Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
masalalu mengusik


__ADS_3

hari libur yang menyenangkan, juna mengajak intan dan wily beramain banyak wahana yang membuat keduanya tak canggung untuk berdekatan atau berpelukan


seharian sudah dilalui dengan canda dan tawaa. dan harus pulang kerumah masing-masing


juna masih belum mau berpisah dengan intan namun mamanya memberikan pengertian dan wily menjanjikan akan liburan lebih lama nantinya


"ahhhh lelah sekali rasanya" intan selesai mandi dengan wajah segar setelah seharian berada dibawah  diteriknya matahari


"mas, mau ngapain?" tanya intan yang kaget wily tidur diranjang


"tidurlah! kamu pikir bisa olah raga disini. kecuali kalau kamu mau" ucap wily dengan santainya


"kenapa tidur disini, biasanya kan disofa" intan duduk dan terus mengomel


"brisik sekali, ini sudah malam! badanku sakit semua ternyata lebih enak tidur disini dan kalau kamu mau mencoba tidur disofa silahkan" ucap wily yang juga sudah sangat mengantuk


"ahhhhhh astaga , oke aku akan tidur disofa" intan membawa bantal dan selimutnya ke sofa dan merebahkan tubunnya yang sehaian terombang ambing wahana


.


.


.


"ma aku bernagkat bareng wendi ya ma, tolong sampaikan pada mas wily, intan buru-buru"  ucap intan yang mengokori wendi keluar rumah


"wen, aku ikut kamu ya ada tugas presentasi nih hari ini" ucap intan


"ya sudah ayo, tapi aku jemput puspa dulu ya" ucap wendi


"oke lah, gas tapi jangan pake rem" intan masuk kemobil wendi dan berangkat kekampus bersama


.


.


sementara dirumah

__ADS_1


" yang lain kemana ma?" intan sebenarnya yang ditanyakan oleh wily


"intan sudah berangkat sama wendi, ada tugas pagi katany, kamu tumben bangun kesiangan?" tanya mama


nita anakanya tak pernah telat bangun sebelumnya


mungkin karena sudah menikah menurut mama nita


"tidur nyenyak ma, bisa tidur dikasur" wily keceplosan


"maksudnya? kalian selama ini tidur terpisah" mama nita menyimpulkan sendiri yang sebenarnya itu terjadi diantara wily dan intan


"kadang ma, kadang wily suka ketiduran dirunag kerja karena lembur" ucap wily memerikan alassan yang paling tepat


mama nita tak percaya begitu saja pada anaknya yang sepertinya ada yang tak beres dalam pernikhan anakny


"ya sudah ma, wily telat" wily juga berpamitan berangkat kekantor sebelum lebih banyak lagi pertanyaan  dari mamanya


.


.


.


"intan ada yang tunggu diluar" ucap salah seorang teman sekelas intan yang menyampaikan pesan dari seseorag]


"ada apa sih mas wily jam segini jemput" gerutu intan yang mengira suaminya datang menjemput diawaktu yang tak tepat


intan pun ketemoat yang dikatakan oleh temannya untuk ditemui


"siapa ya?" intan meilhat seorang lelaki membawa bunga membelakanginya


"hai, intan apa kabar?"


deg


deg

__ADS_1


jantung intan berdebar melihat siapa yang ditemuinya saat ini, satu bulan lamanya ia berusaha melupakan seseorang yang paling membuat hatinya berbunga sekaligus menghancurkanya seketika.


diam seribu bahasa intan tak tahu harusa bagaimana, tubuhnya membeku dan mulutya terkunci


"mau apa kamu kesini" ucap intan dengan sekuat tenaga menahan tanagisnya


"aku rindu kamu baby, kenapa kamu tak pernah menjengukku" tanya rehan. iya lelaki yang datang menemui intan adalah rehan yang sudah keluar dari sel setelah dijamin oleh orang tuanya


"baby? kamu anggap aku apa setelah apa yang kau lakukan padaku? masih berani menemui ku" teriak intan dengan tangis yang akhirnya terlepas juga


"maafkan aku baby, intan aku bisa jelaskan semua. kamu harus dengarkan ini setelahnya kamu bisa melakukan apapun" rehan menahan tangan intan dan menjelaskan semuanya. bahwa seseorang meminta rehan agar membawa intan kesuatu tempat dan mengancam akan melaporkan kepolisi jika rehan tak menuruti


rehan tak tahu jika setelah itu dia juga tetap dijebak dan jebloskan ke sel tahanan. dan rehan mengatakan masih sangat mencintai intan apapun yang terjadi


"kamu tak punya malu masih menemuiku, apakah aku masih harus percaya denganmu setelah semuanya. kamu terlambat aku sudah menikah dan jangan ganggu aku lagi" ucap intan  tegas


"aku akan menunggumu, sampai kapanpun intan aku tahu pernikahan kalian bukanlah pernihakan yang benar. temui aku atau hubungi aku saat kau butuh aku akan datang, nomerku masih yang lama" ucap rehan dan akhirnya pergi meninggalkan intan dalam kegalauan


kata-kata yang disampaikan adalaha benar adanya. karena merasa tak enak badan intan memutusakan untuk pulang


ia memesan taksi karena tak mau menunggu lama supirnya atau suaminya,,


.


.


tak disangka apa yang dilihatnya sungguh membuat dadanya sesak


intan melihat wily berplekukan dengan seorang wanita yang tak asing dipenglihatan intan


dadanya sangat sesak, bahkan airmatanya mengalir membanjiri pipinya


disaat intan mulai bertekad untuk memulai hubungan yang baru bersama suaminya dan akan melupakan rehan setelah penjelasan rehan tadi, tapi apa yang didapatkan hanyalah rasa sakit


"pak putar balik ya, saya melupakan sesuatu" ucap intan meminta agar supir taksinya mengarahkan alamat apartemen sahabatnya yang hari ini tak masuk kuliah


dan disanalah intan ingin mencurahkan semua perasaan yang ia rasakan saat ini

__ADS_1


__ADS_2