
"hoooahhhh, aku lapar!!" intan bangun dari tidur nyenyaknya setelah perjalanan jauh
ia ketiduran saat perjalanan pulang dari bandara, liburannya telah usai dan waktunya kembali ke aktivitas seperti biasa
"ini dimana" intan melihat sekeliling nampak asing dan tak ada satupun orang disampingnya
ia turun dari ranjang dan ingin mencari tahu dimana ia berada, ponselnya pun tak tahu kemana
"astaga, jangan bilang gue diculik!! mama, papa anakmu diculik" intan berteriak dan menangis duduk dilantai
"sayang, ada apa?" wily datang mendengar suara istrinya berteriak dan menghampirinya
"mas, mas kita dimana?" intan bangun menerima uluran tangan wily dan menanyakan keberadaanya sekarang
"kita dihotel, tadi mas habis ketemu ardi dikamar sebelah" jawab wily ia keluar dari kamar ardi dan akan masuk kamarnya namun suara intan mengejutkannya
"kenapa kita dihotel mas? kenapa ngga langsung pulang saja" tanya intan tak tahu kenapa ia belum bisa bertemu orang tua dan mertunanya tentunya
"ardi, sahabat mas hari ini menikah, dan malam nanti resepsinya daripada kita bolak-balik yang cukup jauh. lebih baik sekalian saja" ucap wily menjelaskan
"lalu yang lain kemana?" tanya intan lagi
"mereka sudah pulang kerumah masing-masing, beberapa barangmu sudah dibawa wendi dan tyo. kita akan menginap nanti malam dan kita menginap baru besok pagi kita pulang" jawab wliy
wily menyiapkan baju untuk istri dan dirinya menghadiri pesta pernikahan sahabatnya. intan juga sudah pernah bertemu dengan ardi sebelumnya. saat pernikahan wily dan intan
"kamu mau makan? biar mas pesankan atau mau pilih menu sendiri?" tanya wily melihat intan terlihat lemas bangun dari tidurnya
"pesankan saja mas, aku tak punya tenaga untuk memesan makanan" ucap intan kini tidur nyaman dipangkuan wily
kepalanya bertumpu pada paha wily yang sedang duduk
sedangkan wily sibuk memilih menu makanan yang spesial untuk istrinya " mas!"
"hemmm. ada apa?" wily meletakan ponselnya setelah selesai memesan makanan untuk intan dan memandang wajah intan yang ada dipangkuannya
"tidak, aku hanya ingin diperhatikan saja" ucap intan terasa konyol entah apa yang ingin ia ucapkan tapi bibirnya berkata lain
"kau mau diperhatikan bagaimana lagi? bukankah seluruh perhatianku hanya untukmu" ucap wily yang menggoda intan
beraninya istrinya tidur diapngkuannya dan meminta wily agar menatapnya. itu sungguh ditakutkan wily jika saja dia tak dapat kendalikan
"mas!" panggil intan lagi
__ADS_1
tangannya menyentuh pipi wily dan membelainya
mungkinkah intan sudah jatuh cinta pada suaminya, tapi masih ada bayang-bayang rehan yang sekilas mengingatkan kembali kenangan saat bersama
bisakah satu hati mencintai dua pria sekaligus dalam satu waktu yang sama
"apa sayang? jangan memancing kucing yang sedang lapar" wily memegang tangan intan dan membawanya turun dari pipinya namun masih dalam genggamannya
tentunya wily sangat bahagia intan sudah mulai berani menyentuhnnya dengan penuh kelembutan, ini adalah awal yang baik untuk hubungan keduany
"apanya yang mancing sih mas, cuma manggil doang. rasanya aneh aja gitu sekarang aku sudah jadi istri
masih ngga percaya, tapi kita menikah sudah hampir tiga bulan yang lalu. apa mas juga sama masih tak menyangka semua ini terjadi pada kita" ucap intan dengan mudahnya tanpa tahu apa yang dilalui wily agar menahan dirinya untuk tak melukai dan menyakiti intan apalagi memaksa untuk mendapatkan hak nya sebagai suami
"kamu ngga percaya kalau kita sudah menikah? mau ngga rasain gimana rasanya jadi istri yang sesungguhnya" ucap wily penuh semangat
sepertinya obrolan kali ini akan menjurus pada hak dan kewajiban pasangan suami istri
"udah rasain, enak punya suami dikasih uang . dibelanjain tanpa diomelin. punya mama mertua baik banget pokoknya semuanya berjalan baik, aku bahagia" intan tersenyum dan dia bensar-benar bahagia
"ada satu lagi yang belum kamu cobain, sebagai seorang istri" wily mengedipkan sebelah matanya
intan bangun dari pangkuan wily dan terlihat malu, " matanya biasa aja dong, jangan berani macam-macam ya atau aku laporkan papa dan kak indra kalau mas wily berani macem-macem" ancam intan
"oke" intan mncari ponselnya yang ternyata sedang diisi daya karena lowbet sebelumnya
intan menekan nomer ponsel kakaknya dan memanggilnya dalam panggilan video
berharap akan mendapatkan pembelaan dari kakaknya, intan akan mencoba menakuti wily
"ada apa dek, kakak sedang praktek" ucap indra mengangkat panggilan video intan dengan malas
"praktek apaan! itu dikamar kakak kan bukan diklinik" kesal intan kakaknya berbohong padanya
"kamu ganggu saja, ada apa?" indra lupa jika yang diangkatnya adalah panggilan video
"kak, aku mau lapor jadi suami aku yang ini orangnya, dia mau berbuat tidak senonoh sama adikmu. sebaiknya kakak marahi dia dan bila perlu laporkan pada papa" ucap intan menyerocos
"sayang mau kemana?" indra ditinggalkan oleh zahra karena mengobrol disaat praktetknya belum selesai
indra tahu adiknya akan terus menelpon jika tak diangkatnya.
"kamu apa-apaan sih dek! kalian sudah menikah dan bodo amat mau jungkir balik ngapain kek. dan tunggu dulu! kalian selama ini belum ngapa-ngapain?
__ADS_1
indra yang terkejut betapa hebatnya wily menahan sebagai pria dewasa dan hidup dengan wanita cantik yang sudah sah jadi istrinya
"kakak kok belain mas wily sih, bukannya marahin! lagian kenapa kami harus ngapa-ngapain?" intan makin kesal
"ahhhhh, kalian membuatku kacau saja. kalian sehat bukan? atau kalian!! astaga kalian normal kan?" indra makin menggila ditinggal istrinya saat masih nanggung dan juga adiknya yang masih segel utuh selama tiga bulan pernikahan
"jangan bicara sembarangan!" wily menyahut ponsel intan yang tadi hanya diam saja karena meras dibela
"mau saya tunjukin kalau saya normal sama adikmu?" tantang wily
"entahlah, kalian ngga beres. saat pulang nanti kita akan bicarakan ini dan saya mau tahu siapa diantara kalian yang menyerong, sekarang jangan ganggu saya mau lanjutkan praktek dulu" ucap indra mematikan panggilan video intan dan mencari istrinya
keduanya canggung dan terdiam sejenak " kamu normal kan?" tanya intan seolah sedang mengajak wily berperang
"maksudmu?" wily tak terima kejan*tanya dipertanyankan
"ngga tahu, hanya penasaran saja. takutnya mas....." intan tersenyum bukanya mengetakan apa yang ingin dia katakan
tanpa banyak kata
wily menarik tangan intan lalu didekapnya tubuh ramping istrinya. lalu tangan sebelahnya lagi membelai wajah mulus intan dan
cup
bibir keduanya menyatu dengan cepat. wily yang tak lagi bisa menahan apa yang dia jaga karena intan yang memancing untuk melakukannya
luma*tan bibir wily menjelajahi seluruh bagian bibir intan. intan menolak dan menghindari tapi tangan wily jauh lebih kuat dari pada tenaga intan
emmmm
intan melepaskan suara yang membuat wily makin memburu, lalu dilepaskan pagutannya saat intan sudah meras kehabisan nafas
tanpa pikir panjang lagi wily mengangkat tubuh intan membawanya kedalam ranjang berukuran besar dan membaringkan intan tanpa melepaskannya
ia kembali meraih bibir intan meski intan mendorong tubuh willy
"mas kamu mau ngapain mas, tolong jangan lakuin itu aku takut mas" intan meneteskan air matanya
wily menjadi tak tega dengan istrinya
"mas aku mohon jangan begini. aku takut" intan terus menangis
wily yang frustasi meninggalkan intan sendiri dalam kamar dan merutuki perbuatannya, bukankah ia pernah berjanji tak akan memaksa
__ADS_1