
"pagi ma, gimana keadaan mama sudah lebih baik?" tanya intan dan membawakan bubur untuk mertuanya
Intan menghubungi mama herlina untuk meminta resep bubur yang menurut intan enak
"pagi sayang, kamu bawa apa?" mama nita sudah terlihat segar dari sebelumnya
"bawa bubur dan susu, mama harus makan banyak sebentar lagi kan mau ketemu calon besan!" ucap intan perlahan menyuapi mama nita
"mama sendiri aja sayang, mama sudah sehat kok!" ucap mama nita tak mau merepotkan
"ma, ngga apa-apa intan suapi. Sebentar lagi kak indra datang mau periksa mama lagi!" ucap intan
Lalu mama nita menurut dan menghabiskan satu mangkuk bubur dan segelas susu
"wily sama wendi kemana nak?" mama nita belum melihat anaknya
"mereka kekantor ma ada rapat, dan sekaligus perkenalan wendi sebagai direktur baru pabrik ma!" ucap intan menjelaskan
"syukurlah, mama fikir wily tak akan memeberi keperrcayaan pada wendi. Mama jadi tenang kalau wendi punya penghasilan sendiri!" mama nita lega
Anaknya akan punya tanggung jawab baru
"nak mama boleh tanya tentang puspa?" mama nita tahu kalau puspa teman intan yang cukup dekat
"boleh dong ma!"
"apa keluarga intan sama dengan kita atau dibawah, atau lebih diatas?
Bukan apa-apa mama hanya mau menyesuiakan saat datang kesana. Agar tak menjadi canggung. Seratus persen mama setuju.
Tapi kita tak tahu respon keluarga puspa" ucap mama nita
"ma, puspa sudah tak punya ayah dan ibunya punya sebuah kafe yang lumayan terkenal
Jadi menurut intan kita tak terlalu berbeda. Jadi mama jangan khawatir
Mama puspa sangat baik dan ramah!" jelas intan dengan lembut
Keduanya menghabiskan waktu mengobrol banyak hal dan saling mengeluarkan isi hati masing-masing.
.
.
.
.
Dikantor
"terima kasih waktunya, semua boleh kembali ketempat kerja masing-masing!" ucap wily menutup rapatnya setelah selesai mengumumkan bahwa direktur untuk pabrik yang baru buka adalah wendi adik kandungnya
Semua pegawai keluar ruangan rapat tinggal wendi dan tyo serta wily
__ADS_1
"bagaimana? Siapa yang ditemui mama kemarin!" tanya wily yang sebelumnya sudah meminta agar tyo mencari informasi
Siapa yang membuat mamanya sakit
"dari yang saya dapatkan, ibu nita mendapatkan sebuah telfon dari seseorang. Lalu pergi ke sebuah kafe tak jauh dari rumah.
Dan yang ditemui adalah....
Pak baron, papanya pak wily. Lalu kiara dipaksa pulang
Itu saja yang saya dapatkan pak.!" ucap tyo menjelaskan hasil pencariannya
"jadi orang itu lagi, oke itu sudah cukup tolong cari bukti yang lebih akurat agar mereka dapat kita ancam supaya tidak menggangu keluarga saya lagi.
Wendi hari ini kamu bisa cek lokasi pabrik. Panggil saya pak kalau dikantor
Dan kamu berangkat diantar tyo sebelum dapatkan asisten.
Setelah itu tyo akan menjelaskan semua pekerjaanmu"
Ucap wily menjelaskan
"baik pak wily! Saya pamit dulu!" ucap wendi dan tyo
Keduanya menjalankan perintah wily dengan senang hati
Sementara wily kedatangan tamu
"permisi pak diruangan bapak ada tamu!" ucap pegawai yang datang keruang rapat
"pengantin baru kemana aja loe!" wily tak menyangka bukan ardi yang ada diruangannya
"ada perlu apa anda datang kesini?" tatapan tak suka wily pada tamu yang baru saja tiba
"wily dengarkan papa bicara. Kamu terlalu tidak sopan pada papamu, apa ini yang mamamu ajarkan!"
Wily hanya tersenyum sinis tanpa menjawab apapun
"wily, papa harap kamu bisa bantu bisnis papa.
Papa ingin kamu membujuk mertuamu untuk bekerjasama dengan perusahaan papa, itu jalan satu-satunya agar papa bisa pertahankan bisnis yang papa rintis sejak kamu kecil wil!" pak baron mengharapkan anaknya dapat membantunya
Pak baron tahu besannya yang merupakan orang tua intan memiliki banyak relasi penting
"saya sudah melunasi hutang papa yang begitu banyak! Masih kurang kah semua itu hingga harus mengungkit masa kecil saya.
Saya rasa yang saya berikan lebih dari cukup
Dan saya ngga akan pernah melakukan apapun lagi. Anda tahu apa yang anda lakukan bisa membuat kami mati kelaparan selama bertahun-tahun. Anda pernah peduli setidaknya pada saya dan wendi?
Kemana anda saat itu?" wily mulai tak bisa mengontrol emosinya
"keluar dari sini sebelum hal yang tak diinginkan terjadi. Nanti asisten saya yang akan mengurus kebutuhan anda dan keluarga anda setiap bulannya. Selama anda tak mengacau atau memgganggu keluarga saya!"
__ADS_1
Wily membelakangi pak baron rasa amarahnya memuncak tapi wily juga masih menjaga karena bagaimanapun dia adalah ayahnya
"maksud kamu, hidup papa hanya akan dapat dari belas kasihanmu! Kamu keterlaluan wily.
Kalau begitu papa akan menikahkan kiara dengan lelaki kaya agar kamu tahu, papa tak butuh bantuanmu!" ancam pak baron
Karena tahu wily sangat sayang pada adiknya
"silahkan lakukan apa yang anda mau, kiara anak anda bukan tanggung jawab saya!" jawab wily yang tak disangka oleh pak baron
Pak baron keluar ruangan wily dengan kekalahan. Anaknya tak bisa dibodohi
.
'halo, tyo sudah beres urusan wendi?'
'sudah pak, saya akan kembali kekantor sekarang' jawan tyo
'sekalian ambil baju yang saya pesan untuk pertemua dengan keluarga puspa,
Termasuk bajumu dan hani. Kaliam juga akan ikut' ucap wily
'sudah saya bawa pak, tadi pemilik butik menghubungi saya!'
'oke, segera kekantor!'
'baik pak'
.
.
.
Tyo tiba dikantor dan meminta security membantu membawakan barangnya
"permisi pak, ini bajunya banyak banget pak!" tanya tyo
"yang warna coklat itu milikmu dan hani, antarkan sekalian padanya karena hari ini istri saya menyuruhnya membantu puspa bersiap untuk acara besok!" tunjuk wily pada dua kotak berwarna coklat
"terima kasih pak!" ucap tyo merasa senang
"hemmm, hari ini ada rapat lagi?" tanya wily
"tidak pak, saya sudah atur agar pak wily pulang siang. semua pekerjaan sampai dua hari kedepan sudah saya baca dan revisi bapak tinggal tanda tangan saja." ucap tyo
"tak salah saya pilih asisten, oke kita pulang bersama setelah ini!" ucap wily memberikan pujian
"ehemmm, gaji naik dong ya pak?" canda tyo
"boleh! Kalau kamu mau nikah nanti saya naikan buat tunjangan anak dan istri!" jawab wily
"mau nikah sama kambing emang, mudah banget bapak nyuruh nikah!" gerutu tyo
__ADS_1
"ya kalau kambingnya mau sama kamu! Sudah ayo pulang!" ajak wily