Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Surprise di car free day


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Ardi dan Najma masih terlelap di balik selimut, setelah semalam bersenang-senang di tempat tidur. Tadi subuh mereka bangun untuk mandi dan sholat subuh, kemudian membaca dzikir pagi sambil menunggu matahari terbit, dan akhirnya tertidur kembali.


"Mas.." panggil Najma yang bangun duluan.


"Hmm.." sahut Ardi yang masih terpejam.


"Mas capek?"


"Hmm.. kamu mau lagi?"


"Hiih.. bukan itu,"


"Terus apa dong.. nanya capek apa nggak, ayo kalau mau lagi,"


"Katanya ke car free day, jadi nggak? Keburu buyar nanti,"


"Oh iya.." Ardi membuka matanya dan melihat jam di dinding kemudian bangkit untuk duduk.


"Kamu siap-siap dulu," lanjut Ardi.


"He em," Najma langsung melompat dari kasur dan masuk kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi lagi.


Ardi melihat gawainya dan berkirim pesan dengan seseorang. Setelah selesai ia meletakkannya di atas nakas, kemudian bangun dan merapikan tempat tidur mereka, walaupun dia laki-laki, tak kalah piawainya juga dengan Najma dalam hal bersih-bersih dan rapih-rapih. Karena dari kecil sering melihat mamanya bersih-bersih.


"Mas, ma syaa Allah udah rapi aja kasurnya," ucap Najma yang baru keluar kamar mandi.


"Udah siap diberantakin lagi tuh.." sahut Ardi yang selalu menggoda Najma.


"Hmm.. jangan mulai deh, yuk siap-siap, aku laper nih,"


Najma menuju lemari pakaian, mengambil baju untuknya dan Ardi.


"Ini Mas bajunya, yuk ganti gih,"


"Baiklah bintang langitku.." ucap Ardi seraya mencubit hidung Najma kemudian segera ke kamar mandi.


Mereka sampai di alun-alun kota sekitar pukul setengah delapan, Ardi dan Najma berjalan dari tempat kost mereka hingga alun-alun. Ardi menengok ke sana kemari mencari seseorang.


"Nyari siapa sih Mas?" tanya Najma yang menyadari sedari tadi Ardi mengedarkan pandangannya.


"Teman, katanya tadi mau ke car free day juga," sahut Ardi.


"Siapa?" tanya Najma penasaran.


"Ada, teman kuliah, kita sarapan aja yuk, kamu pasti sudah lapar kan?" Ardi mengalihkan perhatian.


"Iya sih, Mas dokter ganteng tau banget istrinya ini ga tahan laper,"


"Mau makan apa Baby?"

__ADS_1


"Nasi kuning aja Mas, eh itu di sana ada yang jual nasi kuning, kita ke sana yuk Mas," ajak Najma, Ardi pun mengiyakan apa yang diinginkan oleh istrinya itu.


"Bu, nasi kuning dua ya, sama teh tawar hangat dua," ucap Ardi.


"Iya Mas," sahut ibu penjual, dan segera menyiapkan pesanan mereka berdua.


Warung nasi itu nampak lengang, hanya ada Ardi dan Najma dan sepasang abege yang sedang makan bersama.


Sambil menunggu pesanan mereka, Najma dan Ardi sibuk dengan ponselnya masing-masing, Najma mengecek laporan toko, sedangkan Ardi berkirim pesan dengan seseorang.


Dan tak lama kemudian datanglah sepasang lelaki dan perempuan menghampiri mereka.


"Assalamualaikum Ama.." sapa wanita itu.


Najma menengok ke sumber suara dan terkejut melihatnya.


"Waalaikumussalam, Qumil.. kok bisa di sini?? Katanya kamu udah libur kuliahnya?" Najma segera berdiri dan memeluk sahabatnya itu.


"Iya, Mas Yudha masih ada kuliah dan aku beberes kamar kost, mau pindah ke rumah Mas Yudha," sahut Qumil.


"Ayo duduk Mil, kak Yudha, kalian udah janjian?" Najma bertanya pada Ardi.


Ardi tersenyum dan mengangguk, "Surprise buat kamu Baby.."


"Aaah pantas saja dari tadi celingak-celinguk kaya nyari siapa gitu..."


"Iya Doong .."


Mereka berempat makan bersama, sambil mengobrol banyak hal, tentang persiapan akad dan resepsi Yudha dan Qumil, tentang pindahan Qumil, mau honeymoon kemana, daan masih banyak lagi yang dibincangkan mereka.


Setelah sarapan mereka melanjutkan jalan-jalan, karena Qumil dan Yudha belum sah sebagai suami istri, maka Qumil berjalan bersama Najma, dan Yudha bersama Ardi.


Mereka juga berlanjut mengobrol dalam perjalanan.


"Kalian bulan madu lagi ya Ama?" tanya Qumil.


"Hihihi, tiap hari juga bulan madu Mil.. kapanpun di manapun, cuma ini lagi pengen keluar kota, doakan ya semoga pulang bawa dede bayi dalam sini," ucap Najma sambil mengelus perutnya.


"Aamiin, kaya gitu sakit ga sih?" tanya Qumil.


"Kalau pertamanya ya sakit, tapi lama-lama..."


"Lama-lama gimana Ama?"


"Enak dan bikin nagih," bisik Najma di telinga Qumil.


"Haa? Beneran? Aku takut Ama .. apalagi kami juga ga begitu dekat satu sama lain,"


"Iya sama dong Mil.. aku sama Mas Ardi juga gitu, ga kenal kan, ketemu juga beberapa kali aja, pokoknya nikmati aja, jangan takut, percaya sama pasangan kamu," pesan Najma.

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah sampai di depan gedung tempat kost Ardi.


"Kita pisah di sini ya Ama," ucap Qumil.


"Kamu mau ke rumah kak Yudha? Berduaan gitu?" tanya Najma.


"Ya gak lah Najma, itu tadi ada beberapa orang yang bantu beberes, dan ada renovasi kamar mandi lantai bawah, kami ga berdua kok, tenang aja," ucap Yudha.


"Hehehe iya,"


"Kalian pulang kapan?" tanya Yudha.


"Kalau ga nanti malam ya besok subuh," sahut Ardi.


"Masih pengen kejar setoran nih," celetuk Yudha.


"Itu tau, makanya kita masuk dulu ya, jangan pengen lho, belum sah," sahut Ardi sambil menggandeng Najma masuk ke dalam gedung.


"Bye Qumil!!" teriak Najma sambil melambaikan tangannya dan berlari mengejar Ardi.


"Bye!!" balas Qumil yang juga melambaikan tangannya.


"Mas, kejar setoran apa sih maksudnya?" tanya Qumil pada Yudha ketika mereka lanjut berjalan menuju rumah Yudha.


Yudha tersenyum, bingung mau jawab bagaimana, ternyata Qumil selugu itu tidak tahu maksud perkataan Yudha pada Ardi.


"Kok senyum?"


"Ah.. nggak, nanti kalau kita sudah nikah aku kasih tahu, sabar ya," sahut Yudha.


.


Di dalam kamar kost Ardi... dua sejoli masih meringkuk dalam selimut, mereka benar-benar kejar setoran seperti kata Yudha tadi.


"Mas, udah dhuhur, mandi gih, kita pulang kapan?" tanya Najma yang sebenarnya masih lelah dan mengantuk.


"Sebentar Babe.. sini dulu.." sahut Ardi tanpa membuka matanya, ia mengeratkan pelukannya.


"Aku juga ngantuk Mas, tapi aku lapar, aku mau bikin sesuatu," gumam Najma, namun Ardi masih bisa mendengarnya.


"Hmm, iya aku lepaskan kali ini, buatin aku juga ya," ucap Ardi melepaskan pelukannya.


Najma segera bangkit menuju dapur, dan Ardi ikut bangun namun langsung ke kamar mandi.


Najma memasak mie instan dengan ekstra telur dan sayur untuk mereka.


"Hmm.. sedapnya," ucap Ardi yang baru keluar kamar mandi segera menuju meja makan dan duduk di sana.


"Yuk makan Mas, sepiring berdua ya biar lebih dapet kesan honeymoon nya," ucap Najma, lagi-lagi Ardi berhasil membuatnya terpesona, melihat rambut Ardi yang basah dan berantakan membuat Najma semakin jatuh cinta pada dokter ganteng itu... 'hmm love you mas Dokter..'

__ADS_1


__ADS_2