
"makan yang banyak intan jangan sungkan, sepertinya suamimu tak memperhatikanmu!" ucap tante widya menyindir keponakannya
Ya tentu saja om dan tantenya kesal sudah satu bulan lebih intan berada dikantor tapi baru sekarang wily datang dan memperkenalkan
"iya tante" intan membalas singkat karena sedang makan malam dan tak sopan jika banyak bicara
Wily mendengus dan melirik pada tantenya, yang dibalas senyuman tak kalah sinis
Lalu melanjutkan makan malam bersama tanpa suara
.
.
.
"kalian akan pulang kapan?" tanya om doni setelah semua selesai makan dan duduk bersama diteras rumah disamping kolam renang
yang juga banyak bunga disekelilingnya
"tante suka bunga juga kaya mama nita?" tanya intan
"iya, kamu mau lihat koleksi tante lebih banyak dari mamamu, jika tahu dia akan iri! Ayo tante kasih liat!" ajak tante widya yang diberikan kode oleh suaminya agar mengajak intan menyingkir dari obrolan lelaki
intan mengikuti tante widya yang menjelaskan macam-macam bunga miliknya
Sementara wily membahas hal serius pada om nya
"om bisa ngga intan besok selesai magangnya?" tanya wily dan juga berarti sebuah permintaan
"kenapa mendadak sih wil, om belum cari penggantinya
Lagian sebenarnya ada apa antara kalian. Suami istri tapi ngga tahu kehidupan masing-masing!
Ingat ya wil, mama mu pernah disakiti laki-laki. Dan kamu tidak boleh mewarisi sifat papamu.
Om lihat intan anak yang baik. Bahkan ia tak pernah dekat dengan lelaki selama disini, padahal kalian jauh!"
"ceritanya sangat panjang om, dan yang jelas ada kesalah pahaman diantara kami
Dan kami belum sama-sama dewasa untuk menghadapinya saat itu!"
Ucap wily kesal mengingat betapa bodohnya ia melepaskan begitu saja separuh jiwanya
Dengan alasan cinta tulus
Nyatanya dia sendiri yang galau
"lalu apakah sekarang kalian sudah bisa dewasa? Apa yang akan kamu lakukan" tanya om doni
Ia sangat menjaga hati wanita, selain istri dan anak perempuannya dia juga punya kakak wanita yang pernah dikhianati oleh pasangannya
"yang jelas, wily akan mengajak intan untuk bersama kembali dan.memulai semua dari awal lagi. Karena pernikahan kami memang awalnya hanya seperti ajang permainan semata.
Tapi jika diberi kesempatan wily akan perbaiki semuanya om, om bisa kan bantu wily?
Pinta wily pada om yang ia anggap sosok pengganti ayahnya
"om akan usahakan! Tapi semua terserah pada intan. Jangan dipaksakan
Jika memang kalian berjodoh pasti akan ada jalannya.
Dan untuk urusan magang, om anggap intan sudah lulus
Dia mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.
Om hampir tak percaya dia adalah anak salah satu orang penting!" ucap om doni sambil mengusap punggung wily
Punggung yang menanggung beban berat sejak orang tuanya berpisah. Ia terpaksa melepaskan cita-cita dan cintanya demi keluarganya
Ia yang selalu tegar menjadi kepala keluarga. Dan terbentuklah sifat dinginnya
Wily nampak senang dengan jawaban om doni, kini tinggal merayu mertua dan juga istrinya tentunya
.
.
__ADS_1
Ditaman
"tante punya anak berapa?" tanya intan setelah keduanya berkeliling kebun dan duduk di gazebo bersama tante widya
"ada dua, yang laki-laki pertama seusiamu kurang lebih.
Beda lima bulan saja dengan wendi.
Yang kedua tante juga ngga menyangka diumur yang sudah tak muda masih diberi kepercayaan.
Anak kedua tante perempuan berusia sepuluh tahun!" ucap tante widya
"tante masih sangat muda kok, sama kayak mama nita kalau kita jalan bertiga pasti seperti kakak adik!" ucap intan memuji
"ahhh bisa saja kamu, tante sampe malu!" tante widya kembali tersenyum
"semoga tante nanti bisa punya menantu sepertimu!" lanjut tante widya
Intan membalas senyum tante widya dan memeluknya seperti mama nita dan mama herlina
"ohh iyaa, tante ngga tahu apa masalahnya atau bagaimana permasalahan kalian berdua
Tapi tante hanya ingin kasih tahu.
Wily adalah sosok ayah untuk adik dan juga saudara yang dibawah umurnya.
Dia tegas, bijak pintar dan misterius!!
Itu semua terbentuk karena masalalunya. Tante harap kamu dengar langsung dari wily
Sebenarnya dia sangat penyayang tapi mungkin dia tak tahu bagaimana menyampaikannya
Jadi jika kalian memang masih saling mencintai tante sangat mendukung untuk kalian bersama
Tante jamin wily adalah lelaki idaman yang banyak dicari wanita.
Dan sangat serasi denganmu wanita cantik, pintar dan pastinya mencintai wily!" tante widya banyak lagi bercerita
Dan intan menganggukkan kepalanya.
ia baru menyadari selama ini memang wily begitu sangat memperhatikannya
"ehemmm!" wily datang dan melihat intan menggelayut manja pada tantenya
"apa sih wil, kamu kan bisa kapan saja! " ucap tante widya yang umurnya memang tak jauh berbeda
"biarin aja tante, sama adiknya sendiri aja cemburu. Mana ada kakak seperti itu!" ucap intan mengadu
"tentu saja! Wendi kan sudah dewasa, kalau seusia juna ngga masalah" sahut wily tanpa rasa bersalah
"sudah malam kalian tidurlah, besok kekantor dulu berpamitan sebelum pergi.
Om sudah hubungi pihak kampus dan papamu juga setuju kamu pulang dengan wily!" ucap om doni
intan mengganga terkejut dengan ucapan om doni
"besok om? Intan sudah selesai magangny? Apa kerjaan intan buruk ya om kok selesainya cepat sekali?" intan ketakutan
"kamu masih betah emang disini?" tanya tante widya menyahuti intan sengaja menggoda wily
"ya engga juga sih tante, tapi kenapa mendadak aku belum persiapan apa-apa!" ucap intan bingung
"ngga ada yang perlu kamu siapkan. Tinggalkan saja semua pekerjaan karena besok sekretaris om sudah selesai masa cutinya!
Ayo masuk sudah malam" ajak om doni
Intan masih terdiam.ditempatnya
"sayang ayo!" ajak wily menarik tangan intan
Sementara om doni dan tante widya sudah masuk.kedalam rumahnya
"tunggu dulu! mas kesini bukan mau hancurin kerja aku kan?" intan menatap penuh curiga
"kita bicarakan saja dikamar, ayo! Disini dilihat orang!" ajak wily
Dan intan pun menurut saja
__ADS_1
Sampai dikamar
"tunggu sebentar!"
Wily mengambil ponselnya dan menekan tombol
"halo pa,!" sebuah panggilan video masuk
"ada apa lagi wil? Kamu gagal rayu intan
Seret aja bawa pulang sudah!" ucap papa aji
Pada wily dengan dukungan penuh
"papa!!!!!" intan berteriak kesal
Wily menutup mulut intan agar tak kedengaran sampai luar kamar
"kamu jauh dari papa makin ngga sopan ya! Nih ma anakmu lihat tingkahnya!" papa aji mengadu pada istrinya yang sangat ditakuti oleh anak-anaknya
"hehehe ampun ma, intan hanya kaget. Kalian kenapa kompak banget sih suruh aku pulang. Padahal aku betah disini
Mungkin punya mama dan papa baru atau punya,, engga jadii!" intan melirik wily dan mengehentikan ucapannya
"besok ikut pulang dengan suamimu dan jangan membantah, sisanya kalia. Atur sendiri papa mau buat adik biar kamu ngga manja lagi!" ucap papa aji
Yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari mama herlina
Kemudian panggilan videonya dimatikan
"kalian semua sekongkol ya, awas saja!" intan amat kesal
"awas apa?" wily mengajak intan duduk disisi ranjang dan memegang tangannya
"mau kah kau melanjutkan pernikahan ini?" wily berjongkok dan membuka sebuah kotak berisi cincin
"mau ngga ya?" tangan intan bergetar
Bak lamaran impian setiap wanita
Yaitu lelakinya berjongkok dan mengatakan kata indah
"jangan lama-lama dong sayang, pegel nih lutut mas!" ucap wily mengeluh
"baru juga sebentar! Ya udah bangun ngga usah jongkok segala!
Tapi ada syaratnya!" ucap intan
"hemm bersyarat? Oke apapun itu asal jangan minta untuk menjauhimu lagi!" ucap wily
"pertama jangan bikin baby dulu
Kedua aku mau tinggal hanya berdua saja
Ketiga mas ngga boleh selingkuh!" ucap intan
"yang pertama lihat situasi ya, kalau kamu memancing artinya bukan salah mas
Kedua, itu sangat mudah kamu mau tinggal dimana?
Ketiga kamu tak perlu ragu lagi pada ketulusan cintaku.
Dan akan kubuktikan padamu!" ucap wily
"oke kita sepakat!" intan mengkodekan agar cincinya dimasukan ke jari tangannya
Salahnya adalah ia menggunaka mulutnya
Cup
"emmm, tuh kan!" intan mendengus
"loh tadi minta kan? Dengan senang hati dong!" wily tak mau kalah
"cincin maksudnya!" intan mengibaskan tangannya
"ohhh ya maaf!"
__ADS_1
Keduanya menikmati malam saling bersandar tanpa ada kata
Dihati keduanya sama yaitu bahagia