
"Wih tumben nih bocah atu datang ke kampus. Pagi pagi lagi" cerocos Dani teman satu angakatan Mediz dan juga satu fakultas.
"Ya. Gue mau wisuda tahun ini" Mediz langsung duduk dibangku samping Dani.
"Widih serius nih? Mau nyusul dua temen loe itu?" Tanya Dani.
"Temen gue ga kemana mana ngapain. Gue susulin?"
"Ya elah loe tau dah maksud gue"
"Ada tugas ga dari pak Zafir dari pertemuan terakhir?" Tanya gadis itu sambil mengeluarkan bukunya.
"Ga ada. Tapi loe dicariin tuh sama tuh dosen. Suka kali dia sama loe"
"Iya suka ngasih tugas maksudnya" sungut Mediz.
"Kalau dia suka sama loe ga bakal dikasih tugas tapi dikasih cinta. Hahhaha"
"Ck. Iya cinta tugas"
Akhirnya jam kuliah Mediz selesai. Mediz adalah tipe orang yg malas kuliah dan belajar. Makanya dia ga lulus tepat waktu. *author: tidak patut ditiru ya gaes. Bener bener jangan. Sejuta jangan.
"Diz loe mau kemana habis ini?" Tanya Dani.
"Pulang kayanya. Ngerjain tugas." Jawab Mediz beranjak pergi.
"Nge mall yuk" ajak Dani.
"Ngapain? Lagi males gue"
"Nonton atau ga ke toko buku?" Saean Dani.
__ADS_1
"Em ok lah." Jawab Mediz.
"Tapi jangan lama lama ya gue bener benee harus ngerjain tugas. Sama hukumannya pak Zafir. "
Ya Mediz dapat hukuman dari Zafir karna dia tidak masuk saat Zafir ngajar terakhir kali tanpa alasan.
"Siap. Yuk jalan" ajak Dani sambil merangkul Mediz.
"Ih jangan rangkul rangkul tangan loe berat"
"Beratan mana sama hidup loe?"
"Beratan hidup loe" jawab Mediz.
"Gue tanya hidup loe bukan hidup gue. " sungut Dani.
"Hahhaha. Iya iya ga usah pake tanduk ngomongnya. "
Setelah menpuh perjalanan 30 menit akhirnya sampilahvmereka di mall.
"Nonton aja yuk. Ada film action baagus katanya. " tawar Mediz.
"Ayuk ajalah"
Akhirnya Mediz dan Dani memilih nonton. Dan hampir dua jam berkutat dengan bioskop. Mereka keluar dari ruangam yg dominan dengan kegelapan tersebut.
"Langsung toko buku nih?" Tanya Dani setelah keluar dari gedung bioskop.
Mediz memang suka sekali dengan namanya toko buku. Katanya aroma buku buku baru itu menenangkan. Dia memang malas untuk kuliah tapi tidak dengan membaca buku. Dia sangat suka dengan itu. *author: nah ini ga papa ditiru. Suka Baca bukunya lho ya bukan malasnya.
"Yup. Tapi gue ketoilet dulu ya. Loe langsung aja kesana. Nanti gue nyusul. "
__ADS_1
"Yakin. Ga akan nyasar loe nanti"
"Gue bukan balita yg bisa nyasar di mall"
"Ya kali. Masak nyasar dihati gue. Gue sih mau mau aja. " ucap Dani sambil senyum senyum.
"Idih ogah. Hati loe sempit"
"Ya nanti gue tambah luasnya kalau loe yg masuk "
"Lapangan kali luas"
"Udah sana gue mau ketoilet. Makin ngawur kalau ngladenin loe" ucap Mediz sambil dorong Dani.
"Iya iya. Jangan lama lama ya"
"Ok" jawab Mediz sambil menunjukkan jari jempolnya.
Mediz jalan menuju toilet. Setelah beberapa saat memuntaskan kegiatannya ditoilet. Dia berjalan menuju lantai tiga tempat toko buku.
Setelah sampai dilantai tiga dia langsung menuju toko buku. Dia berhenti saat melihat seseorang yg dikenalnya sedang berdiri mematung dengan tatapan yg sulit diartikan. Karna Mediz melihatnya dari samping akhirnya dia mengikuti arah yg dilihat orang itu.
"Astaga!" Mediz kaget menutup mulutnya. Melihat pemandangan didepannya itu.
Seketika Zafir menoleh karna mendengar seruan Mediz tadi.
"Kenapa harus gue lagi sih yg harus liat kejadian ini" gumam Mediz.
"Mediza?" Ucap Zafir. Lalu dia menoleh lagi kearah dua sejoli yg sedang bergandengan tangan dengan mesra dan tanpa mereka ketahui dua pasang mata sedang menatap mereka dengan pandangan yg... err sulit diartikan.
"Pak Zafir" Mediz tidak tahu harus bagaimana sekarang.
__ADS_1
Dua sejoli tadi sudah pergi dan sudah tak terlihat. Zafir dan Mediz saling pandang. Dan entah kenapa keduanya menghela nafas berat.
"Ikut saya" tiba tiba Zafir menarik tangan Mediz untuk memgikutinya.