Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Saatnya Pulang


__ADS_3

Selesai dengan meetingnya wily dan intan tak menyusul wendi dan sahabat intan


"kita mau kemana mas?" ucap intan pada suaminya tanpa bilang apapum wily membawa intan pada sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar


"ikut saja nanti juga tahu!" ucap wily yang menyimpan rahasia entah apa yang akan dia lakukan untuk istrinya


"hmmm oke! Tyo kemana tadi mas. Dia menghilang saat kita kesini!" intan tak melihat asisten suaminya mengikuti


Yang biasanya selalu ada disampingnya jika perlu selama dua puluh empat jam


"dia menyusul wendi dan temanmu, nanti malam dini hari kita pulang jadi habiskan sebentar disini tanpa temanmu dan yang lain yang akan mengganggu kita!" ucap wily terus berjalan dan menggandeng tangan intan


Banyak orang yang memperhatikan intan, mulai dari baju yang ia kenakan juga wajah cantiknya yang pastinya membuat lelaki tak mau mengedipkan wajahnya


"mas kenapa sih?" intan berjalan mengikuti langkah panjang wily yang sangat cepat hingga hampir terjatuh


"maaf sayang! Semua pria melihatmu mas tak mau berbagi kecantikanmu lebih lama lagi!"


Blusss


Ucapan wily berhasil lolos membuat wajah intan memanas. Sudah mulai overprotektif terhadap istrinya


"tapi aku susah jalannya mas!" intan merasa lelah berjalan seperti berlari

__ADS_1


"lalu mau mas gendong?" tanya wily menghentikan sejenak langkahnya dan menatap intan


benar saja nafas istrinya ngos-ngosan


"sebentar lagi kita sampai!" wily kembali menggandeng intan dan berjalan dengan santai


Tiba disebuah toko perhiasan ternama


"selamat siang pak ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai toko dalam bahasa negara tersebut


"siang bu, saya mau ambil pesanan atas nama wily dari indonesia!" ucap wily memperlihatkan bukti pemesanan barang dan pembayaran lunas


"sebentar saya ambilkan dulu pak" pegawai itu lalu meninggalkan intan dan wily mengambil pesanan yang dimaksud


"terima kasih!"


Wily mengagambil kotak itu dan menyerahkan pada intan


"bukalah, semoga kau suka!" ucap wily


Intan mengambil dengan ragu, baru kali ini mendapatkan hadiah dari orang selain keluarganya


"untukku mas?" ucap intan memastikan

__ADS_1


Selama ini intan yang lebih sering mengeluarkan uang untuk pasangannya.


Jika dianggap dimanfaatkan nyatanya intan mendapatkan kasih sayang juga dari pasangannya sebelumnya


"tentu saja. Emang istriku siapa lagi!" wily menunggu intan mengomentari pemberiannya


"bagus mas, aku suka! Tapi ini pasti mahal banget kan ma?" bisik intan merasa tak enak pada suaminya


Yang harusnya biasanya seorang istri akan sangat senang bahkan menuntut banyak permintaan.


"beneran suka? Atau hanya pura-pura saja!" tanya wily memastikan


Ia tahu istrinya memiliki orang tua yang juga tak kalah kaya raya. Ia takut memberikan yang tak sebagus orang tuanya berikan


"maaf sayang, hanya ini yang bisa mas berikan padamu!" wily mulai gelisah


"suka mas, suka banget tapi aku takut merepotkanmu. Aku ngga mau dibilang wanita matre!" ucap intan jujur dari dalam hatinya


"hahahahaha, kamu ini ada-ada saja! Mana ada namanya istri matre.


Yang ada itu kewajiban suami untuk membahagiakan istri. Jika memang belum bisa sebaik orang tuamu berikan. Setidaknya mas sudah berusaha dan berjuang" ucap wily yang tertawa mendengar kelucuan istrinya


"ya sudah sekarang mas pakaikan. Cincin nikah kita dulu terlalu mendadak jadi mas beli tanpa banyak pilihan. dan ini hadiah pernikahan kita yang pertama!" ucap wily

__ADS_1


Wily berpamitan setelah memakaikan kalung dan cincin untuk istrinya dan juga pamit pada pegawai dan meninggalkan toko perhiasan


__ADS_2