Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Tidur diranjang


__ADS_3

"ma,  kapan kita akan menengok mantu kita, kasihan kan wily sedang sakit jadi jangan mereka yang kesini" ucap pak aji merasa bangga dengan mantunya


"besok ya pa, indra dan zahra sekalian kita ajak. mama sudah bilang ke mereka agar ikut kita sekalian mengantar barang intan." ucap mama herlina


"papa senang ma, intan dapat laki-laki yang papa rasa dia orang baik. dia adalah salah satu klien papa dalam pengadaan alat kesehatan. bahkan sebelumnya papa pernah becanda pada wily jika dia belum menikah papa ingin dia yang jadi menantu papa" ucap pak aji jujur


"papa kayak paranormal saja! tapi mama juga berharap begitu. cara wily memperlakukan mamanya, mama yakin dia anak yang baik." sahut mama herlina


"ayo kita tidur pa, biar besok bangun segar ada juna juga pasti butuh banyak energi" ajak  mama herlina


*****



"selamat malam" intan bersiap untuk tidur sementara wily masih sibuk dengan tumpukan berkas dimeja kerjanya


"hemmm, tidurlah diranjang biar saya saja yang tidur di sofa" ucap wily tanpa melihat  intan


"ngga usah kak, aku bisa tidur dimana saja kok. tenang saja" jawab intan tetap tidur disofa dan memainkan ponselnya menghubungi sahabatnya

__ADS_1


"ngga usah bantah, kalau tetap maksa jangan kaget jika besok pindah ke ranjang" sahut wily


"mulai deh ngancem lagi, oke aku pindah tapi jangan berani-berani ikut tidur diranjang. kalau ngga mau tuh barang kakak kena tendangan maut" ancam intan berjaga-jaga


"ngga tertarik" jawab wily singkat


dengan segera intan pindah ke ranjang luas milik wily dengan senang hati, " aku bukan jahat ya. tapi kakak yang maksa" intan menganggap wily sama seperti indra sebagai kakaknya


wily terkejut dengan ucapan aneh yang baru ia dengar dari bocah yang ia nikahi tadi pagi, tak menghiraukan wily tetap bekerja


hari pernikahan dan malam pertama yang biasa dinantikan banyak pengantin, tapi tidak untuk intan dan wily yang menganggap pernikahannya hanya sebuah status saja


"arrgggghhh" entah apa yang dirasakan wily


tak kuat berlama-lama memandang wajah intan yang polos dan putih mulus, tak mau mengingkari janjinya sampai intan sendiri yang mencabut perjanjiannya


wily membersihkan badanya agar segar dan menghilangkan pikiran-pikran dewasanya. setelahnya ia merebahkan tubuhnya yang lelah disofa panjang yang ada dikamarnya


"sudah tidurkah?" pesan masuk dari ponsel wily saat akan memejamkan matanya

__ADS_1


dilihatnya nomer baru yang belum ada didaftar kontaknya.


"siapa?" balas wily penasaran


"indra, gimana lukanya" balas indra yang mendapatkan nomer adik iparnya dari papanya


"lumayan, terima kasih bantuannya! perlukan ku panggil kak?" canda wily


"syukurlah, jangan buat gerakan yang terlalu keras dalamnya masih belum kering! panggil indra saja tak perlu kaku" balas indra lagi


"tenang saja adikmu aman!" jawab wily yang sepertinya indra ingin memastikan adiknya


"itu terserahmu saja, kalian sudah sah! hanya saja kalau boleh meminta jangan dipaksakan" balas indra yang tak tega dengan adiknya


yang dia ketahui mungkin saat ini adiknya sedang menangis karena pernikahan yang bukan seseuai dengan harapannya.


"tenang saja!" balas wily singkat matanya sudah mulai sulit untuk diajak terjaga


ia terlelap dengan tidur tanpa atasan yang biasa dilakukan kebanyakan kaum pria

__ADS_1


__ADS_2