Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Pertemuan keluarga


__ADS_3


"pagi istriku! Nyenyak tidurnya?" intan menengok kebelakang memcari suara suaminya


"heemm, lebih nyenyak dari kemarin!" jawab intan dengan wajah polos khas bangun tidur


Yang terlihat cantik alami


"cantik banget istri mas, ayo bersiap lalu turun kita ada acara hari ini!" ajak wily


"kemana mas?" intan menghampiri wily yang sudah terlihat rapih dan sangat tampan tentu saja


"ketemu papaku!" jawab wily namun raut wajahnya memperlihatkan ketidaksukaannya


"maaf baru kasih tahu sekarang, karena!...."


"sssttttt!! Ngga usah dijelaskan. Aku mandi dulu ya!" intan memotong ucapan wily


Yang terlihat tak nyaman dengan penjelasannya


Intan mengerti jika wily tidak berhubungan baik dengan papanya yang selama ini intan fikir sudah meninggal


Tapi ternyata setelah mendengar dari tante widya. Intan tahu betapa wily sangat berbesar hati


"oke sayang, jangan lama-lama. Temanmu sudah tak sabar mencarimu sejak tadi!" ucap wily sebelum intan masuk.kamar mandi


Intan hanya melempar senyuman pada suaminta tanpa membalas ucapannya


.


.


.


Intan bukanlah wanita yang tipe mandinya lama, setelah selesai ia menuju lemari mencari baju yang cocok untuk bertemu mertua lelakinya untuk pertama kali


"mas aku pakai yang mana?" intan menunjukan dua baju yang modelnya hampir sama


Ada warna merah dan hitam dengan panjang dibawah lutut


"warna lain ada ngga sayang? Dua warna itu terlalu menggoda untukmu!" ucap wily menolak kedua pilihan intan


"yahh gimana dong, aku belum beli baju lagi udah lama" ucap intan mencari-cari lagi baju dilemari


"ini saja!" ucap wily menyerahkan kotak berisi baju dengan warna nude yang sangat pas dan serasi dengan pakaian yang dikenakan wily saat ini


"oke!" intan mengambil kotak dari wily dan segera mengenakannya didepan wily tanpa rasa malu


Karena ia setengah sadar. Jika sudah terburu-buru


"jangan mancing-mancing ya sayang! Atau kita ngga jadi pergi sekarang" wily menghela nafasnya


Istrinya seakan sengaja menggodanya


"ayo sayang turun!" intan sudah siap dengan riasan sederhana yang sangat cantik dan dress pemberian wily yang sangat cocok dibadan intan


"hmmm, ayo!" wily frustasi


.


.


"lama banget sih kak, papa sudah mengomel nih!" ucap wendi mengeluh kesal dimarahi papanya


"brisik banget, kiara dimana?" tanya wily


"kita jemput sekalian jalan saja ya kak, kiara ikut pulang sama mama semalam!" jawab wendi


" emmm kamu hani bisa mulai bekerja mulai besok. Hari ini pulang saja diantarkan tyo

__ADS_1


Hari ini intan sibuk bersama saya!


Puspa ikut wendi ketemu papanya!" ucap wily


Membuat wendi tak terima


"itu papa bersama ya!" protes wendi


"ayo berangkat! Tyo antarkan anak orang sampai rumah dengan selamat! Jangan macem-macem! Dan hari ini kamu bisa cuti seharian" perintah wily pada asistennya


Yang sudah sangat banyak membantu pekerjaan wily dikantor maupun pribadi


"baik pak!" tyo mengatarkan hani sesuai perintah


"pakai mobil kakak saja, kamu yang mengemudi!" perintah wily pada wendi


"baiklah bos, ayo yank!" ajak wendi pada puspa


Sedangkan intan naik dikursi tengah bersama suami


Puspa nampak sedikit pucat, mendengar akan dikenalkan pada papa pacarnya


Yang semalam.sudah ia liat sekilas sangat galak


"kamu tenang ya yank, ada kak wily ngga usah takut!" ucap wendi menenangkan


"kamu pikir saya pawang!" jawab wily kesal pada adiknya


"jangan galak-galak dong mas! Yang ada puspa makin takut!" protes intan


Sambil berbisik " nanti malam kita siapkan yang paling spesial buat lanjutkan yang tertunda!"


Intan melihat raut wajah wily berubah. Wajahnya nampak bersemangat


Lalu wily menjawab dengan tanpa malu "persiapkan dirimu!"


"kenapa intan?" tanya puspa


"kalau sudah menikah kalian harus panggil.istri saya kak, jangan cuma nama saja!" tegas wily


Intan, puspa dan wendi tertawa mendengarnya


"mas biarkan saja mereka mau panggil apa, aku juga masih sangat muda kan!" ucap intan


"ngga bisa, harus sesuai aturan!" tegas wily ketiganya berhenti tertawa seketika


.


.


.


.


Tiba disebuah hotel mewah tempat pertemuan wily dan papanya.


Disebuah restoran pada hotel tersebut


setelah menjemput kiara dan tiba dihotel


"kiara, sini nak!" ucap bu resti setelah semingu lamanya tak bertemu anak perempuannya


"biarkan dia didekat saya!" ucap wily tak membiarkan adiknya bahkan dekat dengan orang tua kandungnya


"saya sudah pesankan makanan kesukaan kalian!" ucap pak baron pada anak-anaknya


"mba, saya mau pesan


Ayo sayang pilih menu yang kamu mau!" ucap wily pada intan

__ADS_1


Dan juga wendi beserta pacarnya


"jadi apa kepentingan apa, meminta berkumpul disini?" tanya wily


"kita kan belum mengenal sebagai keluarga, terutama istrimu dan juga calon pendamping wendi" ucap bu resti


"kita bukan keluarga! Kalian sudaj tahu istriku dan saya harap jangan ganggu wendi atau kiara dengan perjodohan kalian yang tidak bermutu!" ucap wily dengan santainya tapi tatapannya sangat tajam dan senyumnya sinis


"wily! Saya masih papamu!" ucap pak baron tak terima


"karena kamu sudah menikah maka tak perlu ku urus lagi, tapi untuk kiara dan wendi masih tanggung jawab papa!


Kiara akan kembali tinggal.dan menikah dengan martin dengan cara apapun!


Wendi kamu cari calon istri yang setara dengan kita! Papa akan kenalkan dengan anak relasi bisnis papa!" ucap pak baron tanpa hati


"cukup pa!" kiara dan wendi bersamaan


"kiara sangat sayang dan menghormati papa, tapi kiara rasa kak wily lebih tahu memperlakukan manusia!" ucap kiara membantah


"wendi juga ngga butuh anak relasi papa, untuk apa? Untuk menjalin bisnis bukan?


Papa ngga pernah berubah!" ucap wendi penuh amarah


Tangannya menggengam puspa agar tak melampaui batasnya


"sudah! Sudah!" bu resti menenangkan suara


Wily hanya tersenyum sinis dan meminum segelas air


"ini pasti ulah mamamu yang sudah meracuni pikiran kalian. Benarkan!" ucap pak baron


"pa! Cukup sudah, selama ini papa yang sudah mengatakan hal buruk tentang mama nita!"


Bu resti terkejut anaknya memanggil mantan istri dari suaminya dengan sebutan mama


"kiara! Sejak kapan kamu berani memebentak.papamu!" pak baron sampai berdiri tak terima


"pa, kiara sangat disayang dan diperhatikan, bahkan mereka tak pernah menyebut nama kalian apalagi dalam hal keburukan!" kiara masih membela


"saya rasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi sekarang, kiara kamu boleh pulang dan kemana pun yang membuatmu nyaman. Jika ingin tetap bersama kakak. Kita pulang sekarang!" ucap wily menggandeng tangan intan yang sejak tadi hanya diam saja melihat


Keributan


Mungkin ini yang membuat wily tak mau menceritakan papanya selama ini


"tunggu! Jangan harap kalian bisa tenang jika melawanku!" ucap pak baron


Wily berbalik arah dan menggebrak meja


"sekali saja anda menyentuh keluargaku! Tak akan ku biarkan bisnis dan senyum mu mengembang sedikit pun! Jangan pernah coba-coba!" ancam wily


Tangannya mengepal namun sebelahnya lagi menggenggam intan


"kita pulang sekarang, ajak wily pada adik-adiknya dan intan!"


Saat berada dimobil


"maafkan kakak, pertemuan ini menjadi tak menyenangkan!" ucap wily merasa bersalah


Harusnya dia tak egois, adiknya juga butuh papanya


"engga perlu minta maaf kak, kami tahu seperti apa papa. Kiara akan selalu dukung kakak.


Maafkan papa ya kak, kak intan dan kak puspa!" kiara juga merasa tak enak hati pada kakak iparnya


"tidak masalah kiara!" jawab intan santai


"aku tidak apa-apa kok!" jawab puspa sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2