Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Masakan pertama untuk suami


__ADS_3


"mas makanannya sudah siap!" intan memanggil wily yang asik menonton pertandingan sepak bola


"mass, kamu ngga dengerin aku sih!" intan menghampiri wily dan berdiri didepan tv


"sayang, kenapa disitu. Ayo sini duduk bareng!" rayu wily permainan sedang seru-serunya


"ohh jadi bola lebih penting dari pada masakan istri!" intan berjalan kembali kedapur dengan wajah ditekuk cemberut


"istri? Sayang coba ulangi.lagi tadi bilang apa?" wily malah fokus pada kata istri ketimbang makanannya


"wow, sepertinya enak sekali, ini buat mas sayang?" tanya wily melihat makanan buatan intan untuk pertama kalinya


"kalau enak liatin aja terus jangan dimakan!"


"oke! Mas makan sekarang ya. Tapi suapin tanggung banget masakin doang ngga nyuapin!" ucap wily manja


"tapi cuma mie instan mas, ngga masalah kan?" tanya intan memastikan


"ngga ada masalah sama sekali! Tunggu ini jamur ya?" tanya wily


"iya kenapa? Ngga ada pilih-pilih makanan ya!" ucap intan


Wily mengangguk dan menahan nafasnya


"aaa,, enak ngga?" intan mulai memasukan mie kedalam mulut wily


Awalnya biasanya saja, lama-lama wajah wily berubah merah dan seperti menahan sesak nafasnya


"mas, mas kamu kenapa.. Mas!!!" intan menyahut ponsel menghubungi kakaknya


'kak, mas wily kak, mas wily aku takut kak!"


'tenang dek ada apa?'


'wajahnya merah setelah makan mie dan jamur, kak gimana ini kak!'


Intan memegangi tangan wily sambil berbicara pada kakaknya


'baringkan tubuhnya agar rileks, kakak akan kesana dan membawa obatnya kirim alamatmu sekarang!'


Intan mengirim alamat rumah barunya yang tak jauh dari indra mengadakan pertemuan dengan rekan kerjanya


.


.


.


"mas tunggu sebentar ya, mas. Kak indra mana sih lama banget!" intan tak tega melihat kuli wily memerah dan nafasnya yang tak beraturan


"mas kita kerumah sakit saja ya!"

__ADS_1


Suara bel rumah berbunyi


Dari dalam intan menekan tombol agar pintu terbuka.


"kak ayo sini buruan periksa kak, suami intan kenapa?" intan panik


Wily justru tersenyum dengan cara ini dia tahu seberapa pedulinya intan padanya.


indra memeriksa wily dan menanyakan apa yang baru saja ia makan


Barulah indar menyuntikan obat alergi dan menunggu beberapa saat


"kamu gimana sih dek? Suami alergi aja kamu ngga tahu.


Dan kamu wil, udah tahu bahaya kenapa kamu makan.


Cinta ya cinta tapi jangan jadi bo*doh!" indra mengomel pada adik dan iparnya setelah wily kembali pulih


"crewet banget kayak emak-emak loe ndra! Kayak ngga pernah muda aja loe!" jawab wily yang sudah segar kembali


"lain kali saling menjaga, ngomong-ngmong kapan kalian tiba? Dan pindah rumah ngga bilang-bilang!" introgasi indra


"sabar kak! ini juga baru sampe trus baru makan


Niatnya besok mau ngadain acara disini.sekalian gitu acara pindah rumah!" jawab intan


Wily setuju dan tak menambahkan lagi ucapan intan


"ya sudah jika butuh bantuan hubungi kakak saja. Kakak anggap ini bukan undangan. Dan kirimkan undangan resminya" ucap indra lalu berpamitan


"hati-hati kak!" intan mengantarkan indra hingga pintu gerbang


Lalu masuk kedalam rumah lagi


"kita kekamar yuk mas!" intan memegang tangan wily agar bangun


"masih sore sayang! Mau sekarang banget emang?"



goda wily dengan wajah yang masih pucat


"mau sore mau malem, namanya sakit ya butuh istirahat! Ayo buruan nanti aku pesankan makan malam aja deh!" ucap intan langsung trauma saat memasak


"ya sudah ayo, tapi bantuin!" sikap manja wily muncul


"manja banget ini bayi panda!" intan menepuk pan*tat wily dengan sengaja saat mengatakan bayi panda


"sayang!" wily protes


"ahh cuma itu doang ngga usah baper!" ucap intan santai


"mas duduk dulu, lepas jaketnya dan tiduran dengan tenang. Aku mau mandi dulu ya!" intan membantu wily berbaring dan menyahut handuk masuk kekamar mandi

__ADS_1


.


.


Selesai dengan ritual dikamar mandi intan melihat wily sudah memejamkan matanya, sambil mengendap-endap ia membuka lemari dan tak menemukan baju


Hanya pakaian dalam saja


Tak berfikir panjang ia mengambil kaos berwarna putih yang cukup besar dibadannya


"



"hehehe pinjem ya mas, sepertinya aku harus belanja pakaian untuk besok!" ucap intan malu saat wily membuka matanya dan menatapnya


"lemari untuk bajumu disana sayang! Sudah lengkap sesaui yang biasa kamu pakai. Kalau yang ngga suka biar asisten mu mulai besok akan bekerja membantumu!" ucap wily menerangkan


"asisten? Maksudnya kaya bi titin?" intan tak paham


"bukan! Lagi.males ngomong besok biar dijelasin sama tyo kalau orangnya datang!


Sini kamu mau kemana?"


Tanya wily


"katanya males ngomong, mau ganti baju lah


Ngga nyaman begini aja!"


Jawab intan


"sini dulu!" perintah wily


"hmmm ada apa sih mas?"


Wily menarik intan dalam pelukannya


Intan tak menolak seperti sebelumnya. Kali ini keduanya benar-benar menikmati suasana romantis


"kamu mau honeymoon kemana sayang?" tanya wily


Sambil mengecup kening intan berkali-kali


"mas kan harus kerja! Kasian karyawan dan asistennya sibuk sendiri!" ucap intan yang belum siap membahas masalah itu


"oke! Kapanpun kamu siap dan ingin kemana pun mas akan luangkan waktu! Mulai besok mas kekantor ya!" ucap wily dengan penuh kesabaran


"yah aku sendirian dong, kan kekampusnya juga satu bulan lagi!" ucap intan menggerutu


"ajak saja temanmu, lakukan yang kalian mau tapi jangan ada laki-laki masuk sini tanpa izin mas. Kecuali keluarga!" pesan wily


"boleh undang temen aku mas?" intan sangat senang

__ADS_1


"tentu saja! Asal janga. Lupakan suamimu ini!" jawb wily


Keduanya.masih terus saling bercerita hinggal.larut malam dan tak terasa keduanya tertidur tanpa makan malam


__ADS_2