Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 39 : Terpaksa Menikah


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Bintang yang sudah merasa sangat lemas kemudian berjalan ke sisi ibunya yang terbaring di atas kasur Bumi. Ibu Bintang terlihat sedang menutup matanya, Bintang lalu memeluk ibunya itu dan menangis.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


###


"Bumi apa maksud semua ini?. " Tanya ayah Bintang kepada Bumi saat ini dua laki-laki itu sudah berada di balkon Apratement Bumi.


"M-maaf om. " Bumi tidak tau harus berkata apa karena dari awal ini semua memang rencananya ia tidak menyangka kalau kejadiannya akan jadi seperti ini.


"Jadi kamu beneran sudah nikah sama Bintang? pake wali siapa? kenapa bisa gitu? om benar-benar gak ngerti, Bintang hamil?. " Cecar ayah Bintang kepada Bumi.


"Sebenarnya belum resmi, kami rencananya baru ingin meminta restu om dan tante. "


"Maksudnya kalian nikah sirih?. " Tanya Ayah Bintang dengan nada yang cukup tinggi.


Bumi hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam entah alasan apa lagi yang harus ia katakan agar ayah Bintang tidak terlalu marah padanya.


"Kenapa diam saja?. " Cecar ayah Bintang, membuat Bumi harus bertekuk lutut kepada laki-laki paruh baya itu agar berhenti mencecarnya, hanya ini satu-satunya cara agar ayah Bintang berhenti.


"Huhhhh." Ayah Bintang menghembuakan nafasnya dengan kasar.


"Baiklah, kalau memang kalian berdua saling mencintai ya sudah menikah secara resmi saja, Bintang itu anak perempuan satu-satunya yang saya punya, kamu meminta saya kesini setidaknya karena kamu mau bertanggung jawab."


###


Pernikahan Bintang dan Bumi di adakan secara sederhana di rumah Bumi dan ini benar-benar hanya di hadiri oleh keluarga inti Bintang saja, Bumi tidak mengundang siapa-siapa karena memang dirinya tidak memiliki keluarga lain.


Semuanya berjalan lancar hingga acara pernikahan selesai, Bintang dan Bumi kembali meminta restu ayah dan ibu Bintang. Sementara Bintang menangis tersedu-sedu karena tidak menyangka hidupnya berubah drastis dalam sehari.


Setelah acara pernikahan itu selesai beberapa jam kemudian orang tua Bintang berpamitan untuk kembali pulang karena tidak bisa berlama-lama di kota itu, banyak pekerjaan yang harus ayahnya lakukan di kota sebelah.


"Tolong yah Bumi, saya titip anak saya jangan sampai kamu tidak menjaganya dengan baik, jika hal itu terjadi saya akan bawa dia pulang. " Tegas Ayah Bintang mendengar hal itu Bumi langsung meniyakannya.


"Bintang jaga diri kamu baik-baik ya nak. " Ucap Ibu Bintang.


###

__ADS_1


Apartement Bumi terlihat di hiasi dengan hiasan dekor pernikahan kamarnya pun di penuhi dengan wewangian bunga mawar.


"Huuuhhh." Bintang membuang nafasnya dengan kasar sedari pagi tadi gadis itu tidak banyak bicara. Bintang seperti kehabisan kata-kata.


"Huhhhhhh." Bumi ikut-ikuttan duduk di samping Bintang yang kini sedang menyaksikan tauamgan TV di depannya.


"Kita harus ngapain Bintang?. " Tanya Bumi tiba-tiba saja bertanya seperti itu, Bintang yang mendengarnya sontak menggeser posisi duduknya.


"Maksud mas?. " Tanya Bintang curiga.


Bintang melemparkan sebuah map ke atas meja dan menyuruh Bintang untuk membukanya.


"Apa ini mas?.


" Buka aja. "


Bintang membuka mao itu dan di dalamnya ada dua kertas dengan tulisan dan keterangan yang sama "Kontrak Perkawinan".


" Hah ?Kontrak perkawinan? . "


Bumi hanya menganggukkan kepalanya.


"Jadi pernikahan kita ini hanya kontrak mas?. " Tanya Bintang seolah-olah tidak mengerti sepertinya gadis itu perlu menatap dirinya di cermin untuk sadar diri posisinya tidak sama dengan Bumi.


"Bukan aku kok yang mau nikah, tapi mas Bumi yang maksa saya ngelakuin semua ini. " Bintang merasa kecewa dengan pernyataan Bumi barusan.


"Lagian elo tetap bakalan gue bayar kok, kita juga gak bakalan tidur sama-sama, elo kan juga bisa nolak kemarin? kenapa coba elo gak nolak?. " Cecar Bumi yang terlihat prustasi dengan keadaan saat ini.


"Oke, saya mau bayaran yang mahal!. " Tegas Bintang.


Gadis itu juga merasa lelah terus-terussan terjebak dengan hubungan yang membingungkan ini dengan Bumi.


"Saya juga perlu mikir-mikir dulu berapa uang yang saya butuhkan buat bayaran saya kaki ini. " Bintang membuang kertas perjanjian kontrak itu dengan kasar lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


"Mau kemana lo?. " Tanya Bumi kepada Bintang yang sekarang suda beranjak dari tempat duduknya.


"Nggak liat ya?. " Balas Bintang.


"Nggak, elo nggak boleh tidur di dalam kamar gue lagi, disini, cuman tinggal ada kita berdua jadi lo harus tidur di luar. " Perintah Bumi.


"Emangnya siapa yang mau tidur di kamar kamu? aku mau ambil selimut ku doang kok. " Bintang semakin berani membantah Bumi, bahkan gadis itu tidak memanggilnya dengan embel-embel mas lagi.

__ADS_1


Bintang masuk ke dalam kamar dan sambil berdecak kesal. Ini semua salah Bumi, Laki-laki itu yang memulai semuanya kenapa ia justru seakan-akan menyalahkan semuanya kepada Bintang.


Sementara disisi lain Bumi merasa sedikit bersalah juga kepada gadis itu, harusnya ia bisa bersikap lebih dewasa darinya, namun pikirannya benar-benar pusing kali ini.


Tidak lama kemudian Bintang keluar dari dalam kamar sambil membawa selimut tebal dan bantal guling, meletakkannya di samping Bumi dan melangkahi kaki haki-laki tersebut yang sedang dijulurkan ke meja tanpa permisi untuk mengambil kasur pompa yang berada di sudut bagian dalam sofa yang saat ini sedang Bumi duduki.


Setelah mengambil kasur pompa itu Bintang kembali lagi akan melangkahi kaki Bumi namun dengan segera Bumi menarik kakinya, namun Bintang seperti sengaja mengayunkan kasur pompa yang di pegangnya agar kepala Bumi.


"Aw, aduh sakit. " Bumi mengeluh sambil memegang kepalanya.


"Eh aduh maaf yah kepala kamu kena yah? aduh makanya kepalanya jangan di taruh disitu dong. " Sinis Bintang.


Bumi yang mendengar itu sontak memukul pantat Bintang sebanyak dua kali untuk membalas gadis itu.


"Ihh cabul banget sihhhhhh. " Teriak Bintang yang langsung bersiap untuk memukulkan kasur pompa yang di pegangnya ke tubuh Bumi lagi.


"Loh kenapa kan udah halal, elo kan istri gue yang sah mau apa emangnya?. "


Tanpa ancang-ancang lagi Bintang membuang kasur pompa itu ke tubuh Bumi lalu menggigit paha lenganBumi yang sedang menggunakan baju lengan pendek.


"Ah ah aduhhh, Bintang udah sakit, aduh. " Bumi berusaha melepaskan gigitan Bintang pada tangannya dengan menjambak kepala gadis itu. Bintang yang merasa sakit pada kepalanya kemudian menghentikan gigitannya dan mengalihkan sasarannya ke kepala Bumi.


Dua orang itu berakhir sambil jambak-jambakkan dan saling mengatai.


"Ah sialan elo Bintang, sakit. " Bumi semakin keras menjambak rambut Bintang namun merasakan jambakan Bintang pada rambutnya tidak kalah menyakitkan.


"Kamu yang sialan, Bumi sialannnnnnnn. " Teriak Bintang.


"Oke, Oke aku bakalan lepasin, tapi kamu juga harus ngelepasin tangan kamu. " Bumi mencoba berdamai dengan gadis itu.


"Bohong pasti kamu punya niat lain kan hah. " Bintang semakin menjambak rambut Bumi seperti sangat dendam kepada laki-laki itu.


"Nih, nih aku lepasin nih. " Bumi segera melepaskan rambut Bintang yang di genggamnya dan langsung berdiri dan menjauh dari sofa tersebut.


"Aaa rambut gue rontok lagi. " Bintang memegangi kepanya dan mendapati rambutnya yang rontok.


"Rambut saya juga rontok, bukan cuma kamu aja makanya jangan mesum. " Sinis Bintang.


"Awas aja aku bakalan balas kamu lain kali. " Bumi mengancam Bintang.


"Gak takut, Wleeee. " Bintang menjulurkan lidahnya dan mengambil ancang-ancang akan berlari ke arah Bumi dan menjambak rambutnya lagi jika laki-laki itu berani melakukan sesuatu kepadanya. Namun Bumi segera melarikan diri masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Bersambung....


like, komen, vote dan subscribe untuk membantu author berkembang yah. Terima kasih. I love you.


__ADS_2