Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Kebenaran Yang Menyakitkan


__ADS_3

Siang ini Ocha sudah memutuskan menemui Vina di apartemen nya, ia ingin membicarakan semua ini. Ocha ingin semuanya clear sebelum pernikahan Anin terjadi, Ocha juga sudah menyiapkan mental nya. Ia akan membicarakan semua ini dengan Vina secara baik-baik, Ocha tidak boleh emosi mengingat kondisi Vina saat ini tengah mengandung.


"Gue harus selesai kan semua ini secepatnya, sudah cukup!" Ucap Ocha yakin, karna ia sudah memikirkan nya matang-matang.


Ocha memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen, Ocha turun dari mobilnya dan berjalan dengan tergesa. Ocha menekan lift menuju ke lantai dimana apartemen Vina berada.


'Ting' pintu lift terbuka, Ocha mengatur nafas nya, tangan nya saling bertaut meremas. Dengan yakin, Ocha melangkah keluar. Beberapa kali terdengar helaan nafas nya.


"Kenapa gue jadi gugup gini sih? Gak Ocha Lo harus tenang, Lo pasti bisa demi hubungan persahabatan Lo. Ya! Huuh..." Gumam Ocha pada dirinya sendiri.


Ocha melangkahkan kakinya dengan setenang mungkin, tepat sudah kini ocha sudah berada di depan pintu. Beberapa kali Ocha mengetuk pintu, namun tak ada jawaban dari dalam.


"Kenapa dia gak buka pintu nya? Apa dia gak ada di dalam ya?" Ocha melihat arloji yang melingkar ditangan nya, "Gak, jam segini waktunya dia istirahat. Apa Vina lagi tidur?" Gumam Ocha menebak-nebak.


Akhirnya Ocha memutuskan menekan code password nya, Ocha masuk kedalam tampak sepi. Ia melihat ke atas di mana kamar Vina berada, Ocha menapaki setiap anak tangga.


"Apa kamu sudah gila?!" Suara Vina di dalam kamar.


Ocha menghentikan langkah nya seketika, ia membeku ditempatnya. Ocha mendekat ke arah pintu kamar,


"Vina bicara dengan siapa?" Batin Ocha.


"Mau sampai kapan aku diam, hah? Pernikahan kamu dan Anin tinggal 2 hari lagi, lalu bagaimana dengan ku dan anak ini?!" Pekik Vina dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


"Bastian..." Gumam Ocha pelan, tubuhnya menegang bahkan detak jantung nya berpacu sangat cepat.


"Aku gak mau, Lio. Tolong jangan lanjutkan pernikahan ini, seharusnya aku yang menikah dengan mu bukan DIA!!!" Ucap Vina terisak.


"CUKUP!! Jangan pernah bermimpi menikah dengan ku. Karna sampai kapan pun aku tidak akan pernah menikahi wanita ular sepertimu" Bastian menatap Vina tajam.


"Apa perlu aku ingatkan? Kamu yang menjebak ku, aku tidak pernah mau melakukan hal menjijikkan itu dengan mu. Tapi kamu dengan sengaja mencampur obat pada minumanku, bukan? Seharusnya kamu tanggung sendiri akibatnya, karna aku melakukan semua kemauan kamu hanya untuk menutup mulut mu. Bukan karna aku peduli sama kamu!!" Balas Bastian tak kalah keras.


Ocha yang mendengar perkataan Bastian, terkejut ia menutup mulutnya. Ia tidak menyangka ternyata Vina lah yang menjebak Bastian hingga Vina hamil.


"Kamu tau kalau aku adalah tunangan dari sahabat mu, tapi apa? Dengan sengaja kamu merendahkan harga diri kamu sendiri..." Lanjutnya dengan sorot mata penuh kemarahan.


"Ya. Aku memang sengaja menjebak mu, itu karna aku mencintai mu. Aku tidak peduli dengan harga diriku, bahkan aku rela kehilangan salah satu sahabat ku sendiri dari pada aku harus kehilangan kamu" sentak Vina dengan isakan tangis.


"Aku mohon! Hentikan pernikahan ini. Aku ingin kamu tinggalkan Anin dan menikahlah dengan ku, apa kamu tidak pernah memikirkan anak kita?" Menatap Bastian memohon dengan menggenggam tangan nya.


Bastian menepis kasar tangan Vina, "Sudah aku katakan, aku tidak akan pernah menikahi mu. Tapi jika kamu diam sampai pernikahan ku dan Anin selesai, aku akan membiayai semua kebutuhan mu dan anak dalam kandungan mu" ujar Bastian tegas. Namun, Vina menggeleng pelan.


"Tapi-- aku tidak bisa melihat mu menikahi wanita lain!" Ucap Vina menggema.


"Aku tidak peduli! Karna aku tetap akan menikah dengan Anin," Balas Bastian tegas.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang menarik dari Anin? Kenapa dia selalu mendapatkan apa yang dia mau? Kenapa kamu begitu mencintai nya? Dia itu cuma perempuan naif dan gak bisa memberikan apa yang kamu inginkan dari nya. Aku tau, dia tidak pernah memberikan tubuhnya pada mu kan?" Emosi Vina semakin menggebu-gebu.


Tubuh Ocha bergetar hebat, bahkan kaki nya berasa lemas. Demi apapun Ocha tidak menyangka Vina bisa mengatakan hal buruk tentang Anin. Air matanya sudah tak dapat ia bendung lagi, dirinya bisa merasakan sakit yang menusuk hati nya. Lalu bagaimana dengan Anin? Ocha tidak bisa berpikir, bagaimana jika Anin tau dan mendengar semua ini? Anin pasti akan sangat hancur.


"Hentikan Vinara!! Tutup mulut kotor mu itu. Sudah ku peringatkan, jangan menghina atau merendahkan Anin di depan ku" menunjuk wajah Vina dengan rahang mengeras.


"Aku muak, aku jijik mendengar ocehan kamu. Apa kamu tidak malu? Harusnya kamu ngaca. Kamu dan Anin itu jauh berbeda, dia lebih baik dalam segala hal dari pada kamu yang tak lain hanya seorang wanita murahan yang rela menjajahkan tubuhnya pada pria yang jelas-jelas adalah tunangan sahabatnya sendiri!" Ucap Bastian marah, ia tidak suka jika Anin direndahkan seperti itu.


Vina ingin sekali menampar pria dihadapan nya ini, namun ia urung. Tangan nya terkepal kuat, menahan rasa sakit akibat ucapan Bastian.


Hancur sudah hatinya, remuk sudah harga dirinya sebagai seorang wanita. Vina akui dirinya memang rendah, tapi semua ia lakukan demi cinta. Ia sangat mencintai Bastian, Vina tidak ingin kehilangan Bastian. Apakah cintanya salah?


Vina pikir dengan dirinya hamil, Bastian akan menerima nya. Namun, ternyata malah sebalik nya. Vina hanya di jadikan sebagai mainan yang jika sudah tidak dibutuhkan maka akan segera di buang.


Tapi, tidak ia tidak peduli lagi dengan harga dirinya. Sudah terlanjur ia menghancurkan harga dirinya sendiri. Kini Vina hanya ingin Bastian menjadi miliknya, ia tidak akan membiarkan Anin hidup bahagia sedangkan dirinya hidup dalam penderitaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anin sudah berada di kamar Ocha, ia tersenyum melihat ruangan yang masih sama. Anin duduk di sisi tempat tidur, Bi Asih masuk dengan segelas minuman dingin di atas nampan.


"Ini Non minuman nya..." Bi Asih menyimpan gelas itu di meja.


"Makasih ya Bi," ujar Anin lembut.


"Siap Bi!"


Anin berdiri, ia mendekati minumannya. Karna cuaca panas, Anin merasa tenggorokan nya kering sekali. Anin menyeruput perlahan melepas dahaga di tenggorokan nya.


Tatapan Anin teralihkan pada buku yang menarik perhatian nya, Diary?


"Sejak kapan Ocha suka menulis Diary?" Gumam Anin.


Karna rasa penasaran Anin membuka buku itu. 'Pluk' sebuah foto jatuh tepat dibawah kakinya. Anin berjongkok, mengambil foto dengan posisi telungkup itu perlahan. Dengan gerakan slow motion Anin membalik foto tersebut.


'Duarr'


Bagai petir disiang bolong. Tubuhnya membeku,darah nya mengalir dengan cepat. Tangan yang ia gunakan memegang foto itu pun terlihat gemetar.


Anin menatap foto itu tajam, matanya terasa panas. Terlihat embun di mata Anin semakin penuh hingga membuat pandangan nya terhadap foto itu menjadi kabur. Tanpa perintah dari nya, buliran bening itu meluncur dengan sangat cepat.


Bagai sebuah pedang yang menghunus jantung nya, Anin merasa hidup nya berhenti seketika. Sakit! Jelas sakit, sampai Anin tidak bisa bernafas dengan benar.


'Brukk' Anin ambruk di lantai, ia tak sanggup menahan tubuhnya lagi. Air matanya terus mengalir, namun Anin sama sekali tak bersuara.


Anin melihat foto Bastian bersama sahabatnya, dengan gaya yang sangat romantis layaknya sepasang kekasih yang bahagia. Anin yakin jika foto ini di ambil saat mereka di Australia.

__ADS_1


"A-- apa ini? Mereka.... Hah.. Hiks..." Anin menutup mulutnya, "Pembohong! Pengkhianat!" Ucap Anin dengan suara lirih, menahan sesak di dadanya.


"Jadi, selama ini mereka saling mengenal. Dan memiliki hubungan dibelakang gue? Hah, hahah.." Anin tertawa pedih, berusaha mengalihkan rasa sakit di hatinya.


Anin merasa dirinya sudah dibodohi, ia tidak pernah berpikir jika Bastian dan Vina memiliki hubungan spesial. Itu pun mereka lakukan saat mereka di Australia. Padahal jelas-jelas waktu itu Bastian mengatakan, jika ia tidak satu Universitas dengan Vina di sana bahkan mereka juga tidak pernah bertemu.


"Hiks!" Anin menggeleng kepalanya, menghapus kasar air mata nya.


Anin membuka buku Diary itu, walau tak banyak kata yang Ocha tulis didalam nya. Namun Anin tetap membaca dari awal hingga akhir. Setiap membaca tulisan Ocha, air mata Anin pasti luruh tanpa bisa ia kendalikan.


"Jadi, selama ini... Ocha menyembunyikan ini dari gue! Ini sebabnya Ocha gak mau menemui gue, karna ia menyimpan rahasia besar..." Lagi dan lagi Anin dikecewakan oleh orang-orang yang sangat ia percaya.


Kini, dunia Anin benar-benar hancur tak bersisa. Kecewa, marah, sakit semua bercampur menjadi satu. Anin beranjak ia menyimpan kembali foto itu kedalam buku diary Ocha, lalu menutupnya. Menyimpan kembali ketempat semula.


Anin berusaha bangkit, ia meraih tas nya dan pergi. Bi Asih yang tengah membersihkan ruang tengah melihat Anin turun dengan tergesa, bahkan beberapa kali terlihat Anin mengusap air mata nya.


"Non Anin, kenapa?" Ucap Bi Asih cemas.


"Gak papa. Bi Anin harus pergi..."


"Tapi, bukan nya Non Anin mau nunggu Non Ocha?"


Mendengar nama Ocha hatinya kembali sakit, "Bi Anin boleh minta tolong?"


"Tentu Non," ucap Bi Asih cepat.


"Tolong Bibi jangan bilang Ocha kalau Anin kesini ya!" Pinta Anin lembut.


"Tapi--" Bi Asih hendak bicara namun Anin segera memotong ucapan nya.


"Anin mohon Bi..." Menatap Bi Asih sendu.


Sebenarnya Bi Asih ragu, namun melihat Anin memintanya dengan tulus seperti itu, akhirnya Bi Asih mengangguk setuju.


"Makasih Bi," ucap Anin tersenyum getir.


Anin pergi dari rumah Ocha bersama luka yang ia dapatkan, air mata nya kembali keluar. Jika, saja Anin tidak ke sini mungkin Anin tidak akan pernah tau semua kebenaran nya.


Sedang, Bi Asih tampak kebingungan ia melihat punggung Anin yang kian menjauh, kemudian menengadah ke atas dimana kamar Ocha berada. Beragam pertanyaan muncul di benaknya, namun Bi Asih tak ingin memikirkan nya terlalu larut. Ia kembali kebelakang melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


...****************...


Kira-kira udah bikin kalian mellow gak? Beberapa part kedepan, akan banyak mengandung bawang nih...


So jangan lupa like. Dan kalo kalian punya saran, tulis di komentar ya.... Terimakasih🤗

__ADS_1


__ADS_2