setelah berminggu-minggu mereka saling mengenal Bumi tentunya sudah mengetahui hal itu.


"Terimakasih pak. " Ujar kurir itu, lalu pergi.


Bumi menutup pintu apartementnya kembali dan menyiapkan makanan di meja yang berada di depan sofa lalu tidak lupa ia meletakkan obat Bintang juga, agar nanti ketika Bintang bangun gadis itu bisa langsung makan dan meminum obatnya. Sementara dia akan pergi untuk mengurus sesuatu di luar.


###


2 jam kemudian Bintang terbangun dan memperhatikan sekelilingnya, bau makanan menggelitik hidungnya, perutnya langsung keroncongan setelah mencium bau makanan itu. Bintang kemudian menyadari bahwa Bumi sudah menyiapkan makanan untuknnya, karena terlalu merasa lapar Bintang kemudian bangun dan langsung menyantap nasi padang dan sate ayam yang ada di atas meja.


"Kemana laki-laki itu?. " Batin Bintang.


Bintang menyadari bahwa Bumi lumayan perhatian kepadanya, Namun hati kecilnya selalu mengingatkan dirinya untuk tidak berharap lebih kepada laki-laki itu.


Setelah membersihkan makanannya dan mencuri piringnya sendiri Bintang kemudian masuk ke dalam kamar Bumi dan berbaring di atas tempat tidurnya.


"Ah disini enak sekali, lebih empuk. " Gumam Bintang merasakan tempat tidur Bumi yang jauh lebih nyaman dari pada sofa tempatnya tidur tadi. Tidak lama kemudian Bintang merasakan kantuk lagi, mungkin karena efek obat yang sudah di makannya tadi. Bintang tertidur di atas tempat tidur Bumi.


Bersambung...


Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, subscribe, vote dan tinggalkan komentar kalian yah.


Author

__ADS_1


#kimel#


__ADS_2