
"Udah deh jangan ngledekin gue mulu. Cari in kerjaan gue kek. Nganggur nih gue" curhat Mediz.
"Nganggur loe ga akan jatuh miskin Diz. Malah tambah kaya" ucap Andin.
"Ngepet kali gue."
"Ngepet kamu tetep wangi kok Diz" timpal Andi.
"Seriusan gue. Bosen gue nganggur gini. "
"Kerjain tugas aja biar ga bosen Diz. Biar cepet lulus tahun ini. Masa loe ga ngiri sama kita yg udah lulus dari tahun kemarin " ucap Andin menasehati.
"Nganan aja deh gue." Jawab Mediz ngawur.
"Kalau sampe papi mami kamu tahu kamu belum lulus bisa ditebas kamu Diz. Jadi tahun ini usahakan bisa wisuda." Tambah Andi.
"Males gue kalau soal kuliah. Jurusannya bikin gue pusing" keluh Mediz sedih.
"Kamu kan bikin usaha masak males kuliah bisnis? Kan ilmunya bisa langsung kamu praktekin diusaha kamu Diz. Jangan patah semangat gitu dong" Andi coba memberi semangat pada gadis itu.
"Iya iya gue usaha in lulus tahun ini. Tapi ga janji gue. Dosen penggantinya kalem banget. Susah diajak kompromi nilai" curhatnya.
"Semangat Diz" ucap Andin.
"Eh bukannya bulan jni ada pesanan undangan kata loe. " tambah Andin.
__ADS_1
"Iya. Undangan pertunangan. Punya e Sarah anak kedokteran itu. Tahukan loe pada?" Jawab Mediz.
"Dia mau tunangan sama siapa? Wah patah hati tuh cowok cowok kampus ditinggal kawin sama primadona kampus" ucap Andi.
"Belum tahu gue. Ga di kasih nama soalnya. Katanya undangannya ga boleh dikasih nama yg tunangan. Nanti sore mau ketemuan buat deal in undangannya" terang Mediz.
"Wah tajir kayanya calonnya. Emangnya kapan tunangannya Diz?"
Tanya Andin.
Ya memang Mediz punya usaha percetakan undangan. Yg sebenarnya harganya lumayan mahal. Karna memang undangannya itu untuk kalangan menengah keatas.
Bukannya sombong tapi memang target bisnis Mediz adalah untuk kalangan itu. Biar cepet kaya katanya.
"Dua minggu lagi. Dirumah calonnya kayanya. Soalnya kemarin pas tanya tanya dikasihnya alamat perumahan elit gitu." Ucap Mediz menyesapi jusnya.
"Eh bentar Sarah chat gue nih."
Sambil menunggu Mediz berbalas ria dengan Sarah di dunia onlinenya. Dua pasangan sejoli itu asyik bermesraan dengan bercanda ria dan sesekali membahas lamaran Andi nanti.
"Eh Sarah ngajak ketemuan satu jam lagi katanya. Calonnya ga bisa ketemuan kalau sore" terang Mediz setelah selesai membalas chat dari Sarah.
"Emangnya loe bawa contoh undangannya?" Tanya Andin.
"Bawa nih ditas"tunjuk Mediz ke tas disebelahnya duduk.
__ADS_1
"Kamu slalu bawa kemana mana undangannya Diz?" Tanya Andi.
"Ga. Kebetulan gue lagi ga pengen bolak balik ke percetakan jadinya gue bawa kesini karna nanti sore kan ketemuannya. " terang Mediz.
"Boleh liat contoh undangannya ga?" Ucap Andin dengan dibuat buat manja sambil menaik turunkan alisnya.
"Boleh" jawabnya.
Mediz mengambil contoh undangan didalam tasnya lalu menyerahkanna kepada Andin.
"Nih" sodor Mediz.
"Wah cantik dan keren banget undangannya Diz. Gila loe ya ternyata" kagum Andin dengan hasil cetakan undangan Mediz.
"Waras gue Ndin. Enak aja ngatain gue gila. "
"Loe tarif berapa nih undangan?"tanya Andi yg ikut melihat lihat undangan tersebut.
"Beda beda harganya tiap modelnya. Tapi kalau kalian mau pesen buat nikahan gue kasih tarif separo harga deh. Tapi sebagai gantinya ga ngasih kado kalau loe berdua nikah"
"Ga kasih kado tapi ampo tetep jalan kan Diz. " ucap Andin
"Ga. Kan udah gue kasih separo harga. Rugi gue kalau kasih ampo juga" tolak Mediz mentah.
"Pelit loe Diz" timpal Andin.
__ADS_1
"Iya iya gue kasih kado kalo loe berdua nikah"