Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Pagi Pertama di Rumah Baru


__ADS_3

Pagi itu untuk pertama kalinya Najma menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Ardi di rumah itu. Sebelum turun ke dapur, tentu saja ia telah menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya, kemeja batik, dan sirwal kantor warna hitam, tidak lupa baju dalam dan kaos kakinya. Ia dengan santai memakai dress panjang tanpa lengan dan mengikat rambutnya ke atas, hingga terlihat leher jenjangnya dari belakang.


Pagi itu ia merebus sawi putih, labu siam, dan kecambah, lalu mencairkan bumbu pecel untuk sausnya, serta menggoreng tempe. Hmm sarapan Indonesia banget. Dan hendak menggoreng ayam katsu dan membuat salad untuk bekal makan siang Ardi.


"Ah..." Najma terkejut, ada tangan dingin yang menyentuh lehernya, dia takut dan memejamkan matanya, tidak berani menoleh ke belakang, namun indra penciumannya mengenal aroma sosok di belakang, yang tangannya masih menempel di tengkuknya.


"Mas," ucapnya seraya membalikkan badannya. Dan yang terlihat adalah pria tampan nomor satu di matanya.. Ardi Abdurrahman Sholih, suaminya yang tengah tersenyum lebar kepadanya.


"Aku kaget tau,"


"Haha Maaf Babe, habisnya gemas lihat kamu dari belakang, leher kamu terlihat jenjang, kamu masak apa sayang? Enak kan di rumah sendiri mau pakai baju pendek bisa,"


"Pecel, sama ini mau goreng ayam katsu buat bekal makan siang Mas Ardi, hehe iya Mas, bisa pake daster juga," sahut Najma yang kembali sibuk dengan masaknya yang hampir selesai.


"Hmm, ga usah dibawain bekal hari ini Babe, nanti aku janjian makan siang sama Yudha," ucap Ardi seraya memeluk istri cantiknya itu dari belakang. Najma tersenyum, mematikan kompor, kemudian membuka pelukan Ardi dan membalikkan badannya hingga menghadap Ardi, memeluk kembali suaminya, menghirup aroma maskulin kesukaannya dari ceruk leher Ardi. Aroma yang membawanya melayang terbang. Ardi tersenyum kegelian karenanya.


"Mas, ga usah kerja napa hari ini? Pengen gini terus," pintanya manja. Ardi juga terheran kenapa dari kemarin istrinya itu sangat manja dan agresif.


"Oh, senangnya aku, karena istriku memintaku tinggal, berarti siap bermain denganku seharian, pasti menyenangkan dan melelahkan, tapi maaf sayang, my baby sweety honey, pagi ini mas ada operasi, mas juga pengen setiap saat bersamamu sayang, tapi kalau Mas ga kerja, gimana kita mau pergi berhaji?" titah Ardi.


"Ah, iya, berhaji, okelah, sarapan yuk," Najma menggiring Ardi ke kursi makan dan menyajikan sepiring nasi pecel lauk tempe goreng yang masih hangat untuk Ardi dan dirinya sendiri.


"Kamu gak ke toko hari ini?" tanya Ardi sambil melahap sarapan yang ada di depannya.


"Gak Mas, biar cepet beres, banyak perabot yang belum di bongkar, baju juga belum semuanya dimasukin lemari, tuh kardus-kardus belum dibongkar juga,," sahut Najma dengan mulut penuh nasi.


"Dikunyah dan ditelan dulu baru ngomong,"


"Hmm hehe iya Mas,"


"Babe, beberesnya ga nunggu mas pulang kerja aja nanti sore? Kamu bisa kecapekan kalau beresin semuanya,"

__ADS_1


"Kalau capek aku akan istirahat, kalau udah gak capek beberes lagi,"


"Iya sudah, terserah kamu sayang, yang penting, jangan sampai kecapean dan telat makan, juga minum obat," Ardi mengalah.


"Baik Bos,"


"Mas berangkat dulu Babe," pamit Ardi setelah selesai makan.


"Iya Mas, fii amanillaah," ucap Najma seraya mencium punggung tangan Ardi.


"Jaga rumah, jaga diri, angkat telpon aku," ucap Ardi sambil menciumi wajah istrinya itu.


"Iya Maas,"


Najma kemudian memakai jilbab dan cadarnya, lalu mengantar kepergian suaminya ke depan, dan mengunci pagar dan pintu kembali. Ia lalu membersihkan dapur dan membuka kardus barang berisi printilan rumah mereka dan menatanya di tempatnya. Lalu melipat kardus dan menumpuknya di halaman belakang.


Setelah lantai bawah rapi, ia naik ke lantai atas, membereskan kamarnya, menata buku-buku Ardi di meja kerja Ardi, kemudian memindahkan baju-baju mereka dari koper ke dalam lemari.


Selepas sholat ia kembali ke dapur, ia ingat pesan Ardi tadi pagi agar tidak telat makan dan minum obat. Dia menggoreng ayam katsu dan sayuran serta pecel sisa tadi pagi, dan membuat jus jeruk yang menyegarkan untuk diminum di saat cuaca panas.


.


Di tempat lain di waktu yang sama, Ardi sedang makan siang bersama Yudha, di ruangan pribadi Yudha, mereka mengobrol ke sana kemari seperti biasanya, sebagai sahabat, bahkan seakan mereka lupa pernah menginginkan wanita yang sama.


"Ar, Sabtu peresmian masjid rumah sakit, itu yang di belakang, dibangun baru, lebih gede dari yang dulu, aku mau minta tolong sama kamu,"


"Minta tolong apa Yud?" tanya Ardi seraya menggigit roti lapis di tangannya, Yudha membelikannya di lantai dasar rumah sakitnya yang memang ada beberapa gerai makanan ternama seperti, su*way, k*c, j*co, bahkan sta*b*ck juga ada, ini rumah sakit apa mall ya.. maklumlah rumah sakit itu rumah sakit swasta terbesar di kota itu, para golongan menengah ke atas yang berobat ke sana, walaupun begitu rumah sakit itu tetap memberikan pelayanan gratis juga untuk warga kurang mampu.


"Aku pengen istri kamu Najma membacakan Al Quran di acara pembukaan itu,"


"Aish kamu Yud ngadi-ngadi aja, ga bisa woi, Najma aku sembunyiin, ga boleh tampil di depan khalayak ramai kaya gitu, apalagi suaranya bagus pas ngaji, ma syaa Allah, nggak ah ga bisa Yud, gak rela aku Najma dilihat dan didengar banyak orang"

__ADS_1


"Yah, terus siapa dong Ar, ada pengajian juga aku manggil Ustadz dari pesantrennya Najma, ustadz Adhim,"


"Oh ya, wah ma syaa Allah, tapi gak bisa kalau Najma yang tampil, biar aku aja Yud, aku juga anggota rumah sakit ini kan,"


"Kamu, okelah, setuju, aku kira kamu ga bakalan mau,"


"Ga papa, daripada Najma, aku ga rela,"


"Eh ajak Najma juga, di rumah sakit ini ada ikatan istri dokter, mamaku ketuanya, nanti biar ditemani mamaku,"


"Kalau itu boleh, biar dia nambah kegiatan juga, dan nambah koneksi,"


"Alhamdulillah, aku kapan ya bisa gandeng istri juga, cariin napa Ar,"


"Nyari dimana Yud, di bawah banyak tuh, dokter muda, apa yang internsip, atau yang sudah residen,"


"Aku ga mau punya istri dokter, pasti sibuk mereka, aku maunya yang mau di rumah kaya mamaku,"


"Semoga disegerakan Yud,"


"Aamiin,"


"Drrtt...drrttt..." ponsel Ardi bergetar.


Rupanya ada pesan dari Najma istrinya.


📲 Mas, aku...


"Hah kenapa ini, bentar Yud aku telpon Najma dulu,"


Ardi lalu melakukan panggilan telepon kepada Najma.

__ADS_1


"Halo, assalamualaikum Babe, kamu kenapa?"


__ADS_2