Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Jatah Suami jangan dilupakan


__ADS_3

Semua keluarga sudah siap dengan pakaian senanda berwarna merah bata sesuai keinginan intan yang membuat seragam untuk pertemua keluarga


"ayo berangkat! Tyo kamu antarkan mama dan wendi saya bawa mobil sendiri!" ucap wily


" baik pak!"


"tyo kami tampan sekali, sayangnya masih jomblo ya!" ucap intan


semua menertawakan tyo yang memang benar adanya


Sejak bekerja dengan wily tyo tak pernah terlihat menggandeng pacar


"hehe maaf becanda ya!" ucap intan lagi


.


.


"ini rumah puspa sayang?" tanya wily sebelum turun dari mobil


"iya mas, kenapa?" tanya intan


"engga apa-apa! Sayang itu lipstiknya nempel!" tunjuk wily


"mana mas!" intan membuka kaca dan tak melihat ada yang aneh


"mana sih mas, mau ngerjain ya!" kesal intan


"ini! Cup!"


Wily mengecup bibir intan


"tuh kan!"


Cup


Wily kembali mengecup bibir intan kedua kalinya tanpa melepaskannya. Ia memagut bibir tipisn milik istrinya


Intan memukul lengan wily yang menahan kepala intan


"kamu ini kayak ngga bisa dirumah aja mas!" intan merapihkan riasannya setelah apa yang dilakukan suaminya!"


"kelamaan sayang, kalau bisa sekarang nih mas minta jatah!" ucap wily tanpa merasa bersalah


"kumat deh! Ayo turun yang lain nungguin!" ucap intan


"nanti malam ya sayang, please!" ucap wily


Sejak beberapa hari tinggal dirumah mama nita


Intan tidur dengan mama nita tiap malam membuat wily terabaikan


Terutama soal urusan ranjangnya


"iya bawel. Ayo buruan!" ajak intan lalu keluar dari mobil


"kenapa sayang kok lama?" mama nita panik


"tadi benerin make up dulu ma, ayo masuk!" ajak intan


"ma perkenalkan ini mama puspa!" ucap wendi memperkenalkan mamanya dan mama puspa


"nita!"


"rita!"

__ADS_1


"namamya mirip ya, memang jodoh mungkin begitu!" ucap intan


"mari silahkan duduk semua, maaf rumahnya sempit!" bu rita mempersilahkan


"ini sangat hangat dan nyaman!" jawab mama nita


"hemmm! Deketin kalau suka, tar diambil orang sakit hati deh!" ucap intan melihat tyo terus curi pandang pada hani


"emang dia belum punya pacara bu?" tanya tyo pada intan


"belum, sama kayak kamu jomblo akut!" jawab intan sambil mendengarkan maksud dan tujuan kedatangan keluarga wendi


Yang diwakilkan oleh wily sebagai kakak tertua


"bu, kedatangan kami kesini untuk melamar anak ibu, maaf terlalu terburu-buru.


karena wendi dan puspa sudah cukup lama berhubunngan dan juga keduanya sudah dewasa. Alangkah lebih baiknya jika ada ikatan yang suci!" ucap wily menyampaikan niatnya


"saya setuju saja, yang menjalankan anak-anak


Jadi saya pasrahkan sepenuhnya pada puspa dan wendi saja!" bu rita menyampaikan pendapatnya


Setelah semua setuju. Wendi menyelipkan cincin tanda keduanya telah terikat


"untuk pernikahan saya serahkan kepada pihak wanita untuk mengaturnya, kami akan bantu untuk urusan biaya!" ucap wily lagi


"baiklah, kapan pernikahan akan dilakukan?" ucap


mama nita


"bagaimana kalau tiga bulan lagi?" bu rita menawarkan


"baiklah setuju!" jawab mama nita


Yang lain juga setuju


Wily memberikan kode agar semua ikut makan


"selamat ya beb, sebentar lagi jadi adik gue!" intan memeluk puspa dengan senang


"iya kakak!" jawab puspa


Dan ketiganya tertawa bersama


"han, tuh ada cowo cakep jangan dibiarin. Udah mapan cakep jomblo juga. Tunggu apa lagi?" intan memberi isyarat pada hani


"ihh masa cewe yang deketin. Malu dong!" ucap hani yang sebenarnya juga sudah menaruh perhatian pada tyo


Dan sesaat keduanya saling bertemu pandang. Keduanya saling membuang muka dan pura-pura tak saling melihat


"cieee ada yang salting!" ucap intan


"udah ah, ayo makan laper nih!" ajak puspa


"sayang!" panggil wily


"iya mas, ada apa?" tanya intan


"malam ini kita pulang kerumah!" ucap wily


"oke! Mas sudah makan?" tanya intan


"hemm, sudah!" jawab wily


acara sudah selesai dan wily mewakilkan keluarga untuk berpamitan

__ADS_1


"tyo antarkan hani sekalian ya, setelah antar mama dan wendi!" ucap intan


"baik bu, siap laksanakan perintah istri bos!" jawab tyo


"ma, intan sama mas wily pulang kerumah ya ma! Nitip temen intan juga!" intan berpamitan pada mertuanya


"iya sayang, sering-sering kerumah ya nak!" ucap mama nita


"siap ma, kami duluan!" jawab intan


"hani, besok kerumahnya siangan aja!" ucap intan


"oke bu bos!" hani melambaikan tangan pada intan


"ayo mas kita pulang!" intan duduk disamping wily yang sudah siap dengan mengendarai mobil


wily mengemudikan mobilnya perlahan


"ada yang mau dibeli sayang sebelum pulang?" tawar wily


"engga mas, udah kenyang! Kita langsung pulang aja deh!" jawab intan


.


.


.


"bu, pak!" sapa bik sum


"iya bik, ini ada kue dimakan aja tadi kami sudah makan di acara jadi ngga usah masak makan malam" ucap intan memberikan kue yang dibawakan oleh puspa


Sementara wily sudah lebih dulu masuk ke kamar


"mas sudah mandi, ya udah aku juga mau mandi gerah banget!" ucap intan melihat wily sudah berganti baju


"iya sayang, mas cek email dari tyo dulu!" jawab wily sibuk dengan ponselnya


.


.


"mas mau makan lagi ngga?" tanya intan setelah selesai mandi dan menghampiri wily yang duduk disofa



"ngga laper, pinginnya peluk kamu! Mas kangen banget!" ucap wily memeluk intan dengan erat


"baru juga tiga hari ngga bobo bareng!" jawab intan


"kamu dikuasai mama, mas ngga kebagian!"


Cup. Cup. Cup


Wily mengecup seluruh wajah intan. Rasa rindu dan gemas pada istrinya


"jangan lupakan jatah suamimu!" bisik wily


"mau sekarang?" tantang intan yang tentunya juga merindukan berolah raga dengan suaminya


"gas!"


Wily mengangkat tubuh intan dan menggendongnya dibawanya ke ranjang lalu dibaringkan


Intan sudah pasrah dengan yang dilakukan suaminya

__ADS_1


Yang pastinya akan membuatnya melayang merasakan kepu*asan yang hanya suaminya yang bisa melakukannya


__ADS_2