Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
menentukan pilihan


__ADS_3

malam hari resepsi pernikahan ardi dilakukan dengan meriah. intan dan wily datang sabagai tamu undangan sekaligus dianggap kerabat dari pihak pengangtin


"selamat ya kak, semoga kalian bahagia selalu" ucap intan pada pengantin secara bergantian


wily memeluk sahabatnya dan mengucapkan selamat juga " ngga butuh kado bukan?" tanya wily pada ardi


"jika kau tawarkan, tempat ini juga boleh jadikan hadiah" jawab ardi bercanda pada wily


ya, akhirnya istrinya mau menggunakan tempat yang dimiliki oleh wily, yang sebelumnya ditawarkan oeh wily sebagai ganti dari mendapatkan sewa gedung milik papanya


"enak saja! sudah diberi hati minta jantung kau! nanti malam jangan terlalu kencang, aku ada disebelah kamarmu" ucap wily menggoda pengantin baru


"akan kupastikan kalian tak bisa tidur karena suaranya" jawab ardi yang tak kalah dari candaan wily


"ayo sayang" ajak wily sekalian berpamitan pada ardi jika akan kembali kekamar hotel karena acara juga sudah akan selesai


"mas, kita ngga makan dulu?" tanya intan yang sudah lapar lagi karena terakhir makan adalah siang tadi


"kamu lapar? kita makan dikamar saja ya. mas lelah" ucap wily yang sudah tak bersemangat


intan mengangguk mengiyakan ucapan wily yang sepertinya tak seperti biasanya, mungkin memang sedang lelah pikir intan


.


.


.


"kamu makanlah, saya mau istirahat lebih dulu" wily tak makan malam bersama intan dan malah meninggalkan intan setelah pesanan makananya datang


"kamu ngga makan mas?" intan bertanya tapi wily sudah lebih dulu pergi meninggalkan intan


karena lapar intan melanjutkan makan malamnya dan membereskan sisa makananya lalu membersihkan diri sebelum tidur


ia melihat wily tidur terlelap disofa padahal intan tak melarangnya untuk tidur bersama diranjang.


intan membawakan selimut pada wily dan kembali ke kasur untuk tidur matanya juga sudah mengantuk


.


.


.


.


"pak antarkan saya dulu kekantor lalu antar ibu pulang, tanyakan mau pulang kemana dulu" ucap wily turun dari mobil yang dijemput supir dari hotel


wily sedang malas membawa mobil sendiri


"baik pak" jawab pak jaja supir wily


"sayang, saya duluan. hati-hati dijalan" ucap wily perhatian namun terasa dingin

__ADS_1


"iya mas" jawab intan singkat


wily masuk kekantor dan intan meminta untuk diantarkan kerumah orang tuanya yang lama sudah tak bertemu


.


.


.


"terima kasih pak, bapak pulang saja nanti saya dijemput ma wily saja" ucap intan setelah tiba dihalaman rumah mama herlina


pak jaja pun menuruti perintah intan dan meninggalkan intan


"mama!" intan masuk kedalam rumah yang disambut oleh juna keponakannya


"ante, ante mana oleh-olehnya?" ucap juna menadahkan tangannya tanda meminta


"ada dirumah om wily, besok kalau libur kita ambil ya" ucap intan


lalu menyalami kedua orang tuanya yang sengaja menunggunya


sudah cukup lama intan tak pulang kerumah orang tuanya sendiri sejak menikah


"oke ante, terima kasih" ucap juna lagi lalu berlarian bersama sus yang menjaganya


"kalian sehat kan? maaf oleh-olehnya dibawa wendi jadi ngga sempet ambil dulu" ucpa intan sangat senang


"kak indra dan kak zahra mana ma?" tanya intan tak melihat kakaknya


"mana bisa ma!" ucap indra yang muncul bersama istrinya membawa  permen kapas berbentuk beruang


"kak!" intan  mengodekan agar indra tak mengatakan pada orang tuanya


"katanya mau lapor, sekarang kakak bantu bilang. jadi ma. pa intan dan wily belum buka segel karena intan ngga mau disentuh ma" ucap indra merasa puas membuat adiknya tersudut


"apa?" mama herlina terlihat lemas


"ma,mama" semua berteriak dan memanggil mama herlina yang pingsan


mendengar anaknya sudah tiga bulan menikah dan tidak memenuhi kewajibannya sebagai istri


"ayo bawa mama kekamar" indra memeriksa mama herlina


.


.


"syukurlah mama hanya syok saja" ucap indra bernafas lega


"kalian ikut papa, zahra tolong jaga mama sebentar ya" ucap pak aji mengajak intan dan indra keruang kerjanya


"apa yang kalian lakukan? mau buat mama kalian celaka hemmm!" pak aji sangat marah kali ini

__ADS_1


pertama ia marah pada intan dan kedua istrinya dibuat syok denggan ucapan indra


"maafkan saya pa, tapi intan juga sudah harus tahu tanggung jawab dan kewajiban sebagai istri. sedangkan wily sudah melakukan tugasnya sabagai suami yang baik" ucap indra membela adik iparnya yang memang baik


"lalu apa tidfak bisa dibicarakan pada papa saja, atau saat mama sedang  kondisi baik" ucap pak aji mulai terlihat santai dan  bijak


"kamu juga intan! yang memintamu menikahi wily siapa? semua kemauanmu sendiri karena merasa bersalah dan berhutang budi. lalu kenapa kamu tidak bertanggung jawab dengan ucapannmu?" pak aji mengintrogsi intan


"bukan pa, maksudnya kan intan mau mengurusnya sampai sembuh. setelah itu......"


"setelah itu apa? kamu mau pisah gitu! kamu pikir pernikahan main-main. dengan mudahnya kamu mau menikah dan juga mau berpisah. astaga intan apa yang ada dalam pikiranmu?" pak aji tak habis pikir pada anak perempuannya


"maaf pa, waktu itu intan dengar mama nita umurnya ngga panjang lagi dan juga menginginkan menantu. intan meras bersalah karena mas wily sudah menolong intan dan mengorbankan nyawanya. tapi intan bukan orang yang dicintainya pa" jawab intan dan meneteskan air mata


"Cinta? kamu tahu apa tentang cinta hemm? seperti berandalan yang memanfaatkanmu. jika saja tak ada wily saat itu apa yang akan terjadi papa tak tahu. saat itu orang suruhan papa pun tiba-tiba saja menghilang" ucap pak aji mengingat anaknya lepas dari penjagaanya


"tapi kan pa!" intan membantah lagi


"apa yang kamu inginkan sekarang?" tanya pak aji karena tak mau juga anaknya tersiksa dengan pernikahan yang tak diinginkannya


"intan ngga tahu pa" intan menunduk


"dengarkan nak sebelum mengambil keputusan"


Flasback on


"terima kasih sudah menyelamatkan saya" ucap wily pada indra yang sudah berhasil menyelamatakan nyawa wily dengan cepat


"saya yang harusnya berterima kasih, adik saya selamat dan baik-baik saja. tapi maaf membuatmu terluka seperti ini" ucap indara mewakili keluarganya


"saya akan pertaruhkan bahkan nyawa sekalipun jika itu untuk adikmu" ucap wily dengan sadar


"maksudnya?" indra tak mengerti yang diucapkan wily ataukah obat biusnya masih bekerja


"saya menyukai intan, sejak kami pertama bertemu" jawab wily jujur


"jika saya dapat berjodoh dengannya maka akan saya jaga sekuat tenaga dan nyawa saya. tapi jangan katakan apapun padanya. saya ingin semua alami tanpa adanya paksaan" lanjut wily


"jika kamu menyukainya, katakan saja pada orang tua kami dan jika niatmu baik pasti akan berjalan baik juga" ucap indra


.


.


."saya ingin melamar anak bapak, saya tahu ini mendadak dan juga mungkin kurang sopan karena dirumah sakit, tapi saya tulus dan saya janji akan buat intan selalu bahagia dan akan mencintainya seperti bapak mencintai intan" ucap wily saat bertemu dengan pak aji dan mama herlina setelah keadaanya mulai membaik


"pulihkan dulu kesehatanmu, pernikahan akan digelar dua hari lagi! saya dan keluarga merestui kalian" jawab pak aji tegas


setelah mendengar dari indra tentang keinginan  wily, tak tinggal diam pak aji juga mencari informsi tentang keluarga wily . ia setuju dan karena intan juga mau menikahinya


Flasback off


"sekarang keputusan ada ditanganmu, jika kamu ingin lanjutkan maka lakukanlah dengan baik tugas dan tanggung jawabmu

__ADS_1


jika memang tidak ada yang perlu dipertahankan sebaiknya kalian berpisah saja" ucap pak aji menegaskan


intan berfikir panjang dan belum menemukan pilihan terbaiknya


__ADS_2