Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Beautiful


__ADS_3

Malam semakin pekat, ketika rembulan yang tadinya malu-malu menampakkan diri, kini seakan ikut mengintip dari balik jendela kamar yang tidak tertutup. Ketika suara jangkrik dan binatang malam saling bersahutan di luar sana, ketika angin berhembus lirih, ketika tembok, dan seluruh isi kamar diam membisu, di sana, di atas ranjang berukuran king size yang terletak di tengah-tengah ruangan, dua insan tengah bergumul, bercum*bu menyalurkan has*rat manusiawi yang mereka miliki.


Des*ahan napas yang memburu terus beradu dalam ruangan gelap yang hanya mendapat penerangan dari sinar rembulan yang mengintip di luar jendela. Tidak ada suara. Tidak ada kata-kata. Keduanya larut, hanyut dalam kerinduan yang berkarat.


Kerinduan akan keindahan yang selama ini mereka inginkan, kerinduan akan saat-saat seperti ini, yang bahkan tidak berubah meski setelah bertahun-tahun perpisahan.


Seulas senyum tersungging di bibir Ben, jari tangannya semakin lihai, bergerak lincah menyusuri setiap lekuk tubuh Cinta.


Sungguh malam yang menakjubkan buat Cinta, ia mampu mengantar Cinta kepada keindahan yang dia inginkan selama beribu malamnya yang terenggut. Ia mampu mewujudkan mimpi dari kerinduannya yang kian berkarat dalam setiap detiknya.


Iya, mimpi. Ini adalah mimpi bagi Cinta. Mimpi yang sama setiap dia merindukan pria ini. Sentuhan jari-jari yang semakin membangkitkan keinginan Cinta, keinginan yang kian membara dan bergelora, seakan tidak pernah padam meski setelah bertahun-tahun dia jalani dengan berbagai dinamika kehidupan. Sampai-sampai Cinta tidak mampu menolak ketika satu-persatu pakaian yang dia kenakan dilucuti.


Malu? Tidak. Kenapa harus malu? Bukankah ini hanya mimpi?! Untuk apa Cinta merasa malu. Tidak. Dia tidak malu pada siapa pun, apalagi pada dinding yang menunduk sendu, pada rembulan yang masih mengintip, pada tanah malam yang basah, dan pada udara yang meneteskan embun di pagi hari.


Mereka sudah sering melewati malam-malam seperti ini. Malam penuh gairah dengan beberapa adegan percintaan dan kisah romantis yang tercipta dan terukir indah yang menjadi saksi perjalanan hidup mereka.


"Kak...." Tanpa sadar Cinta mengerang saat Ben menciumi da*danya secara bergantian yang bekerjasama dengan tangannya yang meremasnya dengan gemas secara bergantian juga.


"Kamu masih sangat lembut," rancau Ben yang tangannya mulai turun menyusuri tubuh mulus Cinta.

__ADS_1


Tak lama, tangannya sampai pada bagian yang sudah menjadi miliknya seorang. Ben mengusapnya lembut dan jarinya mulai bermain dengan lihai di sana.


Cinta mengerang semakin dahsyat. Semakin menggila erangan Cinta semakin bersemangat Ben memacu gerakan jarinya, hingga Cinta hampir mencapai puncaknya.


Namun, Ben tidak ingin Cinta mencapai kepu*asannya begitu saja. Lihat saja seperti apa dia akan menyiksa Cinta, dia suka melihat wajah Cinta yang memohon padanya. Wajah frustasinya, mata sayunya, yang seperti memohon untuk Ben segera memasukinya.


"Kak...."


Ben tersenyum miring saat Cinta bersuara dengan parau, dan nada yang seksi menggoda. Sial! Ingin rasanya dia memasuki Cinta sekarang. Cinta masih tetap sama,


beautiful!


"Kak... Kak Rangga!" rancau Cinta tiba-tiba.


Ben memutuskan mensejajarkan tubuhnya dengan Cinta. Dipandangnya wajah Cinta yang hanya berjarak beberapa inci dengan wajahnya.


"Apa? Hm?" jawabnya dengan suara yang menyerupai bisikan. Dia merapikan rambut yang menutupi wajah Cinta.


Cinta menatap Ben dengan mata sayunya. "Aku membencimu!" ucapnya. Matanya semakin sayu, Cinta mengerjap pelan hingga akhirnya tak sadarkan diri.

__ADS_1


Ben tersenyum miris, "Maafkan aku, karena yang aku lakukan ini akan bertambah menyakitimu."


...****************...


Pagi semakin cerah saat perlahan sinar matahari mulai merangkak naik menerangi permukaan bumi.


Cinta yang merasa silau, menggeliat di balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Perlahan dia membuka matanya, lalu secepat kilat bangkit dari tidurnya. Dia mengucek-ngucek matanya berulang kali dan mulai mengedarkan pandangannya, memperhatikan sekeliling ruangan tempatnya berada kini.


Tempat apa ini? Di mana aku? Kenapa aku bisa ada di sini?


Seketika Cinta menjadi panik saat menyadari dirinya kini berada di tempat asing dengan tubuh tanpa sehelai benang pun.


Kenapa? Kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun?


Cinta menjambak rambutnya sendiri, berusaha mengingat-ngingat. Namun, masih susah untuknya mengingat semuanya.


Apa yang terjadi padaku?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2