Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Bukan Pengantin Pilihan


__ADS_3

Halo guys, readers tersayang othor ababil. Lama ya kita tak bersua🤭 kali ini aku datang bawa pengumuman novel terbaru aku sudah terbit 👇👇👇 judul, cover, sama nama penulis



Prolog:


“Jamiel tidak ada di ruangan pengantin pria!”


Semua orang yang berada di ruangan pengantin wanita tersentak kaget. Mereka menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka, daun pintu menabrak dinding dengan sangat kencang, dan seorang pemuda berdiri di sana. Satu tangan bertopang pada kusen pintu, napasnya terengah-engah.


“Arjuna, ada apa?” tanya Nyonya Sandjaya, wanita paruh baya yang berdiri di sebelah kiri pengantin wanita.


Pemuda yang dipanggil ‘Arjuna’ bergerak ke tengah ruangan dengan masih memegang dadanya. “El hilang, Ma.”


“Hilang? Hilang bagaimana maksudnya? Diculik?” Pengantin wanita yang tengah dirias terlihat panik. Benarkah Jamiel diculik, tetapi kenapa?


“Bukan, Jessica. El tidak diculik. El kabur!”


“Apa?” pekik Jessica histeris.

__ADS_1


“Arjuna yang benar kalau bicara,” sergah Nyonya Sandjaya.


“Aku serius Ma, El tidak ada di ruangannya.”


“Mungkin saja ke toilet,” celetuk Nyonya Abrata, mama Jessica yang berdiri di sebelah kanan Jessica.


“Tidak, Tante. El memang pergi. Dia meninggalkan surat ini.” Arjuna mendekati Jessica yang duduk di depan meja rias. Lalu menyerahkan selembar kertas yang dia temukan di ruangan pengantin pria.


Dengan tangan gemetar Jessica menerima surat dari tangan Arjuna.


“El minta maaf pada kalian semua. Dia terpaksa pergi karena belum siap menikah,” lanjut Arjuna seraya mengedarkan pandangannya ke semua orang.


“El pergi, bagaimana dengan pernikahan ini sekarang?” Nyonya Abrata menatap Nyonya Sandjaya nyalang, sedangkan yang ditatap hanya bisa menunduk bingung. “Siapa yang bisa menjelaskan pada kami sekarang? Hah?” Satu alisnya terangkat. “Siapa yang akan bertanggung jawab pada putriku? Pada tamu-tamu yang sudah hadir di luar?” Pandangannya meneliti Tuan dan Nyonya Sandjaya, termasuk Arjuna. “Jamiel pergi. Putra kalian lari dari tanggung jawab, kenapa kalian hanya diam saja, sih?” Suara Nyonya Abrata membentak, membuat semua orang di dalam ruangan terkejut.


Tuan Abrata yang sedari tadi berdiri tegap di dekat sofa, sekarang terlihat limbung, merosot ke sofa sembari memegang dadanya.


“Papa!” Nyonya Abrata dan Jessica segera bangkit, mendekati Tuan Abrata yang memegang dadanya dengan wajah nyeri. Mereka menangis sembari menenangkan.


Nyonya Sandjaya ikut menenangkan, sedangkan Tuan Sandjaya terlihat menelepon bagian kesehatan untuk memeriksa kondisi Tuan Abrata.

__ADS_1


Arjuna mengusap wajah frustrasi, pikirannya menjadi kalut. “Tenang. Aku akan mencari El,” ujarnya untuk menenangkan para orang tua yang panik. Saat dia bersiap keluar, seorang pria lebih dulu muncul di ambang pintu.


“Halo, sudah siap semua, ‘kan?” Pria itu tersenyum menyapa. “Penghulu sudah datang. Jadi pengantin sudah bisa turun sekarang. Tadi saya ke ruang pengantin pria, tetapi tidak menemukan siapa pun di sana.”


Para orang tua, Arjuna, dan Jessica terperangah mendengar ucapan pria itu. Penghulu sudah datang, sedangkan pengantin pria tidak tahu entah di mana.


“Mas, bisa tunggu sebentar lagi? Kami masih harus mendiskusikan sesuatu.”


Pria itu mengernyit mendengar ucapan Arjuna. “Jangan lama-lama ya Mas, soalnya satu jam lagi pak penghulu harus menikahkan pengantin di tempat lain.”


“Baik Mas, terima kasih.” Setelah pria itu beranjak dari ruangan, Arjuna beralih pada papanya. “Pa, aku izin cari—“


“Sudah tidak ada waktu lagi, Juna. Kamu mau cari El ke mana?” Tuan Sandjaya menghela napas kasar. Lalu bangkit dari sofa, langkahnya terayun mendekati Arjuna yang mematung di dekat pintu. “El pasti sudah pergi jauh. Perlu waktu lama untuk menemukan dan membawanya kembali ke sini. Sementara penghulu tidak punya banyak waktu lagi untuk menunggu. Tamu-tamu juga sudah berdatangan.”


“Lalu?” Nyonya Sandjaya dan Arjuna menatap lekat Tuan Sandjaya.


Tuan Sandjaya menghela napas dalam sebelum membalas tatapan Arjuna. “Jalan satu-satunya, kau harus menggantikan El!”


Bacanya juga gratis tanpa koin lho, mampir yuk. Aku tunggu komen dari kalian🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2