
"Oma, aku keluar sebentar. Titip Sunny ya, Oma?" Cinta mengenakan jaketnya dengan cepat, lalu meraih kunci mobil yang terletak di atas nakas.
"Kamu mau ke mana? Ini sudah malam," tanya Soraya cemas.
"Ke hotel Oma, ini sangat mendesak." Cinta mencium punggung tangan Soraya, "aku pamit, Oma." Dengan tergesa-gesa dia meninggalkan Soraya yang sedang membuat susu untuk Sunny.
Setengah berlari Cinta menuju mobilnya, menyalakan mesin lalu melajukan mobil itu menuju hotel tempat kerjanya. Sepanjang jalan pikirannya terus melayang mengingat ucapan Diana di telepon tadi.
"Rangga kritis hingga akhirnya mengalami koma. Kami sudah hampir putus asa tapi, tanpa diduga keajaiban itu datang. Setelah hampir satu tahun mengalami koma, Rangga akhirnya siuman tapi, dia tidak bisa mengingat siapa pun."
"Apa?! Bagaimana bisa?"
"Dokter mengatakan Rangga mengalami amnesia. Dokter juga melarang kami untuk memaksakan Rangga mengingat semuanya karena bisa menyakiti Rangga kembali. Dia akan mengeluh kepalanya sakit bahkan sampai muntah setiap kami berusaha memancing ingatannya."
"Kenapa bisa begitu, Bu?"
"Kepalanya mengalami benturan keras saat kecelakaan. Kata dokter, benturan itu menyebabkan kerusakan pada sistem limbik pada otak Rangga. Setelah memikirkan banyak pertimbangan, sekretaris Jonathan memutuskan membawa Rangga berobat ke Singapura."
Air mata Cinta mengalir deras. Dia menyesali sikap egoisnya. Karena sikap egoisnya, Rangga hampir kehilangan nyawanya. Bahkan dengan kejamnya dia tidak pernah mau peduli. Dia menolak mendengarkan ucapan dari orang-orang yang ingin memberi kabar tentang pria itu.
"Setelah itu ibu dan ayah tidak pernah lagi bertemu dengan mereka. Terakhir ayahmu mendapat kabar mereka menetap di sana dan membangun bisnis sendiri."
"Maafkan aku, Kak," isak Cinta. Berkali-kali dia mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Dia merasa sangat menyesal. Cinta begitu larut dalam penyesalannya, hingga tidak menyadari mobil yang dia kendarai telah sampai di hotelnya.
"Selamat malam Bu Cinta," sapa seorang gadis yang berdiri di meja resepsionis.
"Malam, mbak bisa cek tamu atas nama Ben Damian Ezra, masih menginap di sini apa tidak?" tanya Cinta dengan wajah panik.
"Baik, tunggu sebentar ya Bu," ucap gadis itu yang dijawab anggukan oleh Cinta.
"Tuan Ben Damian Ezra, masih Bu,"
"Room berapa?" tanya Cinta tidak sabar.
"Tapi Bu, Tuan Ben sedang tidak di kamarnya saat ini."
"Ha?" Cinta tampak kecewa.
"Di sini Tuan Ben barusan menulis pesan, beliau sedang di lagoon."
"Ok, terima kasih." Cinta segera berlari menuju lagoon hotel.
__ADS_1
...****************...
"Ben! Tuan Ben!" panggil Cinta. Namun, tidak terdengar jawaban. Hanya suara deburan ombak yang beradu dengan iringan musik dari restoran yang terletak di dekat lagoon.
Cinta mengedarkan pandangannya tetapi, tidak menemukan Ben di area pantai. Kemudian, dia meneliti restoran dari tempatnya berdiri, hanya terlihat beberapa tamu yang sedang menikmati makan malam mereka dan Ben tidak ada di sana.
"Ben! Tuan Ben! Kamu di mana? Aku ingin bicara denganmu." Cinta berjalan menyusuri pantai. Nadanya terdengar putus asa. Matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.
"Kumohon, aku ingin bicara denganmu." Nadanya semakin melemah, dia sudah putus asa dan hampir menangis. Dia merasa menyesal sudah meninggalkan Ben tadi pagi. Sekarang dia ketakutan sendiri jika tidak bisa menemukan pria itu.
"Ehem, Anda mencariku, Nona?"
Sontak Cinta memutar tubuhnya, menghadap ke arah suara. Tanpa dia duga Ben ternyata sudah berdiri di belakangnya dengan tersenyum manis.
"Aku tadi dari lobby menemui Mario untuk mengambil ini. Ini punyamu, 'kan?" Ben mengulurkan paperbag ke arah Cinta yang hanya mematung menatapnya.
"Nona! Nona Cinta!" Ben menjentikkan kedua jarinya di depan wajah Cinta.
"Ah iya," jawab Cinta gelagapan.
"Apa itu?"
"Mario bilang barang-barangmu yang tertinggal semalam di pestanya. Coba dicek dulu."
Dengan gugup Cinta meraih paperbag dari tangan Ben lalu mengintip isinya.
"Iya betul, ini memang punyaku, terima kasih."
"Sama-sama, Kata resepsionis Nona mencariku? Ada apa? Bukankah tadi pagi Nona pergi begitu saja." Ben tersenyum mencibir dengan menyunggingkan sudut bibirnya.
"Maaf, tadi aku harus buru-buru pulang."
"Owh,"
"Tuan Ben, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Cinta ragu.
"Bertanya apa?" jawab Ben santai.
__ADS_1
Cinta menelan ludahnya, dia menghela napas panjang sebelum memulai ucapannya. Dia sebenarnya ragu tetapi, dia harus melakukan ini.
"Emm, apa kamu tinggal di Singapura selama empat tahun belakangan ini?" tanya Cinta harap-harap cemas.
"Hm iya, dari mana Nona tau?"
Cinta memejamkan matanya untuk sesaat. "Apa kamu putra dari tuan Jonathan Ezra dengan nyonya Laura?" tanya Cinta lagi dengan mengabaikan pertanyaan Ben.
"Hm betul," jawab Ben, "Wah, kenapa kamu bisa tau? Apa kamu seorang peramal?" seloroh Ben yang tertawa renyah. Namun, tidak dengan Cinta. Gadis itu terlihat semakin tegang setelah mendengar jawaban Ben.
"Apa kamu punya saudara kembar?"
"Kebetulan tidak,"
"Apa lima tahun lalu kamu sempat mengalami kecelakaan hingga koma?" Wajah Cinta terlihat semakin tegang. Debaran jantungnya mulai berpacu dengan detik waktu, wajahnya terlihat cemas, antara berharap dan tidak jika apa yang dia pikirkan ternyata benar.
"Anda benar-benar hebat Nona, kenapa Nona bisa tau semua tentangku, padahal kita belum saling mengenal."
Degh!
Detik itu juga jantung Cinta seakan berhenti berdetak. Seluruh tubuhnya terasa kaku. Butiran bening sudah terjun bebas di pipi mulusnya. Dia pun mulai sesegukan.
"Kamu salah Kak," ucap Cinta dengan bibir bergetar. Wajahnya kini sudah berurai air mata yang membuat Ben menatapnya heran.
"Maksud, Nona?"
"Aku mengenalmu, aku sangat mengenalmu." Perlahan Cinta mendekati Ben, nalurinya menggerakkan tangannya untuk menangkup wajah pria itu. Mata hazel itu sudah basah akan air mata, menatap lekat ke mata teduh milik Ben. Begitu juga dengan Ben yang menatap lekat ke mata Cinta.
"Aku merindukanmu, Kak. Aku sangat merindukanmu." Tanpa Ben duga Cinta mendekatkan wajah mereka untuk mengecup bibirnya. Gadis itu mengecup bibir Ben dengan lembut. Sangat lembut.
...****************...
🙈🙈🙈
Hay guys othor menyapa kalianðŸ¤
Mau lanjut gak nih???
Jangan lupa bagi vote buat Cinta sama Rangga dulu😃😉
__ADS_1
Aku tunggu lho, tar siang aku post lagi deh🤗
Ok guys, aku otw ke sebelah dulu klo banyak yang vote/ kasih hadiah aku post lagi kalo enggak tunggu besok😂