
"bu, puspa mau bicara! Ibu sedang sibuk tidak?" tanya puspa melihat ibunya didapur cafe milik orang tuanya
"sebentar ya sayang, ibu angkat kuenya dulu!" ucap bu rita
Puspa menunggu dimeja yang ada didapur sambil melihat para pegawai lain sedang memasak dan membuatkan minuman
"mba puspa mau minum apa?" tanya salah seorang pegawai ibu rita
"aku mau air minel dingin aja, makasih ya bu!" ucap puspa ramah
"ada apa nak? Sepertinya serius sekali!" ucap bu rita yang merupakan orang tua tunggal untuk puspa
Ayahnya sudah lama meninggal karena penyakit jantung
"ibu duduk dulu, tapi janji jangan marah ya bu!" puspa agak takut jika ibunya tak setuju
"belum bicara gimana ibu tahu harus marah atau tidak, katakan jujur kamu kenapa?" bu rita takut anaknya berbuat yang tidak seharusnya
"bu, maafin puspa. Puspa juga tahu mungkin ini tidak benar!"
"tunggu dulu! Kamu hamil?" bu rita berteriak membuat para karywannya menoleh dan ikut terkejut
"buuukann bu, bu---bukan itu puspa ngga hamil! Puspa mau dilamar!" jawab puspa terbata-bata
Takut orang salah paham dengan ucapan ibunya
"tapi bukan karena hamil kan?" tegas bu rita
Puspa menggelengkan kepalanya " tentu saja tidak!" jawab puspa
__ADS_1
"lalu apanya yang tidak benar, apa dia suami orang!" tanya bu rita lagi
"bukan bu, dia masih lajang dan belum punya istri! Dengerin dulu dong bu,
Kakaknya meminta mengadakan pertemuan keluarga untuk berkenalan.
Puspa sudah hampir satu tahun ini pacaran sama wendi. Yang waktu itu puspa kenalin ke ibu!" ucap puspa
"ohh wendi, tapi wendi kan belum kerja nak. Tapi ngga masalah kalian bisa kelola cafe ibu
Asal kalian saling mencintai. Ibu setuju saja!" jawab bu rita santai
"bu, ibu ngga marah sama puspa! Ibu mau ketemu sama keluarga wendi bu?" puspa merasa lega dan sangat senang pastinya
mama wendi juga sudah bertemu dengan puspa sebelumnya dan juga orangnya sangat ramah
Meski sudah menikah nanti. ibu ngga minta apa-apa selain itu!" ucap bu rita
Puspa memeluk mamanya dengan erat. Kasih sayang dan dukungan bu rita yang membuat puspa menjadi anak yang baik
"Kapan keluarga wendi akan datang?" tanya bu rita
"terserah ibu kapan mau atur waktunya, mereka menunggu tanggalnya dari ibu!" jawab puspa
Tak sabar ia ingijln menyampaikan pada wendi yang juga ssdang menunggu kabar baik dari puspa
"kalai begitu minggu depan saja, bagaimana kalau dirumah saja?" ucap bu rita
Awalnya puspa ragu tapi ia yakin jika wendi dan keluarganya menerimanya ia tak perlu ragu dan tak.perlu ada yang ditutupi.
__ADS_1
Puspa tak se kaya intan tapi ia juga tak menikahi wendi karena harta.
Selama ini dia merasa cukup dengan yang diberikan ibunya
"iya bu, nanti puspa sampaikan. Kalau begitu puspa mau kekantor dulu bu. Hari ini magang terakhir!" pamit puspa pada ibunya
"hati-hati nak!" bu rita pun merasa sedih tapi juga lega
Anaknya sudah tumbuh dewasa tanpa ia sadari, sejak ayahnya puspa sakit-sakitan bu rita lah yang menggantikan sebagai tulang punggung keluarga.
Dan dari kerja kerasnya kafe yang sekarang cukup ramai dapat menyekolahkan dan mencukupi kebutuhan hidup keluarganya
.
.
.
"yank, ibu sudah kasih restu. Minggu depan kami mengundang kerumah!" ucap puspa tanpa ragu pada wendi
Keduanya memang magang dalam satu kantor yang sama
"benarkah! Syukurlah aku akan persiapkan semuanya dengan baik.
Kamu benar-benar siap menjadi istriku? Aku tak sekaya kakakku tapi aku akan bertanggung jawab untuk menjadikanmu wanita yang paling bahagia!" janji wendi
Puspa tersipu malu mendengarnya
"jangan menggombal disini!, ayo buat laporam agar segera selesai!" ajak puspa pada wendi
__ADS_1