
"nak mama boleh minta sesuatu?" tanya mama nita yang mengajak intan melibat tanaman dihalaman belakang rumah
"tentu saja ma, jangan sungkan" jawab intan yang juga suka melihat banyak tanaman bunga yang ditanam mertuanya
"mama minta apapun yang terjadi jangan tinggalkan wily. apa permintaan mama terlalu berat?" ucap mama nita
"mama tenang saja, selamanya intan akan menjadi istri kak wily" ucap intan asal saja
ia tahu mama mertuanya memilikki penyakit yang dari dia dengar adalah cukup parah. setidakya intan ingin membuat orang lain bahagia selain orang tuanya
"satu lagi, jangan panggil wily kak dong nak. kamu bisa panggil sayang atau mas gitu. nanti orang lain pikir dia kakakmu" pinta mama nita sekali lagi
"sayang? emmmm mas aja kali ya ma" ucap intan sayang terlalu berlebihan menurutnya dan terdengar menggelikan
"hemmm, terima kasih sudah mau menikahi anak mama dan mama harap kalian selalu bahagia dan bersama" mama nita memeluk menantu perempuannya
"iya ma, mama juga harus bahagia, ini jenis bunga apa ma" tanya intan yang penasaran
"ini bunga krissan, kamu suka?, mama menghilangkan jenuh dan menunggu anak-anak pulang dengan begini" ucap mama nita
"nanti intan akan temani mama" jawab intan
"nyonya ada tamu" ucap bi titin
"siapa bi?" tanya mama nita
"keluarga bu intan nyonya" jawab bi titin lagi
"iya buatkan minum dan bawakan cemilan ya, ayo sayang kita temui mama kamu" ajak mama nita
"ante!!!!" juna berlarian menghampiri intan
"juna jangan lari-lari nak, tidak sopan" ucap zahra mengingatkan
"ngga apa-apa nak, biarkan saja namanya anak kecil. ayo silahkan duduk ngga kabar-kabar mau datang" ucap mama nita yang senang didatangi besannya
" iya kami mau lihat keadaan wily, apa sudah membaik" ucap mama herlina
"sebentar aku panggilkan kak, eh mas wily dulu" ucap intan meninggalkan keluarganya yang berkumpul
intan mencari suaminya yang ternyata ada diruangan kerjanya,
"kak, eh mas wily ada mama aku dibawah nanyain mas" ucap inntan
"apa? mas! sejak kapan nama panggilanku diganti" ucap wily mempertanyakan
__ADS_1
"ahhh ngga penting, dibawah ada keluargaku datang jadi kita harus akting romantis agar mereka tak banyak bertanya, ayo turun aku bantu" ucap intan
wily hanya mengikuti saja,
"ma, pa maaf kami belum bisa kerumah, malah kalian yang datang kesini" ucap wily tak enak hati
"tidak apa-apa, biar kita saling mengenal lagi. mama dan papa khawatir dengan keadaanmu apa lukanya sudah membaik" tanya mama herlina
"sudah ma, berkat bantuan intan, iya kan sayang" wily merangkul pundak intan didepan para orang tua
"ahhh, iya ma. pa" intan gugup
"syukurlah kalau begitu. papa ikut senang" ucap pak aji
"ante kata om wendi ada kolam ikan dibelakang? juna mau liat" ucap juna memaksa
"juna!" indra mencegah
"tak apa biar saya dan intan temani, ayo sayang" wily mengambil banyak kesempatan dalam kesempitan untuk bersentuan dengan intan
"iya mas, ayo juna sama ante" intan menggandeng tangan juna membawanya kekolam ikan yang dimaksud
"kamu apa-apaan sih mas, kenapa pake rangkul-rangkul segala didepan mama sama papa" tegur intan
"kan tadi katamu harus akting romantis" jawab wily santai
karena ada juna yang bisa saja mendengar dan memberitahukan pada kakaknya nanti
"juna mau tangkap ikan?" tanya wily tak mengiraukan ucapan intan yang membuatya makin kesal
"om wily memangnya boleh sama oma?"tanya juna sopan
"tentu saja, ini ikan milik om juna bisa datang tiap minggu kesini kalau mau lihat ikan" ucap wily
"iya om juna mau, boleh kan ante" tanya juna memastikan
"iya sayang"jawab intan lembut
wily dengan sabarnya mengikuti kemauan juna dan mengajaknya becanda, ada sedikit senyum tergurat diwajah intan. pemandangan yang sangat indah
juna selama ini tak mau dekat dengan rehan meski sering bertemu, tapi dengan wily dia langsung begitu saja akrab
"auuuu" wily mengeluh
"mas kenapa?" tanya intan " juna kamu apakan om wily?" intan memeriksa lengan wily
__ADS_1
"ngga ante, juna ngga sengaja.. huaaaaa" juna menangis ketakutan melihat wily kesakitan karena terkena kaki juna tanpa sengaja
"ngga apa-apa juna, om baik-baik saja sudah jangan menangis, nanti ikannya ikut sedih" ucap wily yang menahan sakit karena takut juna menangis
"aku priksa dulu mas" intan mau membuka baju wily'
"nanti saja, ayo juna kasih lagi makanannya biar pipi ikannya sama kayak juna"ucap wily
intan hanya diam saja sambil meringis merasakan sakit yang wily rasakan. " juna sudah yukkk nanti mama dan papa pulang loh, kamu ditinggal" ucap intan
"menginap sini saja, juna mayu?" tanya wily
" mau om, tapi belikan aku es krim ya" ucap juna dengan polosnya
"juna! ngga boleh begitu" intan menegur
"mau berapa eskrimnya, nanti ante yang keluar belikan es kruimnya" ucap wily
"enak saja, kenapa aku? kalian lanjutkan sajalah aku mau sama yang lain" intan meninggalkan keponakan dan suaminya yang asik tanpa mengajak intan
"kita masuk yukkk, nanti main ikan lagi" ajak wily meengikuti intan
"iya om" juna sangat menurut saat bersama wily
"kok wily ditinggal sih dek, kan susah jalannya" ucap indra melihat wily perlahan melangkah
"tadi pada ngga mau diajak masuk kak, ma. pa kalian ngga kangen sama aku ya" ucap intan mendengus
"ngga lah, jadi enak rumah ngga berisik" jawab papa aji
"kalian jahat sekali! melupakan anak kandungnya sendiri" ucap intan lagi
"tentu saja kangen sayang, buktinya mereka menyempatkan diri kesini. pasti mereka sangat kehilangan putri cantiknya sekarang bersama mama disini" ucap mama nita
"pasti begitu iyakan ma, pa, kak" ucap intan
"sayang bisa bantu ke atas, ma pa saya keatas dulu mau ambil obat" ucap wily
"intan dipanggil suamimu tuh" ucap zahra
"aku? kapan?" ucap intan polos
"sayang, kamu ngga dengar" ucap wily mengulangi
"iya mas, ayo kita keatas aku bantuin" intan mengumpat willy dalam hatuinya
__ADS_1
"ngga usah kesal begitu, jelek bibirnya dimanyun-manyunin" ucap wily tanpa dosa