Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Pada iri kan!


__ADS_3

direstoran hotel


"ehemmmm, yang lupa sama sahabatnya!" ledek puspa dan hani yang datang bersamaan


"apaan sih, makanya cepetan nikah! Biarrrr...." intan berhenti bicara wily menatapnya seolah tak ingin intan bicara lagi


"dihhh ngga dilanjutin masak!" sahut hani


"kalian makan saja, kita akan segera berangkat kan" ucap intan lagi yang belum tahu jika liburannya diperpanjang oleh suaminya


"lahhhh kemana aje neng! Masak sampe ngga dikasih tahu kita nambah dua hari lagi!" ucap puspa dan hani ikut mengetawakan intan


Yang tak.tahu informasi padahal bersama dengan sumbernya semalam


"mas beneran emang? Kita belum pulang hari ini!" tanya intan tak.percaya sahabatnya suka sekali menggodanya atau becanda


"hemmm, mas juga mau liburan! Jadi kalian harus kasih tahu tempat bagus yang sudah kalian kunjungi!" ucap wily


"siappp boss!" jawab intan, hani dan juga puspa


Wily tersenyum melihat kekompakan tiga sahabat yang tak terpisahkan


"selamat pagi pak, maaf mendadak mr. Ronald datang bersama istrinya dan beliau juga berharap anda membawa istri anda. Karena tahu sedang ada disini juga!" ucap tyo yang baru datang membawa tas berisi laptop dan juga berkas dan juga paper bag besar


"jam berapa mr. Ronald datang?" tanya wily melihat jam ditangannya yang sekarang menjukan pukul tujuh pagi


"jam sepuluh pak, saya sudah reservasi tempatnya dihotel ini. Dan saya sudah siapkan baju untuk bu bos pak!" tyo yang selalu cekatan meski umurnya terbilang lebih muda dari wily


"terima kasih, makanlah dulu dan bangunkan wendi saya akan bersiap bersama istri saya!" ucap wily menyelesaikan sarapannya


Lalu meminum kopi hangat dicangkirnya yang tak pernah ketinggalan setiap pagi hari


"baik pak!" tyo meletakan tasnya dan duduk diantara puspa dan hani


tyo memesan makanan untuk sarapan dan tak menyapa seorang pun disana. Seperti bosnya yang terlihat cuek dan tegas sebenarnya tyo punya sisi konyol dan suka becanda pada orang yang memanb sudah dikenalnya


"ayo sayang!" wily beranjak mengulurkan tangannya pada intan dan sebelah lagi membawa paper bag berisi baju untuk istrinya


Intan menyambut tangan wily dan berjalan beriringan


"uhhhuuukkk......uhuukk!" tyo tersedak saat meminum air


Mendengar bos nya yang berubah seratus delapan puluh derajat setelah menikah. Dan baru kali ini didepan publik begitu romantis

__ADS_1


Bahkan dulu dia mengatakan tak bisa hidup tanpa karin yang membuat sikapnya dingin bak salju dikutub utara,


Namun kini salju itu mencair dengan hangatnya cinta baru yang sedang tumbuh


Hani dengan sigap mengambilkan tisu dan memberikan pada tyo


"terima kasih!" ucap tyo sopan dam ramah


Berbeda dengan raut wajahnya saat tiba tadi


"sama-sama!" ucap hani santai


...**...


"sayang ganti bajumu dengan ini, tyo menyiapkan dua baju pilih saja yang kamu suka!" ucap wily yang juga membuka kopernya dan mengambil stelan jas yang sudah disiapkan oleh asistennya


"oke!" intan memilih diantara dua baju dan masuk kekamar mandi


u



Sepuluh menit kemudian


"bagus sayang, tapi bisa coba yang satunya lagi?" apapun yang dipakai istrinya tentunya sangat cocok tapi kurang pas menurutnya untuk kali ini


"oke!" intan kembali kekamar mandi dan mengganti bajunya



"kalau yang ini mas?" intan keluar kamar mandi dengan baju yang terakhir tak ada pilihan lagi jika suaminya tak cocok


wily terdiam sejenak. Betapa makin mempesonanya istrinya mengenakan baju khas dari Indonesia yang membuat intan terlihat sempurna


"aku sih yess!" ucap wily meniru gaya seseorang berbicara


"emang udah ngga ada lagi. Atau aku punya dress yang kemarin baru beli!" ucap intan menyarankan pada wily jika mungkin masih kurang sesuai dengan yang intan pakai kali ini


"engga perlu! Ini sudah yang paling cocok. Mr. Ronald dan istrinya sangat suka budaya dari negara kita! Kamu terlalu cantik hari ini rasanya mas ngga mau berbagi sama orang lain. Kecantikanmu!" ucap wily mulai berani menggombal


"apa sih mas, ngga mempan gombalanmu!" ucap intan melintasi wily dan mencari sepatu dan tas yang senada dengan baju yang ia kenakan saat ini


"untung kemarin beli ini!" ucap intan menemukan tas dan juga sepatu yang cocok

__ADS_1


"kamu belanja banyak tapi tak ada tagihan buat mas sayang? Kamu pakai cash!" tanya wily kartu yang diberikan pada istrinya biasanya jika dipakai akan mendapatakan pemberitahuan


"ngga! Aku pakai tabunganku hasil malak kak indra!" jawab intan jujur


Tapi membuat wily kesal


"kenapa masih minta kakak, kan sudah punya suami nanti apa kata papa jika anaknya tak diberikan uang belanja!" wily cemberut


"tapi kan mas, uang tabunganku hak pernah dipakai yang dikasih papa sama kak indra juga masih banyak!" ucap intan tak mau memanfaatkan suaminya


"terus juga mas udah bayarin semua perjalanan liburan kami bertiga. Aku kan malu!" ucap intan merasa takut wily marah


"sayang! Sini duduk.


Ingat ya lain kali jangan ulangi lagi. apa gunanya mas kerja siang malam kalau uangnya tak kamu gunakan


tabunganmu dulu simpan saja atau gunakan untuk hal sosial misalnya. Pasti lebih bermanfaat


Dan mulai sekarang habiskan uang yang mas kasih. Jika kurang minta lagi biar mas makin semangat untuk bekerja


Mengerti!"


Wily menasehati panjang lebar pada istrinya. Ya maklum saja sejak kecil intan sudah terbiasa banyak uang jadi wily tak mau setelah menikah dengannya anak yang diambil dari orang tua


Yang menyayanginya dan membesarkannya. Malah dibuat sengsara


"iya mas! Tapi jangan marah" ucap intan menunduk


"hmmm.. Mas tak akan bisa marah padamu! Sudah ayo kita berangkat. Jangan sampai telat" ajak wily


"intan pinjem kunci dong, mau ambil barang-barang gue!" ucap hani yang datang bersama puspa mau mengambil barangnya dan memindahkan pada kamar yang lain


karena tak mungkin lagi tidur bersama intan yang sekarang sudah bersama pawangnya


"ini! Jangan acak-acak barang gue ya!" ancam intan


"ngga! Tenang aja. kita mau jalan-jalan duluan ya. Loe kan udah sama suami tercinta jadi pasti kita dilupain!" ucap puspa


"iya bener mentang-mentang disusulin langsung nempel banget kayak perangko!" lanjut hani


"kalian iri ya! kasian deh loe!" jawab intan lalu menggandeng tangan suaminya


Ia membalikan kepalanya dan menjulurkan lidahnya

__ADS_1


Meledek dua sahabatnya yang memang sedang iri tapi bukan yang negatif


__ADS_2