Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 35 : Hidup


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Bumi merasa darahnya menjadi panas, apakah Bumi sedang merasa cemburu? atau mungkin dirinya tanpa sadar sudah menanam benih-benih cinta di dalam hatinya sendiri namun ia sama sekali tidak menyadari bahwa benih-benih itu telah tumbuh karena ia pupuk dengan rasa cemburu.


###


Happy Reading and Enjoy Guys!.


###


Sudah satu minggu, sejak Bintang tinggal di apartement Bumi. Apartement itu jadi terasa lebih hidup karena sudah diisi beberapa barang dengan warna-warna yang cerah.


Gorden, rak buku dan Sofa yang Bumi duduki saat ini ternyata sudah berubah menjadi warna ungu berkat Dion yang membantu Bintang beberapa hari ini untuk memanas-manasi Bumi, agar laki-laki itu mau mengganti gorden dan penutup sofanya yang berwarna hitam.


Bintang juga merasa sangat senang di beri hadiah perlengkapan memasak oleh Dion, apalagi semuanya berwarna ungu. Bumi yang menyaksikan itu tidak dapat melakukan banyak hal, disisi lain ia harus mempertahankan ke pura-puraannya di depan Dion bahwa dirinya dan Bintang sudah menikah, tidak mungkin ia mengatakan tidak untuk sesuatu yang di sukai oleh istrinya, itu akan terlihat aneh dan Bumi tidak ingin Dion tahu bahwa dirinya ber pura-puraannya telah menikah bersama Bintang.


"Akhirnya gue bisa melihat warna-warna kehidupan di ruangan lo yang sunyi dan mencekam ini. " Ujar Dion kepada Bumi yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu pada laptopnya.


Karena tidak di hiraukan Dion akhirnya beralih ke dan berbicara kepada Bintang yang terlihat asik memasang meja makan dengan taplak yang baru. Bintang juga membeli beberapa toples warna warni yang di isinya dengan berbagai macam coklat dan permen lalu ia susun di atas marmer bar mini Bumi.


"Wah kamu beli apaan Tang?. " Dion berjalan ke arah Bintang.


"Ini cemilan, mas mau?. " Bintang menyodorkan satu toples penuh berwarna biru yang berisi bola coklat kepada Dion.


"Hmm boleh. "


Bumi yang sedari tadi hanya diam saja memandangi mereka dengan tatapan sinis.


###


Malamnya, Bumi dan Dion bersiap-siap untuk berpamitan kepada Bintang karena mereka berdua akan menghadiri reuni dengan teman-teman kerja mereka yang lama.


"Hati-hati yah sayang. " Ujar Bintang sambil memperbaiki kemeja Bumi.


"Iya sayang, kamu nanti gak usah nungguin aku yah langsung tidur aja. " Balas Bumi.

__ADS_1


Dion yang mendengar itu hanya misuh-misuh di tempatnya. Sementara Bintang dan Bumi saling memberikan kode untuk lebih meyakinkan lagi bahwa mereka adalah pasangan suami istri, bahkan beberapa hari yang lalu mereka berdua pergi melakukan photo pernikahan, agar pernikahan mereka terlihat lebih meyakinkan. Tidak lupa Bumi membeli cincin pasangan dan beberapa baju pasangan untuk meyakinkan Dion bahwa mereka adalah pasangan yang serasi dan saling mencintai.


"Dah sayang, dah mas Dion. " Ujar Bintang mengantar kepergian dua laki-laki itu ke depan pintu.


"Huhhhhh." Bintang membuang nafasnya dengan kasar. Hari ini ia merasa sangat capek harus berakting di depan Dion, entah sampai kapan orang itu akan tinggal di apartement Bumi.


###


Bintang yang sudah tinggal sendirian di apartement Bumi sedang asik mengecek sosial medianya menggunakan laptop Bumi yang sudah di pinjamnya, cuti yang di berikan bosnya masih tersisa satu minggu lagi sementara Bintang sudah merasa sehat, gadis itu bahkan tidak pernah memikirkan Leo lagi. Namun Bintang tanpa sengaja melihat sebuah gambar yang membuat harinya seperti teriris.


Gambar itu menunjukkan kenangannya beberapa tahun yang lalu bersama Leo, saat mereka baru saja lulus dari SMA, Leo terlihat sangat manis membawakannya cake dan bunga padahal mereka bersekolah di kota yang berbeda. Leo terlihat sangat tulus padanya waktu itu.


Bintang mengusap air matanya dan segera menutup laptop Bumi, gadis itu juga sebenarnya tidak paham dengan perasaannya sendiri, harusnya saat ini ia membenci Leo, bahkan harusnya mengutukinya dengan umpatan kasar.


###


Ditempat lain, Bumi bersama Dion telah sampai di salah satu bar terbesar di kota itu.


Kerlap kerlip lampu disko langsung membuat mata kedua laki-laki itu silau, dentuman musik dj yang keras menyambut kedatangan mereka. Bumi memperhatikan sekelilingnya dan mencari-cari tempat duduk para teman lamanya itu.


"Oh iya, udah pada datang duluan ternyata. " Jawab Bumi.


"Wah ternyata mereka udah pada sampai duluan tuh. " Ujar Dion.


"Kita samperin langsung aja yuk. " Ajak Bumi.


Mereka berdua kemudian berjalan ke meja yang memang telah teman-temannya pesan terlebih dahulu. Di meja itu sudah ada 3 orang teman lama Bumi, Anton, Gandi dan Eko yang telah lebih dulu datang dan di meja itu juga sudah ada beberapa wanita penghibur yang siap melayani mereka.


" Wah udah ada cewek-cewek aja nih. " Ujar Dion setelah mereka sudah sampai di meja teman-temannya.


"Eh bro kalian apa kabar?. " Sapa Eko yang langsung berdiri saat mengetahui Bumi dan Dion sudah sampai di tempat mereka di susul oleh Anton dan Gandi mereka pun saling bertukar peluk.


"Baik, kami baik aja. " Jawab Bumi.


"Baik bangetlah, apalagi si Bumi jauh lebih baik dan lebih hidup hahaha. " Ucap Dion.

__ADS_1


"Apanya tuh yang tambah hidup?. " Canda Anton.


"Ya tau ajalah kalian-kalian ini. " Ujar Dion melirik bagian bawah perut Bumi.


Membuat mereka semua akhirnya tertawa.


"Mau minum apa kalian?. " Tanya Gandi.


"Apa aja deh gue mah bisa minum apa aja. " Jawab Dion.


" Ya udah gue pesenin wiski yang paling mahal yah, awas lo teler duluan. "


"Gue jus jeruk aja. " Jawab Bumi.


"Ah yang benar aja lo, Bumi. " Teman-teman Bumi yang lain merasa terkejut karena laki-laki itu biasanya yang paling kuat minum di antara mereka dan kali ini Bumi hanya memesan jus jeruk? seperti sebuah hal yang langka dan mustahil.


"Becanda lo yah, hahaha. " Timpal Anton.


"Beneran gue jus jeruk aja, nanti kalau Dion mabuk siapa yang bawa mobil. "


"Biasanya juga elo hajar aja bro, tenang aja nanti gue pesenin supir deh. " Ucap Gandi lagi.


"Udah, udah si Bumi emang udah gak bisa berlebihan lagi buat mabuk-mabukkan kayak dulu, soalnya dia udah ada yang nu gtuin di rumah kalau dia kenapa-naoa di jalankan kasian istrinya." Ujar Dion membantu Bumi menjelaskan keadaannya.


Benar saja Bumi langsung menjadi perbincangan hangat di antara mereka, entah mengapa cerita cinta Bumi sangat menarik untuk menjadi pembahasan di antara para teman-teman lamanya itu.


Inilah yang dirinya khawatirkan saat Dion datang dan mengatakan akan mengadakan reuni, dirinya sebenarnya tidak siap untuk ditanya-tanya perihal hubungannya dengan Shanti, ia merasa pristasi untuk memikirkan jawaban-jawaban yang akan di lontarkan, yang paling masuk akal saat ini adalah jawaban bahwa dirinya telah menikahi Bintang.


Setidaknya gadis itu membuat Bumi memiliki alasan untuk tetap melanjutkan hidup di keesokan harinya setiap kali ia tertidur di malam hari.


Bersambung...


Note : Terimakasih sudah membaca, klik like, vote, subscribe dan tidak ggalkan komentar kalian untuk membantu author.


Author

__ADS_1


#kimel#


__ADS_2