
"Sudah Kak, aku lapar," protes Cinta saat Rangga ingin memulai kembali setelah pelepasan mereka yang kesekian kali.
Waktu sudah menunjukkan jam 12:00 siang, artinya mereka melakukannya sudah hampir 2 jam terhitung sejak jam 10:00 pagi tadi. Badan Cinta sudah terasa remuk redam. Pegal dan nyeri di mana-mana akibat pertempuran sengit mereka.
Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku pada Rangga, pria itu masih terlihat prima. Padahal selama gencatan senjata berlangsung, Rangga yang terus memimpin. Mengarahkan Cinta pada posisi yang tepat bak seorang sutradara film yang mengatur posisi artisnya di setiap adegan.
"Sebentar lagi, tanggung Sweetheart, " pinta Rangga yang menatap Cinta dengan wajah melas.
"Enggak, aku laper. Kamu gak liat ini udah jam berapa." Cinta meraih jam tangan Rangga yang tergeletak sembarangan di atas ranjang karena pria itu melemparnya asal tadi.
"Nih liat, udah waktunya jam makan siang malah." Dengan cemberut Cinta menunjuk jarum jam yang terlihat di alroji itu. Rangga menjawab dengan menunjukkan cengiran bodohnya.
"Udah ah, aku mau mandi." Mendorong bahu Rangga dengan kesal.
"Kamu mau makan siang apa? Makan di kamar, apa di restoran di bawah?" rayu Rangga saat dengan wajah cemberut Cinta meninggalkannya ke kamar mandi.
"Aku mau pulang. Makan siang di rumah aja bareng ayah sama ibu. Aku juga sudah kangen sama Sunny," jawab Cinta dengan nada setengah berteriak dari dalam kamar mandi.
"Astaga, aku lupa. Tar sore jadwal ayah sama ibu berangkat." Rangga menepuk jidatnya. Dia sudah melupakan hal yang sangat penting. Bisa-bisanya dia melupakan jadwal penerbangan Reyhan dan Diana. (Efek si adik Joni keenakan kali ya baru ketemu rumahnya setelah sekian tahun jadinya lupa segalanya😂)
Bergegas Rangga menyusul Cinta ke kamar mandi.
"Ih, aku gak mau lagi ya. Gak mau pokoknya." Cinta yang berdiri di bawah guyuran shower sudah protes duluan sebelum Rangga melakukan apa pun padanya.
"Lho, memangnya aku mau ngapain, aku cuma mau ikutan mandi, Sayang." Rangga tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi. Sebenarnya dia ingin menggoda Cinta tetapi, mengingat waktunya tidak banyak, dia menahan keinginannya.
"Bener lho, awas aja kalo tangannya gentayangan ke mana-mana."
"Tenang aja Sayang, si Joni udah bobok kalem."
"Joni?" Cinta menaikkan sebelah alisnya.
"Iya Joni, dia lagi tidur sekarang." Rangga tersenyum geli saat melihat ekspresi kebingungan Cinta.
__ADS_1
"Siapa sih Joni? Emang dia tidur di mana?" Masih belum memahami maksud Rangga.
"Joni adik aku. Dia lagi tidur di sini,"
"Lho, bukannya adik kamu namanya Ben ya? Kapan datangnya? Kok bisa jadi Joni, emang udah ganti namanya?"
"Bukan Ben, Sayang. Ini adikku yang satunya. Dia sangat hebat, kepalanya ada dua. Bisa nyembur. Setetes dari semburannya aja bisa menghadirkan kehidupan baru. Dia sebenarnya kalem, tapi sangat sensitif dengan sentuhan. Apalagi kalo yang nyentuh itu kamu. Pasti dia langsung berubah agresif."
"Apaan sih kepalanya ada dua, jangan ngada-ngada deh." Cinta mematikan shower, lalu melirik Rangga sebentar. Kemudian, dia menyentuh dagunya, tampak memikirkan sesuatu. Wajah polosnya membuat Rangga semakin gemas. Ingin rasanya Rangga kembali melahap istrinya itu.
"Bukannya ibu Laura sudah tidak bisa melahirkan lagi, Kak? Mana sih Joni, bangunin aja Kak, bentar lagi kita 'kan mau keluar. Tanyain Joni mau ikut gak," ujar Cinta masih dengan wajah polosnya.
"Jelaslah Joni ikut tapi, percuma Sayang, Joni gak bakalan mau bangun kalau gak kamu yang bangunin." Menunjukan wajah seriusnya, seserius tatapan Cinta padanya.
"Kamu gak percaya? Atau kamu mau coba?" Mengerlingkan sebelah matanya.
Tanpa menunggu jawaban Cinta, Rangga segera meraih tangan Cinta dan mengarahkannya ke tempat Joni berada.
"Ini namanya Joni, Sayang, masak kamu gak ngenalin dia." Mata Cinta membulat sempurna setelah menyadari siapa Joni yang dimaksud Rangga. Dengan cepat dia menarik kembali tangannya setelah dirasa si Joni terbangun dan berubah ukuran, menjadi keras dan membesar. Nampaknya benar yang dibilang Rangga, Joni terbangun begitu dia menyentuhnya.
"Ih, apaan sih. Dasar me*sum!" Cinta memalingkan wajahnya yang sudah memerah hingga ke telinga.
Sementara Rangga tergelak sampai keluar air mata saking senangnya setelah berhasil mengerjai Cinta, hingga wajah Cinta menjadi semerah tomat.
"Habisnya kamu tega sama Joni, melupakannya begitu saja. Bahkan setelah pisah lima tahun kamu malah gak mau megang dia. Padahal Joni yang udah berjasa menciptakan Sunny." Rangga pura-pura merengut.
__ADS_1
"Aku mana ngerti maksud Kakak tuh apa. Lagian geli tau Kak, aku 'kan belum pernah megang si Jon ...." Cinta seketika menggigit bibir bawahnya begitu menyadari ucapan.
Rangga tersenyum licik. "Makanya, mulai sekarang dibiasain dong. Kita nikah udah lima tahun lho, masak tangan kamu belum kenalan sama Joni." Kembali meraih tangan Cinta untuk memegang Joni.
"Udah ah me*sumnya. Malu tau!" Cinta menarik kembali tangannya. Wajahnya kembali bersemu merah.
"Kenapa malu? Aku suamimu dan kita sudah menikah lima tahun, sudah memiliki Sunny, masak masih malu."
"Udah ah, aku mau mandi aja." Kembali menghidupkan shower, lalu menenggelamkan tubuhnya di bawah guyuran air shower .
"Gak bisa, tanggung jawab dulu." Rangga ikut masuk ke bawah guyuran shower.
*Mumpung a*yah sama ibu berangkat jam lima. Jadi, masih ada waktu empat jam lagi, hehehehe ....
"Tanggung jawab apa sih?" Suara Cinta beradu dengan suara gemericik air yang jatuh dari shower.
"Kamu udah bangunin Joni, sekarang kamu harus tidurin dia lagi." Sudah melu*mat bibir Cinta. Namun, dengan cepat Cinta mendorong dada Rangga hingga panggutan bibirnya terlepas.
"Itu tadi 'kan kamu sendiri yang sur ...." Rangga kembali membungkam bibir Cinta dengan bibirnya.
Dengan masih berada di bawah guyuran air shower, satu tangan Rangga meraih tengkuk Cinta untuk memperdalam ciumannya, sedangkan tangan satunya mendekap erat pinggang Cinta agar gadis itu tidak bisa melepaskan diri.
Cinta yang awalnya berontak akhirnya pasrah, karena tenaganya kalah kuat dengan Rangga.
Bukankah tadi yang menyuruhku membangunkan Joni adalah dia, kenapa jadi aku yang harus bertanggung jawab? Jangan bilang dia sengaja menjebakku. Hm, awas ya Jon, habis ini aku jadikan jagung bakar kamu. Dasar! Punya dua kepala tapi, gak ada otaknya. Benar-benar gak ada ahlak!
...****************...
Yuk ramaikan😆
Jangan lupa jempolnya, hadiah sm vote malah lebih bagus (dasar othor byk maunya🤭)
__ADS_1