
"Baiklah mengenai tes DNA, nanti kita bisa konsultasi dengan dokter kandungan, kemungkinan bisa atau tidak, dan seberapa bahaya bagi janinnya," ucap dokter Bima menengahi.
"Baik Dok, saya ikut saja bagaimana baiknya," ucap Ardi, kemudian ia melanjutkan.
"Lalu video cctv di pintu utama rumah sakit, itu memang benar saya memberi tumpangan pada saudari Rhea ke tempat kost nya, dan itu yang saya sesalkan, kenapa bisa saya memberi tumpangan kalau akhirnya dia jadikan senjata untuk memfitnah saya," ucap Ardi.
"Saya tidak memfitnah kok, itu memang benar yang terjadi kok," lagi-lagi Rhea menyela.
"Maaf saudari Rhea, bisa tenang dulu, biarkan dokter Ardi memberi penjelasan," ucap Dokter Bima, Rhea akhirnya bisa diam.
"Jadi saat itu ada operasi malam hari setelah isya, dan selesai sudah lebih dari tengah malam, Rhea menunggu saya di luar ruang istirahat saya, ketika saya keluar hendak pulang, dia meminta saya mengantarkan dia ke tempat kostnya karena dia tidak enak badan dan sudah lewat tengah malam pasti sulit juga nyari taksi, saya meminta menunggu di pintu utama selagi saya mengambil mobil di tempat parkir," tutur Ardi menjelaskan semuanya.
"Kemudian video yang kedua, ehm sebelumnya saya ingat sebelum kejadian yang di video itu, istri saya di kantin mendengar percakapan dia dengan temannya, kalau dia mau sama saya walaupun cuma jadi yang kedua, itu juga didengar oleh asisten saya dan direkam juga oleh asisten saya, dan ketika mengetahui hal itu, saya jadi ingat kenapa perawat ini selalu ada di setiap operasi saya, tidak pernah absen, saat itu bahkan namanya pun saya tidak ingat, saya cuma ingat orangnya selalu ngikuti jadwal operasi saya, karena saya tidak nyaman setelah mendengar bahwa dia mau saya jadikan selingkuhan, maka dari itu saya minta kepada kepala perawat ruang operasi agar mengganti jadwal dia agar tidak selalu mengikuti jadwal saya, saya ingin melindungi rumah tangga saya yang baru saja saya bangun," kata Ardi.
"Dan di video itu memang benar dia menangis, tapi bukan karena saya tidak mengakui anaknya, tapi karena dia dipindahkan jadwalnya sehingga sama sekali tidak bertemu dengan saya di ruang operasi," lanjutnya.
"Ada bukti percakapannya?" tanya dokter Bima.
"Bukan apa-apa, tapi anda berdua ceritanya sangat berbeda, bagaimana kami bisa membuktikan yang mana yang benar?" lanjut dokter Bima.
"Ada," jawab Ardi. Dan itu membuat Rhea sangat terkejut, bukti apa itu, dia bertanya-tanya.
__ADS_1
"Ini, ada kamera dari dalam ruangan saya, kamera itu milik dokter Yudha yang dulu menempati ruangan itu bersama saya," ucap Ardi sambil menyerahkan bukti rekaman dalam flashdisk. Tim manajemen menerimanya dan membuka isinya, di sana terdengar jelas apa yang mereka bicarakan dan terlihat jelas bagaimana Ardi sama sekali tidak menyentuh Rhea, karena pintu ruangan terbuka dan jelas sekali posisi mereka berdua hanya ngobrol berhadapan biasa.
Rhea memerah pipinya, dia bingung tidak tahu harus bagaimana lagi.
"Kemudian, untuk kejadian di dalam mobil saya, dari saudari Rhea masuk mobil, sampai saya turunkan dia di depan rumah kostnya, ada di rekaman kamera dashboard mobil saya, bisa didengar bagaimana percakapan kami, apakah saya merayu dia, dan apakah saya mengikutinya masuk ke tempat kostnya, ada semua di sana,"
Rhea memerah matanya, pecah tangisannya, dia merasa takut dan tersudut, seakan semua orang menyalahkannya.
Padahal yang terjadi tidak begitu, jajaran manajemen masih bisa memfasilitasi mereka agar bisa dilakukan pemeriksaan yang jujur dan adil.
"Baiklah saya yang mundur, saya tidak ingin meneruskan ini semua!!!" teriak Rhea.
"Tenang saudari Rhea, ingat kesehatan janin anda," ucap dokter Bima, dan beberapa staf perempuan menenangkan Rhea.
Ardi merasa lega, namun juga sekaligus iba pada Rhea, ia sedang hamil namun terlihat begitu stress, sebenarnya siapa ayah dari janin itu? Kenapa Rhea sampai nekat melakukan hal ini.. batin Ardi.
"Besok saya akan menyerahkan surat pengunduran diri," ucap Rhea kemudian meninggalkan ruangan itu dengan tangis.
Semuanya terkejut dengan keputusan Rhea, ada yang memanggilnya kembali, namun ia bersikukuh untuk pergi.
"Baiklah, karena saudari Rhea sendiri telah mengakui bagaimana sebenarnya, jadi kita putuskan saja bahwa dokter Ardi bukan merupakan ayah dari janin itu," ucap dokter Bima kemudian.
__ADS_1
"Ada yang ingin disampaikan Dokter Ardi?" tanya dokter Bima.
"Dari kejadian ini, bukan hanya saya yang telah dirugikan, tapi nama baik keluarga saya juga dicemarkan, jadi saya ingin nama baik kami dibersihkan," pinta Ardi. Dan semua jajaran manajemen menyetujui, Ardi akan tampil di majalah rumah sakit dan menampilkan profil Ardi serta menjelaskan masalah ini yang sebenarnya, agar seluruh karyawan tahu dan pasien rumah sakit jadi lebih percaya dengan rumah sakit itu.
.
.
flashback off..
"Ma syaa Allah, jadi gitu ceritanya, Allah menyelamatkan kita Mas," ucap Najma setelah mendengar cerita suaminya. Ia tenggelam dalam pelukan Ardi, mereka sangat bersyukur, akhirnya masalah selesai dengan baik.
"Tapi gimana Rhea ya Mas?" Najma jadi kepikiran.
"Entahlah Babe, kita doakan saja semoga dia dan janin yang dia kandung sehat, bapaknya baik dan mau bertanggung jawab," ucap Ardi kemudian mengecup pucuk kepala Najma.
"Iya Mas, aamiin," Najma mengamininya.
"Eh Mas, mengenai kamera di ruangan Mas itu gimana ceritanya, kok aku ga tahu Mas pasang kamera di sana?" tanya Najma.
"Ah itu, tadi pagi aku gak langsung ke rumah sakit umum, aku visit dulu nengok Yudha, dan sebagai orang yang mengenalku sangat lama, ia tahu dengan melihat wajahku, aku sedang ada masalah, kelihatan banget ya?"
__ADS_1
"Iya sih, tadi pagi itu kelihatan mikir banget, sekarang kaya udah lega aja wajahnya," ucap Najma.
"Iya, dan dia maksa aku cerita, sebenarnya aku ga mau cerita karena dia belum pulih betul, tapi dia maksa, jadi aku cerita semuanya, dan dia ingat dia pernah pasang kamera di atas lemari di belakang kursi aku, buat lihat siapa aja yang masuk ke sana katanya, terus pas pindah rumah sakit, dia lupa bawa dan lupa juga bilang ke aku kalau dia pasang kamera, terus dia bilang monitornya ada di komputer aku, aku cari deh, ketemu, dan alhamdulillah Allah beri jalan untuk masalah ini," tutur Ardi.