Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Meeting You Is A Nice Accident


__ADS_3

Cinta membuka matanya, lalu menjauhkan kepalanya dari bahu Rangga. Manik hazelnya memandang mata teduh milik Rangga. Ingatannya berputar kembali ke malam di mana pertama kali mereka bertemu. Malam di mana pria di hadapannya ini, yang telah menjadi suaminya, yang mengisi hatinya selama ini, adalah pria yang telah mencuri ciuman pertamanya.


Flashback on


Malam itu adalah hari ulang tahun Bayu, ayah Cika. Cinta datang ke sebuah kelab, tempat Rangga berkumpul dengan teman-temannya. Dia bermaksud untuk menemui Cika di sana. Karena tidak menemukan Cika, Cinta berdiri di depan pintu masuk berusaha menghubungi nomor Cika. Namun, tiba-tiba dan tanpa dia duga, seorang pria yang tidak dikenalnya datang menghampirinya dan langsung meraih tengkuknya lalu menciumnya tanpa basa-basi.


Cinta yang kaget terdiam untuk beberapa saat tetapi, begitu dia kembali pada kesadarannya, dengan cepat dia mengayunkan tangannya ke wajah pria yang menciumnya.


Plakkk!


Sebuah tamparan keras dari Cinta melayang di wajah tampan pria itu yang ternyata bernama Adipati Rangga Wijaya. Tamparan itu membuat Rangga tersadar dan menghentikan ciumannya. Dia membuka mata dan membelalak kaget saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya.


Cinta yang saat itu mengenakan tas ransel di punggungnya, dengan rambut diikat kucir kuda, dan baju kaos berwarna putih dipadu celana jins panjang, serta sepatu kets. Cinta sedang melotot marah pada Rangga.


Tunggu, ke mana pria tadi? Apa gadis ini yang diciumnya barusan? Pantas saja rasa bibirnya.... Batin Rangga.


Cinta menarik kerah kaos Rangga, "Dasar kurang ajar! Beraninya kau menciumku! Dasar pria m*sum! Pria tidak tau malu!" umpat Cinta dengan setengah berteriak.


Rangga hanya membisu, tiba-tiba saja dia merasa kehabisan kata-kata. Dia hanya memandang wajah Cinta yang sedang menarik kaosnya. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti, dia terus memperhatikan bibir mungil yang terus mengumpatnya. Tanpa dia tahu Cinta mengumpat apa karena kini dia disibukkan dengan pikirannya sendiri.


Apa bibir itu yang tadi kucium? batin Rangga.


Sekelebat ingatan Rangga kembali pada ciuman mereka tadi. Tanpa sadar dia tersenyum-senyum sendiri.


"Hehh! Kenapa senyum-senyum?!" Umpatan Cinta mengembalikan kesadaran Rangga.


"Jangan bilang kamu lagi mikir mesum tentangku ya!" Melepas cengkramannya di kerah kaos Rangga dengan kasar dan reflek menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Rangga semakin tersenyum geli melihat tingkahnya. "Adipati." Mengulurkan tangannya.


Cinta mengerutkan dahi, dia melirik sekilas tangan yang terulur padanya, "Idih, siapa juga yang mau kenalan sama cowok m*sum kayak kamu!" jawab Cinta sinis.

__ADS_1


Flashback off


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan itu?"


"Tidak, aku hanya tidak pernah menyangka kalau pertemuan tidak terduga itu adalah awal dari semua perjalanan kisah kita." Rangga tersenyum manis.



Cinta menaikkan sebelah alisnya, "Apa aku boleh berkata sesuatu?"


"Apa?"


"Aku sangat membenci malam itu."


"Benarkah?" Rangga memutar tubuhnya, menatap Cinta dengan menekuk kedua alisnya.


"Iya, dan aku sangat menyesal kenapa aku harus datang ke kelab di malam itu." Cinta mengalihkan pandangannya dari Rangga. Matanya menerawang jauh, menatap hamparan rumput hijau di atas bukit yang bertumpuk-tumpuk di hadapannya.



"Ya, aku sangat menyesal. Kenapa aku harus datang dan bertemu denganmu di malam itu, kenapa bukan di malam-malam sebelumnya? Mungkin dengan begitu, aku akan mengenalmu lebih lama." Cinta tertawa geli melihat dahi Rangga yang sudah berkerut. Dia berhasil mengerjai suaminya.


"Hm, kamu tuh ya ...."


"Aduh Kak, ampun," rintih Cinta.


"Gak, gak ada ampun. Kamu udah bikin aku cemas tadi."


"hahahaaha ... ampun hahahaa ...." Cinta berusaha menahan jemari Rangga yang masih menggelitiki pinggangnya. "Kak please, stop!" pinta Cinta dengan napas terengah-engah.


"Kamu itu bikin aku cemas. Aku pikir kamu beneran ...."

__ADS_1


"Sstttt." Menaruh telunjuknya di bibir Rangga. "Aku mencintaimu Kak, bagiku, meeting you was a nice accident. (bertemu denganmu adalah kecelakaan yang menyenangkan). Tanpa adanya malam itu, AKU dan KAMU tidak akan pernah menjadi KITA." Cinta melingkarkan kedua tangannya di leher Rangga, mengecup pipi Rangga saat pria itu meraih pinggangnya.



Sepasang manik teduh milik Rangga terlihat berbinar dengan kedua pipi yang mengembang, "At first time i saw you, i knew i had to have you." Menyelipkan rambut Cinta ke belakang telinga. "I wanna spend every single day, for the rest of my life with you."(Saat pertama kali aku melihatmu, aku tahu aku harus memilikimu. Aku ingin menghabiskan setiap hariku, selama sisa hidupku bersamamu.)


Rangga meraih tangan Cinta untuk mengecup punggung tangannya. "Terima kasih sudah datang malam itu. Terima kasih sudah menghadirkan Sunny dalam kehidupan kita. Terima kasih sudah menerima dan mencintaiku selama ini. I love you more, more, and more Cinta Yasmila Wijaya."



Cinta menangkup kedua rahang Rangga, sepasang manik mata mereka saling bertemu dan berpandangan lekat.


"I choose you and i'll choose you over, and over, and over. Without pause, without a doubt. In the heartbeat, i'll keep choosing you, Adipati Rangga Wijaya Ezra." (Aku memilihmu, dan akan memilihmu lagi, lagi, dan lagi. Tanpa jeda, tanpa ragu. Dalam setiap detak jantungku sekalipun, aku akan tetap memilihmu, Adipati Rangga Wijaya Ezra).


Rangga mendongakkan wajahnya untuk mengecup kening Cinta. Kecupan yang lembut dan hangat.



Senyum bahagia terpancar jelas di wajah keduanya, sebelum akhirnya bibir Rangga perlahan turun untuk meraup bibir mungil nan merah muda milik Cinta.


"Kita kembali ke hotel, bersiap berkeliling Bali, lalu kita bikin adik untuk Sunny? Hm?" gumam Rangga sembari menyatukan kening mereka. Sementara, Cinta hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman. Dia mencintai pria ini. Pria me*sum yang telah mencuri ciuman pertamanya.



"The best love is the love you never expacted is coming. Love isn't about finding the perfect person, it's make what imperfect person to be perfect, because someone who truly loves you will be by your side even knowing how messed you are, how emotional you are, how hard to handle you, but he's still wants you."


"Cinta terbaik adalah cinta yang tidak pernah kamu tahu kedatangannya. Cinta bukanlah tentang menemukan orang yang sempurna, tetapi melihat orang yang tidak sempurna menjadi sempurna, karena seseorang yang benar-benar mencintaimu, akan berada di sisimu meski tahu bagaimana berantakannya dirimu, bagaimana emosionalnya kamu, bagaimana kesulitanmu, tapi dialah yang masih menginginkanmu."😘😘😘


...****************...


END, 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2