
Episode sebelumnya...
"Ah gak mungkin. " Bumi menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.
Bumi kemudian berpikir untuk menemui Bintang di jam pulang kerja gadis itu, sore nanti. Setengah jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 Bumi memutuskan untuk tidur dan mematikan Hpnya.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
"Uni, aku balik duluan yah ke kossan, nanti pintunya gak bakalan aku kunci yah. " Ujar Bintang kepada Uni yang baru saja tiba untuk shift malam menggantikan Bintang yang bekerja shift siang.
"Oke, Hati-hati yah sepedanya aku taruh di tempat biasa. " Jawab Uni.
Bintang kemudian berjalan menuju pintu keluar cafe tempatnya bekerja. Biasanya Bintang akan pulang setengah jam setelah jam kerjanya berakhir namun karena hari ini Bintang memiliki agenda lain yang ingin ia lakukan di kosannya maka, gadis itu pulang tepat waktu. Bintang juga merasa tidak terlalu was-was lagi kepada Leo, karena ada Uni yang bisa Bintang mintai tolong jika terjadi sesuatu karena jarak cafe dan kosannya tidak terlalu jauh ditambah lagi teman Bintang itu nantinya masih akan menginap di tempatnya hingga beberapa hari ke depan.
Bintang mengayuh sepedanya dengan santai sambil mendengarkan musik dari headset nya. Tidak lama kemudian gadis itu sudah sampai di depan kamar kosnya, ia kemudian memarkirkan sepedanya lalu masuk ke dalam kamarnya, mengumpulkan semua pakaian kotornya lalu merendamnya dengan sabun. Agenda Bintang sore ini adalah mencuci pakaiannya yang sudah menumpuk.
Bintang bersenandung-nandung pelan sambil masih mendengarkan musik dari earphone nya.
...Tok.. Tok.. Tok.....
Ada suara ketukan di pintu Bintang, namun gadis itu tidak mendengarnya karena suara musik yang memenuhi pendengarannya di tambah gadis itu sedang fokus mencuci pakaian-pakaiannya.
Pintu kamar Bintang yang tidak terkunci, di buka oleh seseorang yang perlahan-lahan mendirong pintu itu seperti seorang pencuri yang memastikan apakah ada orang didalam ruangan yang ingin ia masuki atau tidak.
..."Bruk."...
Suara barang jatuh dengan lumayan keras akhirnya mengalihkan perhatian Bintang, gadis itu melepas earphonenya dan bersiap-siap untuk membuka pintu kamar mandi dimana saat ini gadis itu sedang berada.
Bintang merasa degdegan, sebenarnya ia sengaja menggantung kaleng cat bekas di pegangan pintunya, kaleng itu sudah dipasangi tali dan sudah di isi kerikil, maka akan sangat berisik jika ada orang yang memutar pegangan pintu tersebut. Hal ini sudah ia bicarakan dengan Uni, jadi tentunya orang yang memutar pegangan pintu itu bukan Uni, melainkan orang lain. Ada lain yang masuk ke dalam kamar Bintang. Bintang mencari-cari seuatu yang bisa ia gunakan sebagai senjata lalu mencari-cari kontak yang bisa ia hubungi. Namun, belum sempat Bintang menelpon seseorang, orang yang masuk ke kamar Bintang memanggil namanya.
"Bintang... ?. "
Bintang terbelalak kaget mendengar suara itu, jantungnya kembali berdebar sangat kencang.
__ADS_1
"Bintang? Kamu di kamar mandi? ini apaan?. " Suara Leo.
"LEO?. " Batin Bintang.
Tangannya bergetar, Bintang menutup matanya karena takut kemudian memanggil siapa saja kontak yang ada di Hpnya, mengecilkan volumenya dan memasukkan Hpnya ke dalam kantong celana yang ia kenakan. Berharap siapa saja yang mengangkat telepon itu akan mendengarnya dan menolongnya jika terjadi sesuatu kepadanya.
"Kamu ngapain kesini?. " tanya Bintang membuka pintu kamar mandi.
"Ini apa-apaan?. " Leo memegang kaleng cat bekas itu dan menggoyangkan nya.
"Itu buat ngasih tau kalau ada orang asing yang masuk kesini. " jelas Bintang.
"Orang asing? maksud kamu aku orang asing?. "
"Menurut kamu?. " Tanya Bintang sinis.
"Bintang, aku datang kesini mau minta maaf loh, bukan mau berantem. "
"Oh gak perlu lagi. "
"Yah gak perlu lagi, aku udah tau semuanya, aku udah tau kalau kamu ternyata udah nikah, udah punya anak dari tahun lalu dan bodohnya aku mau aja di bodohin dan di bohongi sama kamu. "
"Kamu tau dari mana?. " Tanpa mengelak perkataan Bintang, Leo sepertinya mengiyakan tiduran Bintang tersebut. Bintang pikir itu hanya dugaannya saja tapi ternyata memang benar selama satu tahun ini dirinya ditipu oleh Leo.
"Aku tau sendiri, aku liat kalian dengan mata kepalaku sendiri. " Tegas Bintang.
"Jangan bohong kamu, kamu tau dari manaaaaa?. " Leo mulai meninggikan volume suaranya membuat Bintang terlonjak kaget dan reflek memundurkan badannya.
"Aku bilang aku liat kamu dengan mata kepalaku sendiri, aku udah capek Leo aku mau putus. "
"Jangan bohong Bintang, aku tau kamu pasti cari tau tentang aku dari taman-teman aku kan?. " Ujar Leo, menyudutkan Bintang.
"Percuma emang ngomong sama orang manipulatif kayak kamu, aku minta kamu pergi dari sini aku udah gak mau liat muka kamu lagi. " Bintang mulai histeris karena merasa dirinya terancam.
"Oh jadi, kamu udah mulai berani yah, hebat banget kamu udah mata-matain aku sekarang udah pintar ngelawan juga. " Leo menggenggam pergelangan tangan Bintang, memaksa untuk memeluknya.
"Lepasin, LEOOO LEPASIN AKUUUUU. " Teriak Bintang.
__ADS_1
"Kamu gak bakalan bisa lepas dari aku. "
"Leo, plis lepasin tangan aku, aku udah gak mau lagi sama kamu. " Bintang terus mencoba melepaskan cengkraman tangan Leo, Bintang menangis histeris.
"Udah nakal kamu yah, berani banget nemuin teman-teman aku buat mata-matain aku? iya. " Leo menjambak rambut Bintang dan mendorong gadis itu ke arah tembok.
"Lepasin Leo, aku bilang lepassssin. "
"Gak, SEBELUM KAMU MINTA MAAF DAN MOHON AMPUN. " Teriak Leo.
Bintang yang merasa dirinya tidak merasa harus meminta maaf kepada Leo terus berusaha melepaskan dirinya, tangan kanannya yang di cengkram Leo terasa sangat sakit sementara tangan yang satunya Bintang gunakan untuk meraih sikat baju yang sudah ia simpan di saku belakang celananya.
"Awwww." Leo mengaduh memegangi wajahnya yang di pukul Bintang menggunakan sikat tersebut. Bintang menggunakan kesempatan itu untuk lari ke kamar mandi.
Panggilannya ternyata di angkat oleh Bumi dan saat ini Bumi belum meatikan telepon tersbut.
"Haloooo, halooo mas Bumi tolong Bintang, Bintang lagi ada di kossan tolongggggg. " Histeris Bintang menahan pintu kamar mandi yang berusaha di dorong oleh Leo.
Hp Bintang, kemudian jatuh masuk ke dalam bekas air cuciannya, Bintang kemudian berpikir untuk membuka pintu kamar mandi ini saat Leo berusaha semaksimal mungkin untuk mendobraknya lalu Bintang akan menghajar Leo dengan apapun yang ada di dalam kamar mandi ini. Bintang kemudian menutup matanya dan mulai menghitung.
"1.... 2.... 3..."
..."BRUKKKK."...
Pintu kamar mandi terbuka dan Leo terlempar masuk ke dalam kamar mandi, Bintang kemudian mengambil timba untuk menyiram Leo dengan air. Lalu tiba-tiba seseorang muncul dan menarik Leo keluar, seseorang itu menghajar laki-laki brengsek itu.
Bintang yang menyadari dirinya sudah aman terduduk lesu, menangis sambil memeluk dirinya sendiri.
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca, klik like dan tinggalkan komentar kalian.
Saran dan masukan yang membangun akan lebih berguna untuk penulis menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Author
#kimel#
__ADS_1