
Wily selesai dengan rapatnya yang ternyata dengan indra kakak iparnya sendiri,
Tyo hanya mengatakam jika sebuah klinik mengajukan kerjasama dengan perusaan milik wily.
Wily tak.pernah melewatkan sedikit pun kesempatan jika berkaitan dengan bisnisnya
"terima kasih atas sambutannya pak wily" ucap indra sopan pada adik iparnya karena berada dilingkungan kantor
"jangan sungkan ndra, panggil nama saja seperti biasa!"ucap wily
"mana bisa begitu, jangan bilang kerjasama kita karena alasan keluarga!" tanya indra tak mau mencampur adukan masalah pribadi dan pekerjaan
"tentu saja tidak, bahkan membuat keputusan semalam saya tidak tahu jika itu klinik milikmu. masalah uang ngga ada saudaranya kalau kata orang!" jawab wily yang semakin akrab dengan kakak.dari istrinya
"syukurlah.. saya dapat rekomendasi dari papa dan penasaran sebagus apa produkmu hingga papa sampai mempromosikan dalam rapat perkumpulan pemilik rumah sakit di kota ini!" jelas indra yang melihat
Papanya sangat baik pada adik iparnya, bahkan banyak anak pengusaha yang tak kalah kaya juga menyukai intan tapi tak diizinkan oleh papanya dengan banyak alasan
"gimana lukanya, sudah sembuh atau makin parah?" lanjut indra
"sudah sembuh kok, cuma masih nyeri saja dibagian perut. Benarkan papa mempromosikan produk dari perusahaan ku?" wily masih tak percaya
"untuk apa saya bohong. Bagaimana kalau malam libur nanti kita kumpul sambil main catur dan barbequean dirumahku atau papa" ajak indra
"ide bagus, oh iya ini waktunya intan pulang belum bilang supir buat jemput. Tunggu sebentar!" wily menekan nomer ponsel supirnya san meminta untuk menjemput istrinya karena satu jam dari sekarang intam selesai dengan mata kuliahnya
"pengantin baru, gimana adik saya?" indra mulai berbicara santai
Setelah wily selesai dengan panggilan dengan supirnya
"apanya yang gimana? Ohh intan! Bangunnya susah banget terus mandinya lama." jawab wily jujur
"itu sudah bukan rahasia umum lagi, yang lainnya?" indra menekan ucapannya dengan lirikan mata yang berbeda
"belum ada yang aneh sih. Aman-aman saja untuk saat ini!" wily bukan tak mengerti maksud indra
"ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, hari ini jadwalnya tugas!" ucap indra berpamitan dengan wily
__ADS_1
"baiklah kakak ipar, sampai ketemu lain waktu!" jawab wily
"pak kita langsung kekantor atau jemput ibu dulu. Pak jaja barusam bilang harus antar ibu nita kerumah sakit jadwal cek up" tyo memberitahukan pada wily
Saat supirnya tak bisa melaksanakan tugas dari wily.
"!Kenapa ngga hubungi saya langsung! ada meeting lagi setelah ini?" tanya wily
Tak mau istrinya lama menunggu
"tidak pak, nanti sore sebelum jam pulang kantor ada pertemuan dengan beberapa vendor dipabrik. Itu saja jadwal hari ini" ucap tyo
"oke berangkat jemput istri saya!" ucap wily melangkah menuju parkir mobilnya
Di dalam mobil wily sibuk mencari nomer ponsel yang ingin ia hubungi tapi tak juga ketemu.
"sial belum saya save!" ucap wily mengumpat
Bisa'- bisanya ia tak meminta nomer ponsel istrinya. Dan sekarang bingung ingin meminta pada siapa tak mungkin papa mertuanya. Yang ada nanti akan banyak pertanyaan
"ada masalah pak?" tanya tyo
"siap bos!"
Kecepetan mobil ditingkatkan agar segera tiba. Dan benar saja perjalanan lancar sekitar lima belas menit waktu yang ditempuh
"pak itu ibu dilobi, diluar hujan!" ucap tyo
"bawakan payung, ajak segera pulang!" perintah wily tak tahan melihat senyum istrinya merekah untuk orang lain
"baik pak, laksanakan. Tapi nanti saya dikira suaminya gimana pak?" ucap tyo dengan berani
"kamu bosan kerja sama saya?" ancaman hampir setiap bos sepertinya
"selamat siang bu! Bapak menunggu dimobil!" ucap tyo menghampiri intan
__ADS_1
"tyo ya? Iya tunggu sebentar ya!" intan seperti menunggu seseorang
"hani, ayo pulang bareng aja aku dijemput!" ajak intan pada sahabatnya
"janganlah. Aku pulang sendiri aja! Kamu duluan!" tolak hani tak.mau memgganggu sahabatnya
"udah ayo, diluar hujan deras jangan pulang sendirian"
Menarik tangan hani agar mengikutinya
Intan menuju mobil mewah yang terparkir didekat pintu gerbang kampusnya
"mas katanya ada rapat?" tanya intan yang masuk.kedalam mobil duduk disamping suaminya yang tak lepas pamdangan dari ponselnya
"sudah tadi rapat dengan indra. Pak jaja ngga biaa jemput kamu jadi saya yang jemput!" ucap wily datar saja seperti jalan aspal
"ohh sama kak indra, mas antar temanku dulu ya kasian hujan!" pinta intan
"hmmmm!" jawab wily singkat
"ayo jalan tyo, kita ke apartemen hanj dulu. Nanti dia yang tunjukan jalannya!" ucap intan yang seperti biasa sangat energik
"mas sibuk banget ya, aku boleh main diapartemen hani dulu ngga mas?" tanya intan
"ngga! Pulang kerumah mama herlina pulang kerja saya jemput. Ada yang ingin saya bicarakan dengan papa!" ucap wily
"oke lah.. Lain kali saja ya han, belum dapat Sim akunya!" ucap intan
"sim apa?" tanya wily
"surat izin main" lanjut intan
Tyo dan hani ketawa dengan candaan receh intan
"bisa diam tidak! Kalian sangat berisik sekali menggangu konsentrasi saja!" ucap wily
"aspal!" ledek intan
__ADS_1
tak ada kata lagi semuanya sibuk dengan ponselnya masing- masing kecuali tyo.tentunya