Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Malam yang ditunggu


__ADS_3

"terima kasih pak! Maaf merepotkan!" ucap hani setelah sampai diapartemen


Diantarkan oleh tyo


"tidak repot, kita searah! Beranikan keatas sendirian?" tanya tyo pada hani


"tentu saja pak, saya sudah biasa sendiri!" jawab hani


Lalu turun dari mobil dan melambaikan tangan pada tyo


Hani langsung meninggalkan mobil tyo yang masih belum berjalan


"dia manis sekali!" ucap tyo dengan penuh senyum


Lalu mengemudikan mobilnya


*******


"kiara ikut wendi saja sementara tinggal sama mama nita! Kalian antarkan kakak pulang dulu!" ucap wily


"baik kak!" jawab wendi


"puspa atur waktu untuk bertemu keluargamu, tempatnya atur saja sama kalian.


Jangan terlalu lama!


Dan wendi mulai minggu depan sudah harus bekerja dikantor


Punya pacar harus punya gaji sendiri!" ucap wily mulai menyebalkan lagi


"iya kak! Nanti puspa sampaikan pada mama!" ucap puspa sedikit gemetar


Tak menyangka secepat ini


Bahkan ia belum lulus kuliah


"tapi skripsiku gimana kak!" ucap wendi


"kamu pacarin anak orang berati siap dengan tanggung jawabnya, ya harus kerjakan keduanya!" jawab wily santai


"hahahaha, kasian deh kalian! Tapi enak habis skripsi pusing, mumet langsung enak-enak!" ucap intan


"ehemmmm!" wily menyadarkan intan


Intan ingat janjinya pagi tadi "jangan khawatir!" ucap intan sambil menyibikan bibirnya


Suaminya ingat saja kalau yang enak-enak


.


.


."kalian mau mampir dulu ngga?" ajak intan setelah tiba dirumahnya


"ngga deh, mau ngobrol sama mama dulu" jawab puspa


"oke! Hati-hati!" ucap intan keluar dari mobil mengikuti suaminya


"mas, tungguin!" intan memeluk lengan wily


"iya sayang! Mau dikamar apa disini saja!" tanya wily


"mas malu ih ada bik sum tuh!" yang disebut orangnya terswnyum


"kenapa malu, kan cuma duduk aja ngga ngapa-ngapain!" wily duduk disofa diruang keluarga


Intan terdiam" bik tolong buatin kopi sama jus satu ya!" perintah intan pada pembantunya


"baik bu!" jawab bik sum yang sejak tadi menunggu perintah


Setelah bik sum pergi


"aauuu, sakit mas!" intan memegang keningnya yang kena sentil wily


"jangan suka mikir ngeres makannya!" ucap wily lalu mengelus kening intan "sakit banget emang? Hemm!" wily mengecup kening intan


Yang ditanya malah senyum-senyum tak menjawab


"yeee, baru dicium kening udah ngga bisa ngomong. Kalau cium yang lain gimana dong!" goda wily


"tuhkan, mas yang suka ajarin mesum!" bantah intan


"maaf pak, bu ini minumnya!" bik sum datang membawakan minuman pesanan intan


"makasih ya bik!"

__ADS_1


"iya pak!" jawab bik sum


"mas!"


"hemmm!"


"massss,,maa....sss!" panggil intan


"kenapa sayang!" wily menoleh pada intan yang sedang cemberut karena dicueki wily yang mengecek pekerjaan di ponselnya


"mas, emang beneran wendi sama puspa mau nikah cepat! Apa ngga buru-buru mas?" tanya intan yang sedikit terkejut mendengar wily minta pertemuan keluarga dengan puspa


"tidak! Wendi sudah dewasa dan dia juga harus punya pendamping untuk menjalankan salah satu bisnis mas nantinya.


Mas rasa temanmu itu baik dan bisa membawa wendi kearah yang lebih baik. Jadi apa masalahnya sekarang atau nanti hanya masalah waktu saja!" jawab wily


"iya juga sih, wendi memang harusnya sudah lulus dua tahun lalu bukan?" intan baru tahu jika wendi dulu tak langsung kuliah karena wily belum semampu sekarang dalam bisnisnya dan ibunya sakit


Yang mengharuskan wendi menjaga ibunya


"hemmm, kita kekamar yuk.


Mas agak pusing mau ngrasain pijitan istri mas" ajak wily menarik begitu saja tanga. Intan


Intan patuh dan mengekori wily kekamar


"pelan-pelan mas!" intan kelelahan mengikuti langkah wily


"mas mau tidur sebentar boleh?" tanya wily


"ayo kita tidur bersama!" ucap intan yang merasa mengantuk


Semalam tidurnya terlalu malam


Wily mengangguk


Tak ada kegiatan apapun karena keduanya sepertinya sedang kelelahan


.


.


.


.


Bu intan


Pak!


Bu!


Maaf sudah malam


Makan malamnya sudah siap!" mba puput mengetuk pintu kamar majikannya


Berkali-kali sampai terdengar suara intan


"iya mba, ada apa?" intan membuka pintu dengan rambut berantakan


"maaf bu, makan malam.sudah siap!" jawab mba puput


"ohh.. Iya mba, kami ketiduran


Sebentar lagi kami turun!" jawab intan


"baik bu!"


Intan kembali kekamar dan merapihkan rambutnya. Perutnya mulai bersahutan berbunyu karena lapar


"mas, bangun mas, makan yukkl aku lapar!" intan menggoyangkan badan suaminya


"masih males bangun sayang" suara parau wily terdengar indah oleh intan


"kamu mau istrimu mati kelaparan!" kesal intan


Wily beranjak dengan wajah malasnya.


kedunya diam sejenak dan turun ke bawah untuk makan malam


.


.


"terima kasih bik, makananya enak sekali!" ucap intan setelah perutnya kenyang

__ADS_1


Karena merasa kelamaan tertidur keduanya belum mengantuk dan memutuskan menonton film berdua


Film genre komedi romatis yang membuat intan tertawa dan juga malu pada adegannya.


Suasana rumah sudah sepi. Jam menunjukan pukul dua belas malam


"sayang tidur yuk, udah larut besok mas mulai kekantor lagi!" ajak wily menyudahi menonton filmnya


"iyaa mas tapi gendong ya!" ucap intan sudah menempel dipunggung wily


"pegangan!" wily beranjak dari duduknya dan perlahan naik dan masuk kekamar


Intan turun diranjang.


"aku mau mandi dulu, mas tidur aja duluan!" ucap intan melupakan sesuatu


Saat intan masuk kamar mandi wily merencakana seseuatu tentunya.


"loh mas kok belum tidur!" ucap intan


"mas juga mau mandi, tunggu mas tidurnya ya sayang!" ucap wily


"oke!" intan tak.merasa curigu


Tak lama wily pun selesai mandi dengan wajah segar mengenakan handuk sebagian tubuhnya saja


"kok ngga bawa ganti sekalian sih mas!" intan senang melihat dada suaminya tanpa mengenakan baju


Namun juga malu


"kamu ngga lupa janjimu kan!" ucap wily dengan senyuman mautnya


Deg


Deg


Deg


Intan melupakan sesuatu, astaga dia harus apa malam ini


Intan mulai gugup


wily mendekati intan merangkak ke ranjang dan mulai mengungkung tubuh intan yang kaku karena gugup


Wily mematikan lampunya dan hanya terlihat remang-remang lampu tidur


Intan terdiam tanpa suara


"boleh sekarang sayang?" wily memastikan


Intan hanya mengangguk tanpa ada jawaban dari suaranya


Wily membelai wajah mulus intan. Mendekatkan wajahnya dan menyentuh bibir intan dengan pasti keduanya.


Saling bertautan


Tangan wily tak tinggal diam menyusup dalam kaos putih tipis yang dikenakan intan


Menemukan dua buah gundukan kembar yang kenyal dan menemukan boba yang membuat intan


Mulai mengeluarkan suara indah


Wily tak melepaskan pagutannya


Ia perlahan tangannya menyusuri lembah dan menemukan sebuah tempat yang makin membuat intan menggila saat wily menyentuhnya


Darahnya berdesir, hasrat keduanya memuncak


Desa*han intan bercampur adu dengan kenik*matan yanh dirasakan,


Wily tak sabar lagi menunggu


Ia mengeluarkan senjata saktinya. Yang belum pernah diasa oleh siapapun


Kini akan menemui sarangnya


Melihat intan wily semakin semangat. "Sedikit sakit tapi hanya sebentar sayang!" wily membisikan sesuatu pada intan agar tak panik


Dan saat bersamaan keduanya menyatu sempurna


Intan sedikit merintih dan merasakan ada cairan yang keluar


Wily meneruskan perjuangannya dan hingga keduanya menuju puncak bersama.


Untuk pertama kalinya intan dan wily merasakan kepua*san yang belum pernah dirasakan

__ADS_1


"makasih sayang!" wily mengucapkan pada istrinya dengan nafas memburu


Tak lama berselang keduanya memulai lagi hal yang sama hingga kelelahan dan terlelap


__ADS_2