Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Dua Belas


__ADS_3

"Selamat malam untuk para tamu undangan yg bersedia hadir di acara ini" tiba tiba suara seorang wanita menyapa dengan mikropon dengan tiang yg menyangganya dan membawa sebuah gitar klasik dengan tali yg digantungkan dipundaknya. Sepertinya dia mau mempersembahkan sebuah lagu.


"Ehem " wanita itu berdehem untuk sedikit menghilangkan rasa gugupnya.


"Saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk pak...eh maaf maksud saya...." dia memberi jeda. "Mas Zafir" lanjutnya.


Zafir yg merasa namanya disebutkan langsung menoleh ke sumber suara. Dilihatnya diatas panggung seorang wanita duduk di kursi tinggi dengan gitar dan mikropon didepannya.


Mau apa dia disana? Tanya dalam hati.


"Semoga semuanya terhibur dan maaf jika nanti penampilan saya tidak sesuai harapan. Dan untuk Mas Zafir semoga menyukai persembahan saya ini" ucap Mediz sambil melihat kearah Zafir berdiri dan menampilkan senyum manisnya.


Mediz mulai memetik gitar yg ada dipangkuannya. Dan mulai bernyanyi.


Dia hanya dia di duniaku


Dia hanya dia di mataku


Dunia terasa telah menghilang


Tanpa ada dia di hidupku


Sungguh sebuah tanya yang terindah


Bagaimana dia merengkuh sadarku


Tak perlu ku bermimpi yang indah


Karena ada dia di hidupku

__ADS_1


Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)


Untuk diriku yang biasa (yang biasa)


Ku ingin hatinya ku ingin cintanya


Ku ingin semua yang ada pada dirinya


Ku hanya manusia biasa (yang biasa)


Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)


Tuk miliki dia tuk bahagiakannya


Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia


Sambil terus bernyanyi Mediz melihat dan tersenyum ke arah Zafir yg semakin mendekat kearahnya. Tiba tiba jantungnya berdegup kencang yg melihat tatapan Zafir kearahnya yg entah apa arti tatapannya itu.


Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)


Untuk diriku yang biasa


Ku ingin hatinya ku ingin cintanya


Ku ingin semua yang ada pada dirinya


Ku hanya manusia biasa (yang biasa)


Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)

__ADS_1


Tuk miliki dia tuk bahagiakannya


Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia.... untuk dia....


(Dia - Sammy Simorangkir)


Bebarengan dengan lagu yg dinyanyikan Mediz habis Zafir sudah berdiri menjulang disampingnya.


Mediz langsung melihat kearah Zafir dan berfikir.


Apa dia akan menyeretku karna lagu yg ku bawakan begitu buruk? Kenapa dia hanya diam saja. Dia malah membuatku gugup jika ditatapanya trs seperti itu.


"Pak.." ucap Mediz lirih sangat lirih


Dan tiba tiba Zafir menangkup kedua pipi Mediz dengan kedua tangannya lalu


Cup


Sebuah ciuman berhasil mendarat dibibir mungil Mediz.


Mediz sontak kaget dan membulatkan matanya. Tidak percaya dengan apa yg baru saja terjadi. Mediz mengerjapkan matanya berulang ulang. Dia masih merasakan bibirnya yg baru saja dikecup oleh dosennya yg sekarang sudah sah menjadi tunangannya.


"Terima kasih. Dan aku berjanji mulai malam ini kita akan saling melengkapi satu sama lain dan memulai hubungan kita dengan serius" ucap Zafir sambil memandang Mediz teduh dan penuh ketulusan di wajahnya.


Mediz yg mendapat serangan mendadak hanya bisa diam mematung memandang pria tampan dihadapannya.


Suara riuh tepuk tangan berhasil membuyarkan kegiatan kedua sejoli yg menjadi pusat perhatian itu.


Kedua orang itu sontak menoleh ke kerumunan para tamu yg bersorak bahagia dengan pertunjukan romantis mereka.

__ADS_1


__ADS_2