
pagi hari tak seperti biasanya wily yang bangun selalu pagi hari tapin tidak untuk hari ini, matanya masih tertutup lekat dan mimpinya enggan meninggalkanya
"mas, bangun mas mama dan wensi sudah menunggu dibawah" intan memanggil wily namun tak ada sahutan
dunia seakan terbalik biasanya intan yang akan kena omelan dari wily karena seringnya bangun yang kesiangan dari pada suaminya
"mas, bangun ngga! kalau ngga bangun aku siram air ya!" ucap intan menirukan gaya biacara wily saat membangunkanya dipagi hari
"aku hitung
satu
dua
ti......." ucapan intan terhenti
tanganya tertarik dan tubuhnya ikut terjatuh disamping wily yang masih enggan membuka matanya
"mas, bangun ini apa-apaan sioh" kesal intan tubuhnya dalam pelukan wily yang semakin erat dan menganggapnya sebagai guling
"mas lepasin ngga, atau aku teriak dan panggil mama biar semua orang heboh dirumah" ucap intan mengancam
tak ada jawaban dari wily, intan berusaha memberontak dan terus menggerakkan badannya yang membelakangi wily
"hentikan gerakanmu jika kau tak mau lihat lelaki dewasa bangun dan membuatmu terkejut" ucap wily dalam suara paraunya has bangun tidur
suara yang keluar tepat dibelakang telingan intan membuat bulu kuduknya sekujur tubuh merinding.namun bukan intan jia tak menganggap larangan adalah perintah
dia terus memberontak hingga wily benar-benar tebangun dan kali ini mengungkung tubuh intan yang berada dibawahnya
"kamu!!! kamu dasar bocoh nakal" wily mengecup kening intan untuk pertama kalinya
hasratnya meminginkan lebih namun kali ini pikirannya masih bisa ia kendalikan. wily meninggalkan intan dalam tubuh bekunya akibat perbuatan wily
"sana keluar saya mau mandi dan bersiap" wily sebenrnya juga malu akan perbuatanya tapi apa mau dikata semua sudah terjadi dan membuatnya senang bisa menyentuh wanita yang memang seharusnya
"biasanya juga mandi dan ganti baju aja ada aku, kenapa sekarang suruh pergi!" tolak intan
"boleh saja kalau mau melanjutkan yang tadi" goda wily ingin melihat reaksi intan
tentu saja wajah intan memerah tak menyangka jawaban wily akan membuatnya panas dingin,
"dasar tua keladi" intan meninggalkan kamar keduanya dan wily yang senang melihat reaski dari intan
__ADS_1
"astaga apa yang aku lakukan, bukankah ia sudah berjanji untuk tak menyentuh istrinya tanpa kemauan istrinya" gumam wily
bukan salahya jika tak bisa terus menahan, kucing mana yang menolak ikan salmon!
.
.
.
"bos, ada pak ardi didalam" ucap tyo memberitahukan keberadaan sahabat bosnya yang datang mengunjunginya
wily tiba dikantor setelah mengantarkan intan kekampus terlebih dahulu, tak ada yang memintanya namun itu ia jadikan sebagai salah satu tanggung jawabnya sebagai suami
"oke, kamu lanjutkan pekerjaanmu" ucap wily pada tyo lalu masuk kedalam ruangannya
"hai bro, pengantin baru jam segini baru datang! begadang terus sepertinya" goda ardi saat sahabatnya memasuki ruangan
"ngga usah banyak omong! tumben amat pagi buta sudah sampai sini" tanya wily yang duduk berhadapan dengan ardi dan menengguk kopi milik ardi yang ada dimeja
"ini sudah jam sembilan dan loe bilang ini pagi buta, astaga pengaruh istrimu sangat kuat ya!" ucap ardi lagi
" iya benar pengaruh istri, semalaman gue ngga bisa tidur dibuatnya sedangkan pelakunya tidur dengan lelapnya" ucap wily pada ardi yang memang keduanya sejak dulu sering bertukar maslaah
"diam bisa ngga sih loe, sekalian aja pakai toak biar semua pegawai denger! bukan gitu maksud gue
dia mancing-mancing dan dengan mudahnya begitu saja gue terpancing, pelakunya dengan santainya tidur dan itu membuat gue ngga bisa tidur sampai pagi" jelas wily yang makin kesal diabuat sahabatnya yang salah paham
"ohhhh, masih punya hati juga ternyata loe!" ucap ardi
"sialan loe, mau ngapain kesini biasanya malem baru ada waktu buat orang lain" sindir wily
"ngga usah nyindir deh, kayak cewek aja loe
gue mau menikah dan calon istri gue maunya pakai gedung milik bokap loe, kira-kira loe bisa bantu ngga ya. gue udah hubungi marketingnya dan untuk dua bulan lagi sudah penuh" jelas ardi
wily berfikir sebelum mengambil keputusan "gue punya tempat yang bisa dijadikan tempat pesta pernikahan tapi out door. kalau mau gue kasih gratis sekalian tim dekorasinya sesuai keinginan istri loe gimana" tawar wily penuh pertimbangan
dia tak mau lagi berusurusan dengan lelaki yang sudah menyakiti ibu dan juga adiknya
"sory ya wil, gue ngga ngertiin loe banget kalau begini, tapi itu permintaan chika" ucap ardi merasa bersalah
sabagai sahabat ia sudah tak tahu mau dengan mengungkit masalalu sahabatnya sendiri
__ADS_1
"bukan gue masalahnya, tapi nyokap gue loe tau sendiri kan" ucap wily menjelaskan agar ardi tak salah paham
"akan gue kasih tahu chika dulu, semoga dia mau berubah pikiran" ucap ardi
"gue yang harusnya minta maaf ngga bisa bantu! kalau chika setuju langsung hubungi tyo aja nanti akan diarahkan ke pengurus nya langsung" ucap wily
ardi berpamitan karena masih ada rapat juga yang akan dilakukan dikantornya,
ponsel wily berdering
"hemmm ada apa wen?" tanya wily malas pada adiknya
"kak buruan ke kampus, intan eh maksudku istri kakak berantem sama mahasiswa lain" ucap wendi yang sambil memisahkan intan
"apa? tunggu disana" wily menyahut kunci mobil dan dangan kecepatan tinggi mengendarainya perasaanya sudah kacau mendengar istrinya berkelahi
.
.
.
"ada apa ini?" wily melihat intan yang mendapatkan luka diwajahnya dan juga rambut yang sedikit acak-acakan
wily geram dan mencari siapa pelaku yang sudah berani menyentuh intan
suara para mahasiswi yang terpesona dengan ketampanan pria dewasa yang baru saja hadir ditengah perkelahian sengit
"kak wily!"
"riana! ngapain kamu disini?" tanya wily pada adik karin
"kakak ngapain disini? aku lagi memberi pelajaran pada wanita sok suci itu yang ternyata menikahi om-om karena hamil duluan kak" ucap riana dengan tatapan sinis pada intan
"maksudnya?" wily tak paham apa yang dikatakan oleh riana
"dia yang aku maksud kak" tunjuk riana pada intan yang sedang diobati lukanya oleh temannya
wily geram dengan ucapan riana. "jaga ucapanmu, kali ini akan saya biarkan jika lain kali siapa pun disini ada yang berani menyentuh istri saya, jangan harap sejengkal tanganpun kalian bisa lari" ucap wily yang kesal namun masih menghargai karin yang ia anggap sebagai temannya saat ini
"ayo kita pulang, tolong bawakan barang intan kemobil" ucap wili pada wendi dan sahabat intan
sedangkan intan hanya terdiam karena malu akan sikapnya, terlebih wily datang dan menjemputnya membuatnya makin merasa bersalah
__ADS_1