Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Satu


__ADS_3

Tiga anak manusia sedang duduk saling berhadapan di teras kafe dengan meja bundar dihadapan mereka.


Mereka sebenernya sudah cukup lama saling diam dan daling pandang kaya lagi kena sidang.


Suasananya ga enak banget. Tapi salah satu dari mereka malah santai saja. Menyesapi minuman jus alpukad didepannya dengan santainya.


"Ehem. Kalian baik sekali ngajak gue makan dikafe disaat gue nganggur gini" sang orang ketiga akhirnya ngomong. Yup Mediza namanya.


"Haloo kalian sebenernya kenapa sih ? Daritadi mingkem mulu. Gue nih jangan dianggurin. Gue tuh ga bisa diginiin" Deniza mendrama.


"Kita mau putus" Andin akhirnya bicara.


"Serius?" Mediz tanya serius tapi wajahnya tampak lempeng tanpa ada aura keseriusan disana.


"Kenapa?" Tanya lagi.


"Kita udah ga cocok" kali ini Andi yg menjawab.


"Ga cocok?"


"Kita slalu brantem"


"Slalu berantem?"


"Dan kita mau pisah"


"Pisah?"


"Kita serius Diz" geram Andin karna pernyataannya tadi hanya dianggap angin lalu oleh Mediz.


"Terus?"


"Ya kita mau putus"


"Apa hubungannya sama gue?" Tanya Mediz


"Ya kita mau kasih tahu loe"


"Terus kalau kasih tahu gue. Gue harusnya gimana? Balik kasih tempe sama kalian?" Sarkas Mediz


"Gini ya kalian tuh kaya gini tuh ga satu dua kali. Tapi berkali kali. Dan ujungnya kalian balik lagi kan ?"


"Tapi kali ini kita serius"

__ADS_1


"Seserius apa ?" Mereka diam.


"Ga bisa jawab kan ?"


Mediza menghela nafas.


"Ok gini kalian udah berapa lama pacaran?"


"Tiga tahun" jawab Andi


"Coba bayangin waktu tiga tahun itu ga sebentar. Kalau dibuat kredit motor seukuran orang kayak kita tuh udah lunas tahu ga"


"Kayak kita aja Diz bukan loe" Andi menimpali.


"Ok. Kayak kalian. Dan itu berarti itu bukan waktu yg sebentarkan. Ayolah dewasalah. Kalian bukan anak abg yg putus nyambung. Usia kalian saat ini tuh cocoknya udah bikinin cucu buat om dan tante tahu ga"


"Loe juga dong berarti " jawab Andi lagi.


"Eem gue ga masuk itungan. Gue kan ga ada couple. " elak Mediz.


"Ok balik ke topik"


"Jangan mudah ngomong putus. Kalau kalian niat putus pasti kalian ga akan ngajak gue kesini. Apaan mau putus kok dirundingin dulu. Ngajak kerja kelompok anak SMA kali" Mediz mencoba memberi petuah. *petuah katanya.


"Tapi kali ini kita ..." ucapan Andin terpotong oleh Mediz.


"Udah udah gue anggap pertemuan kali ini ga penting. Kalian masih saling cinta. Dan kalian cocok tahu ga sih"


"Dan loe ndi" tunjuk Mediz dengan dagunya kepada pemuda tampan itu.


"Loe lamar aja nih bekicot satu biar ga putus nyambung lagi. Biar lebih serius hubungan kalian." Saran Mediz.


"Dan loe Ndin" ganti menunjuk Andin.


"Terima lamaran si kodok biar bahagia kalian. Dan om sama tante juga pada seneng"


"Mau kan loe berdua ?" Tanya Mediz pada kedua sejoli yg galau kaya anak abg labil.


"Kamu mau aku lamar yank?" Tanya Andi sama Andin tiba tiba.


Andin terkejut.


"Kamu serius?" Tanya Andin

__ADS_1


"Jika kamu mau. Dan mulai minggu depan aku akan bekerja paruh waktu diperusahaan papa. Agar nanti pas nikah sama kamu aku udah siap" terang Andi dengan penuh semangat.


Tidak menyangka akan pernyataan Andi membuat Andin terharu dan matanya berkaca-kaca.


"Aku sayang kamu honey" ucap Andin sambil memeluk Andi penuh cinta. Lama mereka berpelukan membuat Mediz kesal. Soalnyakan dia jomblo. Nasib loe Diz.


"Terus gencet terus jangan sampe kendor" seru Mediz.


"Lupain orang ketiga disini. Lupain. Gue emang cuma ngontrak." Sindirnya.


Kedua temannya tadi cuma nyengir kuda sambil melepas pelukan.


"Tadi aja ngebet minta putus. Denger mau dilamar maen nyrobot peluk aja"


"Cih bucin ternyata" cibir Mediz.


"Eh loe tahu ga Ndi berarti tuh bekicot minta diseriusin dari dulu sama loe. Tapi loe nya aja ga peka "


"Diz apaan sih. " seru Andin malu malu.


"Tuh tuh bekicot antenanya ngumpet. Malu dia. Iiiiiiihhh" ledek Mediz nunjuk Andin yg sedang merah padam karna malu.


"Iya kayanya emang aku yg kurang peka Diz " timpal Andi tersenyum manis ke arah Andin.


"Ih kamu kok ikut ikutan ngledek sih yank. Jahat ih"


"Kalau tahu kamu minta diseriusin kaya gini aku bakalan dateng ke rumah kamu sama mama papa. Dan nglamar kamu " ucap Andi.


"Kalau gitu nanti malem siap siap ya. Aku mau ke rumah kamu" tambah Andi.


"Yank jangan bercanda deh."


"Ga yank aku serius" ucap Andi sungguh sungguh.


"Yank..."panggil Andin langsung menghambur memeluk kekasihnya itu.


Rasa haru melanda kedua sejoli itu tapi tidak dengan Mediz yg ngenez. *Nasib loe jomblo Diz. ^diem loe thor. Kan loe juga yg bikin cerita gue jomblo.


"Udah donk loe berdua mesra mesraannya. Ga liat gue miris liatnya"


"Miris karna ga punya pacar ya Diz?" Sindir Andi.


"Makanya jangan ngurus undangan orang lain terus. Nyari gebetan sono. " timpal Andin.

__ADS_1


"Ga kenal gua sama sono"


"Ntar aku kenalin Diz" ucap Andi.


__ADS_2