
"ma, pa tadi malam juna liat om wily kiss ante saat tidur" ucap juna si bocah polos yang terbangun tengah malam karena biasanya ia ingin kekamar mandi agar tak mengompol.
melapor pada orang tuanya yang datang untuk menjemputnya
"uhuuuukkkk......uhhhuuuukkkkk" wily terbatuk saat meminum kopi dicangkirnya
wajahnya memerah ketangkap basah oleh anak yang tak seharusnya melihat. " eheeemmm, sayang semalam itu tante menginggau jadi om hanya mengdengarkan apa yang dikatakan tante saja" elak wily yang tak mungkin begitu saja mengakui tindakan konyolnya yang tak bisa menahan diri
"tapi om nya deket banget" bantah juna
intan merasa kesal seudah berapa kali saja wily menginkari janjinya untuk tak menyentuhnya.
bahkan suaminya bilang tak tergoda dengan tubuhnya
"juna, kan om wily sayang sama ante. sama kaya mama sayang ke juna jadi boleh kiss kan" zahra terpaksa memberi pengertian pada anak kecil gara-gara perbuatan adik iparnya
mata intan melotot terus menatap wily yang salah tingkah karena terpojok. "gimana kalau hari ini kita jalan-jalan bersama ke kebun binatang?" ajak wily menghilangkan kecanggungan
"horeeee, juna mau lihat tiger lagi. ayo ma juna mau ma" ucap juna bersemangat
"tanya papa dulu sayang" ucap zahra
"pa ayo pa, sudah lama kita tidak jalan-jalan pa" bujuk juna
"sepertinya ide yang bagus, oma rasa juna perlu lebih banyak tahu tentang binatang lagi kan" saran mama nita
"ya sudah kita semua piknik hari ini, semua yang ada dirumah harus ikut" ucap wily yang mengajak serta asisten rumah tangganya dan pegawai lainya dirumah
"aku ngga ikut ya?" ucap wendi
"mas, aku boleh ngga ajak teman-temanku buat nyusul" tanya intan
__ADS_1
"boleh kok, bilang saja berapa orang yang berangkat biar nanti didata oleh tyo yang memesankan tiket" jawab wily
"ehhhh kayaknya seru juga ya, kalau gitu aku mau belanja cemilan yang banyak. ayo juna kita borong isi mini market " ajak wendi yang berubah pikiran karan ucapan intan
"tunggu sebentar ya kak, kami bersiap dulu, ayo mas!" intan mengajak suaminya kembali kakamar
.
.
.
.
"apa yang mas lakukan hemmm? bukankah kita sudah punya perjanjian dan mas banyak sekali melanggarnya" ucap intan saat tiba dikamar
"apanya yang dilanggar, sudah saya bilang kan kalau kamu brisik banget ngigau jadi saya dengarkan dengan menempelkan telinga saya bukan cium kamu, kalau mau ngga usah pas tidur juga bisa. buktinya ngga pernah kan!" wily kekeh tak mau mengakuinya
"kamu merasa kehilangan apa sehingga harus marah-marah, kalaupun saysa cium kamu kan nambah bukannya ilang tuh bibirmu"lanjut wily lagi
"ahhhh sudah kelamaan ayo yang lain menunggu dibawah, kalau mau dicium bilang saja mungkin saya berubah pikiran" ucap wily segera membuka bajunya didepan mata intan
dan entah mengapa untuk pertama kalinya intan merasa malu melihat wily bertelanjang dada, biasanya ia tak terpengaruh apapun
"kenapa ganti disini sih, ngga punya malu" ucap intan merasa risih atau takut tergoda dengan tubuh atletis sang suami
"kenapa? kamu malu! sejak kapan intan punya malu?" goda wily yang menyelesaikan ganti bajunya dengan tetap mengenakan celana pendek yang santai
"ngga jelas!" intan mengambil bajunya dsan dimasukan kedalam tas untuk ganti nanti takut bajunya kotor lalu bergegas ke bawah lagi
"ayo berangkat!!, ma kok mama ngga siap-siap" tanya intan
__ADS_1
"kalian berangkat saja ya, mama mau ada tamu sebentar lagi dan mendadak baru memberitahu" ucap mama nita yang menyesalkan tak bisa ikut bergabung
"yahhh sayang sekali deh, gimana mas?" tanya intan yang sepertinya sudah terbiasa menanyakan keputusan pada suaminya
"mama yakin tak ikut, kalau begitu bi titin dan yang lain juga jangan ikut" ucap wily memastikan
"iya nak, lain kali kita ajak semuanya jalan-jalan ya, kali ini mama benar-benar tak bisa. tamunya dari jauh soalnya" mama nita lama tak bertemu temannya jadi tak mungkin menolak saat ingin berkunjung
"ya sudah ayo kita berangkat., ayo ndra" ajak wily
"selamat siang, nitanya ada?" ucap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik
"siang, mama nita ada didalam saya antar tante" ucap intan ramah dan mengantarkan tamunya masuk menemui mertuanya
sedangkan wily terdiam, iya ingat wanita itu adalah mama dari karin siapa lagi kalau bukan mantan pacar yang tak pernah putus dengan ucapan
"kenapa wil?" tanya zahra
"tidak apa-apa, ayo berangkat" wily memiliki firasat yang tak enak dalam hatinya
"hai wil, pada mau kemana?" tanya karin yang baru turun dari mobilnya
dan benar saja orang yang sudah malas untuk wily temui nyatanya malah hadir didepan matanya
"hai, kami mau tamasya keluarga, silahkan masuk mama sudah menunggu didalam" jawab wily datar
intan yang keluar dari rumah dan menghampiri suami dan kakaknya, " kak karin ada perlu sama mas wily?" tanya intan santai
"engga kok, saya anter mama ketemu mama nita" ucap karin dengan percaya dirianya menyebut mama pada mama wily
"silahkan, ayo kita pergi" intan bersemangat dan tak mengiraukan karin
__ADS_1
indra dan zahra menangkap sesuatu yang terjadi namun tak mau mendduga yang belum diketahuinya
juna memilih naik mobil bersama wily dan intan sedangkan zahra dan indra dengan mobilnya sendiri