Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Perjalanan bersama Qumil Yudha


__ADS_3

Pukul dua belas siang, Najma menyiapkan bekal makan untuk dimakan di mobil, ia ditemani Qumil yang sejak jam sebelas tadi sudah datang diantar ojek.


"Kamu masak sendiri Ama?" tanya Qumil yang duduk melihat Najma mengisi kotak nasi dengan menu makan siang mereka.


"Iyalah, siapa lagi, Mas Ardi juga sibuk," sahut Najma sambil membagikan irisan timun pada setiap kotak.


"Wiih keren, bisa buka katering nih," ucap Qumil ketika melihat kotak makan siang yang begitu menggoda. Di dalamnya ada nasi daun jeruk, ayam goreng lengkuas, sambal terasi, dan lalapan.


"Siapa yang ngurusin kalau bikin katering, capek Mil, udah ah, kamu tutup ya, aku mau mandi dulu, habis ini Mas Ardi pulang sholat jumat, masa iya aku masih bau kompor," ucap Najma yang telah menyelesaikan tugasnya.


"Oke," sahut Qumil.


"Eh iya, kalau mas Arif, sopirnya mama dateng, tawarin makan ya, kasih satu kotak ya, kamu kalau udah laper, makan aja gapapa, atau makan di mobil sama-sama nanti," pesan Najma sebelum akhirnya naik ke atas.


Tak lama kemudian, datanglah Yudha..


"Assalamualaikum," sapa Yudha.


"Waalaikumusalam Kak, sama siapa?" tanya Qumil.


"Diantar sopir, kamu kok sendiri, Najma sama Ardi mana?"


"Kak Ardi masih di masjid, Ama mandi di atas," jawab Qumil.


Di antara keduanya masih canggung dan tegang walaupun sudah bertunangan, pikir Yudha nyamannya nanti lah habis menikah, seperti Ardi dan Najma. Tapi ia berusaha mengajak Qumil ngobrol agar tidak terlalu kaku juga.


"Pintu depan kok dibuka tadi,"


"Iya, sama Najma sengaja dibuka, biar tamunya gampang masuk, buka pintunya ribet soalnya, cuma bisa dibuka sama kode mereka dan cap jempol mereka gitu,"


"Oh.."


"Assalamualaikum," sapa Ardi yang datang bersama Arif sopir mamanya yang juga masih sepupunya.


"Waalaikumusalam," sahut Yudha dan Qumil yang ada di meja makan.


"Widiih calon manten berduaan nih, hati-hati ya," goda Ardi.


"Aku juga baru dateng Ar," ucap Yudha.


"Tadi disiapin kotak makan siang sama Ama, mas Arif mau makan dulu? Ini kak Yudha sama kak Ardi mau makan dulu juga?"

__ADS_1


"Iya Mba, saya makan," sahut Arif.


"Aku juga makan dek," Yudha mengambil sekotak nasi itu.


"Kak Ardi mau juga?"


"Nggak Mil, masih kenyang, baru sarapan jam sepuluh lebih tadi, nanti aja di mobil kalau laper, kalian makan aja, Najma di atas ya? Aku bantuin dia dulu," jawab Ardi.


"Kamu baru sarapan jam sepuluh? Ga laper paginya?" tanya Yudha.


"Gak, sudah sarapan yang lain, sarapan Najma," sahut Ardi kemudian berlari menaiki tangga.


"Hiih dasar pengantin agak baru, sarapan bini terus," gumam Yudha.


"Apa sih Kak? Kok sarapan Najma?" tanya Qumil yang belum paham.


"Nanti deh kalau kita udah nikah ku kasih tunjuk, sekarang ga usah dipikirin Dek," sahut Yudha.


"Oh.." Qumil hanya ber ohh saja.


"Kamu ga makan?" tanya Yudha.


"Tadi sudah makan di rumah, buat nanti aja," sahut Qumil.


"Qumil ga makan sekalian?" tanya Ardi.


"Sudah makan kak, buat nanti aja," sahut Qumil.


Arif yang telah selesai makan siang mengeluarkan mobil dari garasi.


"Dah siap semua, yuk berangkat, aku ada kelas sore nanti," ucap Ardi.


"Iya, yuk, aku udah selesai juga makannya," ucap Yudha.


"Bentar Mas, aku buang sampah dulu, nanti bau kalau ga dibuang di luar," Najma segera membersihkan meja makan dan mengambil keranjang sampah dapur untuk di bawa ke tempat sampah di depan agar besok pagi diambil petugas pengambil sampah komplek.


Setelah mencuci tangan, Najma menaiki rangeroper Ardi, dia bersama Ardi duduk di bangku paling belakang. Yudha duduk di bangku tengah, Qumil yang masuk paling belakangan jadi bingung, dan mau tidak mau duduk di sebelah Yudha.


"Ama kok kamu di belakang," ucap Qumil.


"Maaf Mil, aku masih kangen sama suamiku, kalian calon manten duduk di tengah aja, tapi eh bentar-bentar," Najma memencet tombol belakang kursi paling tengah dan otomatis melipat menjadi meja pembatas antara Qumil dan Yudha.

__ADS_1


"Nah, baru bener, belum mahram jadi ga boleh deket-deket juga," ucap Najma. Ardi dan Yudha hanya tersenyum mendengar mereka.


Najma tidur dengan kepala di pangkuan Ardi.


"Buka aja cadarnya Babe, biar ga pengap, Yudha, jangan noleh ke belakang ya Najma buka niqab," ucap Ardi yang membuka niqab Najma.


"Hmm," sahut Yudha.


"Sepi bet, ga ada musik apa gitu?" tanya Yudha.


"Mobil kami no music Yudha, mending murottal aja buat nemani perjalanan, Arif bisa nyetelin?" tanya Ardi dari belakang.


"Maaf Mas, ga bisa, mobilnya terlalu bagus, hehehe," sahut Arif.


"Ya udah lu aja bro yang ngaji, sama Najma, kita dengerin," tukas Yudha.


"Oke, mau surat apa Babe?"


"Mas aja, aku ngantuk," ucap Najma.


"Baiklah," kemudian Ardi membaca beberapa surat dari juz 29-28. Dengan irama yang biasa, namun meneduhkan hati, membuat bahagia yang mendengarkannya. Hingga tidak terasa setelah dua jam perjalanan, mereka sampai di pelataran kampus dimana Ardi akan mengajar, dan Yudha akan kuliah, sedangkan Qumil besok baru ada kuliah.


"Baik-baik di rumah Babe," ucap Ardi pada Najma.


"Iya Mas," sahut Najma seraya mencium tangan Ardi dan Ardi membalas dengan kecupan di dahi.


"Rif, nanti istirahat di rumah aku ya, di atas, kamar yang depan kosong, kamu boleh pakai," ucap Yudha kepada Arif yang telah dikenalnya sejak mereka belia.


"Baik Mas," ucap Arif.


Najma dan Qumil pergi bersama Arif setelah menurunkan Yudha dan Ardi di kampus.


"Makasih mas Arif," ucap Najma. Setelah dia dan Qumil turun di depan gedung kontrakan Najma.


"Yuk masuk Mil," ucap Najma.


Sore itu Najma bersih-bersih kamarnya, mengganti sprei dan mencucinya. Qumil membantu mengelap meja dan semuanya, karena berdebu ditinggal beberapa hari. Selanjutnya Najma membersihkan lantai dengan penyedot debu.


Setelah selesai mereka menikmati segelas es sirup buatan Najma.


"Ama, kaya gini, sebenarnya aku juga belajar banyak dari kamu, jadi sama sekali aku belum tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri di rumah, aku juga masih belajar masak sama Ibu," ucap Qumil.

__ADS_1


"Lakuin aja apa yang kamu lakuin biasanya Mil, dan jangan lakuin apa yang laki kamu benci, misal nih Mas Ardi tuh ga suka lihat rumah kotor, ya aku sebisa mungkin jagain rumah biar ga kotor, kalau masak, aku sih juga sambil belajar, kadang bantuin mamanya mas Ardi masak, jadi tahu deh gimana masakan kesukaan mas Ardi," tutur Najma.


"Eh gimana ceritanya kemarin kok bisa kamu langsung tunangan gitu.." tanya Najma penasaran


__ADS_2