Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Kemarahan Ocha


__ADS_3

Sore ini Ocha putuskan untuk menemui Bastian, Ocha tidak bisa diam lagi ia harus bicara dengan Bastian. Tega sekali dia mengkhianati sahabatnya, yang begitu tulus dan setia padanya.


Ocha menunggu Bastian di sebuah taman yang dulu sering Anin, Ocha dan Vina kunjungi. Ocha tersenyum melihat kursi panjang yang sering ia dan ke dua sahabatnya duduki. Ocha ingin duduk disana, tapi ia urung karna ada 3 gadis berseragam sekolah yang duduk disana. Ocha jadi ingat dimana dulu ia dan kedua sahabatnya itu tertawa, bercanda sambil makan es cream di kursi itu.


Ocha duduk disalah satu kursi kosong disana,10 menit Ocha menunggu. Akhirnya Bastian datang menghampirinya, ia duduk disamping Ocha dengan sedikit jarak.


"Ada apa cha, tumben Lo ngajak ketemuan. Di taman pula?" Ucap Bastian terkekeh pelan.


Ocha menatap Bastian sinis, "Setelah semua yang terjadi, gue gak nyangka Lo masih bisa ketawa!" Ucap Ocha sinis.


"Maksud Lo?" Bastian menatap Ocha tak mengerti.


"Gue udah tau semuanya..." Bastian menyerngit ia masih belum paham kemana arah pembicaraan Ocha.


"Kenapa Lo tega ngkhianatin sahabat gue?" Bentak Ocha menekan kata-katanya dengan sedikit berteriak.


Ocha tak mampu lagi menahan emosinya, padahal sejak tadi ia berusaha bersikap tenang. Tapi, saat melihat wajah Bastian yang sok polos membuat amarahnya memuncak.


"Cha, Lo tenang dong. Gak usah teriak-teriak, malu diliatin orang!" Memperingati Ocha yang saat ini tengah menatapnya marah.


"Gue gak peduli sama mereka, yang gue peduliin sekarang itu adalah Anin. Beraninya Lo bohongin dia, apa maksud Lo ngekhianatin Anin? Hah!" Ucap Ocha marah.


Bastian terkejut, apa Ocha mengetahui hubungan nya dengan Anin? Tapi bagaimana bisa, apa Vina mengatakan sesuatu pada Ocha? Beragam pertanyaan muncul dikepala nya.


"Maksud Lo ngekhianatin apa sih Cha? Gue gak ngerti!"


"Alah udah deh. Lo gak usah pura-pura, gue tau hubungan Lo dan Vina. Bastian!" Ucap Ocha penuh penekanan.


Bastian membelalak ia terkejut sampai ia tak mampu berbicara. Rasa takut mulai muncul di hatinya, Bastian takut jika Ocha mengatakan nya pada Anin. Bastian tidak ingin jika pernikahan nya dengan Anin sampai batal.


Tiba-tiba Bastian tertawa, "Lo nuduh gue? Emang Lo punya bukti?" Menatap Ocha, seolah meremehkan ucapan Ocha.


"Gue punya banyak bukti, Bastian! Denger baik-baik, gue gak akan ngebiarin Lo menikah dengan Anin" ancam Ocha.


"Kalo Lo punya bukti, mana gue mau liat bukti Lo itu?" Seru Bastian, Ocha tersenyum smirk.


"Kenapa Lo takut?"


"Lo jangan macem-macem Cha. Gue gak akan ngebiarin siapa pun menghalangi pernikahan gue, termasuk Lo!" Tegas Bastian.

__ADS_1


"Lo pikir gue bakal diem aja. Ngebiarin masa depan sahabat gue hancur, gak Bas! Gue gak akan ngebiarin Anin menikahi laki-laki pembohong besar seperti Lo!" Ocha beranjak dari duduknya.


"Cha tunggu! Gue mohon Cha, jangan kasih tau Anin. Gue sangat mencintainya, gue gak mau kehilangan dia Cha..." Bastian menatap Ocha dengan tatapan memohon.


Ocha sangat marah sekarang, dadanya terlihat naik turun. Bahkan matanya terlihat berembun.


"Kalo Lo cinta sama dia, kenapa Lo ngelakuin ini? Harusnya Lo inget, kalo Lo udah punya Anin. Tapi kenapa, Lo malah berhubungan dengan Vina yang jelas-jelas dia sahabat gue dan Anin?" Sentak Ocha kesal.


"Gue gak tau Cha, kalo Vina itu sahabat kalian. Sejak awal gue belum pernah liat wajah dia---" Ucap Bastian terpotong,


"Oh berarti kalau pun Vina itu bukan sahabat Anin, Lo bakal tetap selingkuh sama dia gitu?" Sela Ocha.


"Buka Cha, bukan gitu..." Bastian bingung bagaimana cara menjelaskan nya pada Ocha. Ia juga tidak tau sejak kapan ia merasa nyaman pada Vina waktu itu.


Bastian hanya kesepian ia merindukan seseorang yang selalu memperhatikan nya, memberi perhatian padanya dan selalu ada disisinya sebagai teman bicara dikala ia lelah.


Dan, saat itu Vina lah yang selalu mengisi kekosongan nya. Bukan berarti Bastian melupakan Anin, ia tidak pernah sedetikpun melupakan nya. Saat itu Vina selalu memberikan keinginan nya termasuk saat Bastian menciumnya, Vina tidak pernah menolak. Berbeda dengan Anin yang selalu menolaknya dengan alasan belum menikah.


Bastian juga pria normal, ia ingin mendapat cinta dan bisa mencurahkan nya secara langsung. Bukan hanya dari perkataan saja. Namun, Bastian lupa jika ketulusan dan kepercayaan Anin padanya sangatlah besar.


Anin rela menunggunya walau Bastian tak pernah memberinya kabar sama sekali. Anin selalu percaya pada cinta nya, Anin selalu berharap Bastian selalu menjaga hati nya. Seperti halnya Anin yang selalu menjaga hati nya hanya untuk Bastian.


"Padahal dia juga sibuk mengurus bisnis yang ia rintis dari nol. Tapi Anin selalu nyempetin buat ngirimin Lo kabar, walaupun Lo gak pernah bales dia" air mata Ocha luruh mengingat bagaimana sahabatnya dulu berjuang menjaga cintanya.


Jika, Ocha yang berada di posisi Anin pasti Ocha sudah menyerah dan memutuskan hubungan ini lebih dulu.


"Banyak pria yang mau menggeser Lo dihatinya. Tapi Anin, dia tidak pernah menanggapi mereka semua. Karna apa? Itu karna dia sudah melabuhkan hati nya sama Lo dan hanya Lo yang berkuasa di hatinya. Walaupun Lo ngelupain dia, tapi Anin gak pernah lupa sama Lo. Dia menutup mata dan telinganya, saat orang-orang mengatakan kalo Lo udah gak peduli sama dia. Bahkan Anin masih belain Lo, saat ada pria yang mencoba mendekatinya dan mengatakan kalo Lo punya cewe baru disana. Itu karna Anin sangat mempercayai Lo!" Ocha menghapus kasar air matanya.


"Tapi-- ternyata Lo malah enak-enakan selingkuh disana, itupun sama sahabat cewe Lo sendiri!" Menunjuk dada Bastian kasar.


"Lo mikir gak gimana perasaan Anin? Kalo dia tau semua ini. Lo mikir gak! Gimana hancurnya Anin nanti? Apa Lo gak pernah mikirin perasaan dia sebelum Lo melakukan pengkhianatan ini?" Kesal Ocha menunjuk-nunjuk Bastian.


Saking kesalnya, Ocha sampai tak mempedulikan kalau Bastian lebih dewasa darinya. Bahkan jika ikut ke hati Ocha ingin sekali memukuli pria didepan nya ini.


"Sebenarnya kenapa sih Bas? Gue tau Lo gak kaya gini, Lo bukan Bastian yang gue kenal dulu. Apa alasan Lo mengkhianati Anin? Apa salah Anin sama Lo?" Ucap Ocha merendahkan nada suaranya.


"Anin sama sekali gak salah Cha. Ini murni kesalahan gue, harusnya gue gak mudah tergoda. Harusnya gue tidak mengikuti ke egoisan gue, gue terlalu serakah Cha. Tapi-- orang yang harus disalahkan atas semua ini adalah... Vina!" Tatapan nya lurus kedepan, namun penuh dengan api amarah.


Ocha menatap Bastian ragu, "Vina yang udah jebak gue, dia yang godain gue duluan. Padahal dia tau kalau gue tunangan Anin, tapi dia nutupin semua itu dari gue. Dia sengaja gak ngasih tau gue kalau dia itu sahabat kalian" jelas Bastian apa adanya.

__ADS_1


Ocha diam, ia tidak menjawab maupun berekspresi. Toh Ocha sendiri sudah tau semuanya.


"Tolong Cha. Gue mohon... Gue sangat mencintai Anin. Kasih gue kesempatan, jangan kasih tau Anin semuanya, gue bakal selesain urusan gue sama Vina. Gue janji setelah pernikahan ini gue akan selalu membahagiakan Anin, gue cuma mau menebus semua kesalahan gue sama Anin. Gue juga nyesel Cha, tolong Cha... Gue mohon!" Menatap Ocha penuh harap dengan kedua tangan ia tangkupkan.


Ocha diam, ia melihat ketulusan di mata Bastian. Tapi mana sanggup Ocha membiarkan hidup sahabatnya hancur. Gak Ocha gak bisa membiarkan semua ini terjadi, selamanya Ocha akan merasa bersalah jika ia tidak mengatakan kebenaran ini pada Anin.


"Sorry Bas, tapi gue gak bisa. Gue gak akan ngebiarin siapa pun menyakiti Anin, gue gak bisa diam aja kaya gini!"


"Cha... Tolong maafin gue! Gue gak bisa kalau gue harus kehilangan dia Cha, pleas ngertiin gue untuk kali ini aja. Gue janji akan mengatakan semuanya pada Anin jika pernikahan ini sudah selesai."


Ocha berbalik menatap Bastian tajam, "Lo gila! Kalo gitu mending Lo bunuh Anin aja sekalian," Emosi Ocha kembali tersulut, menjeda ucapan nya berusaha meredan amarahnya.


"Lo mau nikahin Anin dengan kebohongan? Lo tau gak bagi perempuan, pernikahan itu sakral dan bukan main-main. Kalo Lo menikahi Anin dengan kebohongan, gue yakin Anin akan lebih memilih mati dari pada harus memulai hubungan yang dipenuhi kebohongan dan pengkhianatan!" Ucap Ocha menusuk.


"Tapi Cha... Gue--"


"Enggak Bas! Pernikahan ini salah, ini bukan jalan keluar yang benar. Lo tau gimana Anin, Bas? Dia akan melakukan apapun demi keadilan, kalaupun pernikahan ini terjadi. Kehidupan Anin akan hancur, semuanya bakal jadi berantakan. Kalo Lo emang menyesal, seharusnya Lo jujur sama Anin. Bukan malah menyembunyikan ini semua dari nya. Lo selesain baik-baik, minta maaf sama dia! Seharusnya Lo bisa memperbaiki benang yang sudah kusut itu kembali lurus, bukan malah membuat semuanya menjadi semakin kusut!" Jelas Ocha memberi Bastian pengertian, melihat Bastian hanya diam.


"Lo pikirin baik-baik, cepat ambil keputusan. Selesain semua ini, jangan sampe Lo terlambat!" Kemudian Ocha pergi meninggalkan Bastian begitu saja. Ocha harus kembali mencari Anin.


Sejak awal Ocha sangat mendukung hubungan Anin dan Bastian. Bastian adalah laki-laki yang baik, ia sangat pengertian dan lucu, bahkan walaupun ia memiliki kekayaan yang berlimpah. Namun, Bastian selalu bersikap ramah dan tidak pernah sombong.


Dulu Bastian sangat menyayangi Anin, Ocha bisa melihat ikatan kuat diantara keduanya. Karna dulu saat mereka kuliah, Bastian adalah salah satu pria most wanted di kampus. Namun, Bastian tak pernah menanggapi para fans nya. Perhatian nya selalu tertuju hanya pada Anin seorang.


Mereka berdua termasuk salah satu couple goals di kampus, karna sama hal nya dengan Bastian Anin juga memiliki banyak fans dikampus.


Bastian diam. Ia mencerna semua perkataan Ocha, "Ocha benar. Seharusnya gue jujur sejak awal sama Anin, mungkin semua ini gak akan menjadi semakin rumit!" Gumam Bastian menyesal.


"Haishh!!!" Meninju udara frustasi.


...****************...


Huaa...🥱


Gak ada yang ngasih kopi gitu buat Author😁


Maaf, hari ini cuma bisa up satu episode...🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like Vote and Komen, terimakasih☺️

__ADS_1


__ADS_2