
Drrrtttt... drrrttt... drrrttt....
Antara masih bermimpi dan tidak, Cinta mendengar suara getar ponsel yang terus berulang-ulang sejak tadi. Dengan kondisi mata yang masih tertutup rapat, dia menggerakkan anggota jemarinya yang terasa kaku. Kemudian, dia berusaha untuk bangun dengan menggerakkan kedua kakinya diikuti seluruh anggota tubuhnya yang menggeliat malas.
Tunggu dulu, Cinta merasa ada yang aneh dengan kakinya. Kenapa kakinya tidak terasa pegal? Bukankah semalam dia tidur dengan menekuk kedua kakinya?
Ditambah sesuatu yang tebal dan halus yang menutupi tubuhnya membuat dia merasa hangat dan nyaman. Perlahan Cinta membuka kelopak matanya, lalu menyipit karena lampu ruangan yang menyorotnya. Aroma mint kembali menguar menusuk hidungnya, membuatnya kembali pada kesadaran penuh.
Kasur? Kenapa aku bisa tidur di kasur? Bukankah semalam aku tidur di sofa itu?
Pandangannya mengarah ke arah sofa berwarna merah maroon yang terletak di seberang ranjang yang dia tiduri sekarang.
Ceklek!
Pandangan Cinta saat itu juga beralih ke arah suara knop pintu yang diputar.
Rangga keluar dari kamar mandi dengan menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. Pria itu memakai jubah mandi dan tersenyum manis ke arah Cinta yang pandangannya tidak lepas dari Rangga sejak pria itu keluar dari kamar mandi.
"Kamu bisa sakit mata kalau terus memandangiku seperti itu," ejek Rangga. Pria itu berjalan menuju meja rias lalu mengibaskan rambutnya menggunakan jari-jari tangannya. Kebiasaan yang sama seperti dulu.
Cinta merasa terenyuh, tiba-tiba saja udara di ruangan itu seakan mencekiknya. Dadanya terasa nyeri hingga sesak. Kenapa dia baru menyadari betapa dia merindukan saat-saat seperti ini. Penampakan pagi yang dulu selalu menyegarkan matanya. Pria tercintanya ini akan berdiri di hadapannya dengan tetesan-tetesan air dari rambut yang masih basah. Sangat tampan. Betapa dia ingin memeluk Rangga sekarang, seperti yang selalu dia lakukan dulu. Menenggelamkan wajahnya di dada Rangga untuk menghirup segarnya wangi sabun di tubuh pria itu.
"Lebih baik kamu segera mandi. Aku akan mengantarmu ke rumahmu." Rangga bicara pada pantulan wajah Cinta di cermin.
"Aku belum mau pulang," jawab Cinta santai.
"Kamu harus pulang karena sejam lagi aku akan berangkat ke bandara. Aku...."
"Kamu akan kembali ke Singapura sekarang?" Cinta yang panik mendengar Rangga menyebut bandara dengan cepat memotong ucapan pria itu.
__ADS_1
Rangga yang masih memandang pantulan wajahnya di cermin, menyunggingkan sudut bibirnya, detik berikutnya dia memutar tubuh menghadap Cinta. Pria itu berdiri tegap, lalu melipat kedua lengannya di depan dada dan menyorot tajam ke arah Cinta.
"Seminggu lagi. Setelah urusanku dengan Mario beres," sahutnya datar.
Cinta menghela napas lega. "Kamu ada urusan apa dengan Mario?"
"Urusan lelaki," sahut Rangga dengan tersenyum penuh arti.
"Apa itu?" Cinta semakin penasaran.
"Em, kasih tau gak ya...," goda Rangga, "kayaknya enggak dulu deh." Rangga tertawa geli melihat wajah cemberut Cinta.
"Lalu, untuk apa kamu ke bandara? Apa itu ada hubungannya dengan urusanmu sama Mario?" Cinta kembali mencerca Rangga.
"Hahaaa, ada apa denganmu, Nona? Kenapa kamu menjadi sangat ingin tau urusanku?"
Mendengar jawaban Rangga, wajah Cinta menjadi bersemu merah.
Rangga menekuk alisnya, lalu menghela napas kasar. "Aku menjemput temanku. Tiga hari lagi dia rencana mengadakan pesta anniversary di sini."
"Owh," angguk Cinta. Dia memperhatikan Rangga yang meraih ponselnya di atas nakas.
"Dari tadi sepertinya ponselmu bunyi terus, apa itu dari temanmu?"
"Bukan," jawab Rangga sebelum menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Maaf, saya lagi di kamar mandi tadi."
"....."
"Bagaimana bisa begitu?"
Cinta terus memperhatikan pria yang sedang berbicara yang entah dengan siapa. Rahangnya tampak mengeras. Cinta penasaran dan ingin tahu tetapi, dia tidak berani untuk bertanya. Biar bagaimanapun dalam ingatan Rangga yang sekarang, Cinta bukanlah siapa-siapa.
__ADS_1
"Hm, baiklah. Aku akan mengeceknya sekarang." Rangga mematikan ponselnya lalu dengan tergesa-gesa duduk di sofa untuk menghidupkan laptopnya yang terletak di atas meja depan sofa. Wajahnya terlihat tegang.
Cinta yang berusaha memahami situasi segera bangkit dari tempat tidur, tanpa banyak bicara lagi dia berencana untuk mandi seperti yang Rangga suruh tadi. Sepanjang langkahnya menuju kamar mandi, dia memperhatikan Rangga yang tampak serius menatap layar laptopnya. Entah apa yang sedang pria itu kerjakan. Dalam benaknya, Cinta berandai-andai, andai saja dia tidak meninggalkan Rangga waktu itu, mungkin Rangga tidak akan mengalami kecelakaan hingga menyebabkan amnesia. Dengan kata lain, Cinta menyesali keputusannya dulu. Namun, apalah daya, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin itu adalah ungkapan yang sesuai untuk Cinta.
Cinta masih berdiri di depan pintu kamar mandi, menyandarkan lengannya di kusen pintu. Rasanya dia enggan beranjak dari tempatnya berdiri sekarang. Netranya masih betah memandangi wajah pria yang kini lebih memilih fokus memandang laptop daripada dirinya. Namun, dia bisa apa? Dia tidak punya hak untuk protes. Bukankah ini terjadi sebagai akibat dari keputusannya sendiri.
Harusnya aku duduk di sebelahmu dan memelukmu saat ini. Sungguh, aku sangat merindukanmu, Kak.
...****************...
*Hay guys, maaf ya karena sudah membuat kalian menunggu lama 🤭 (ih geer, siapa juga yang nungguin! 🙄)
Seperti yang udah pernah aku bilang sebelumnya, kalo selama 30hr ke depan aku lebih fokus ke buku cetak aku,
Jadi, mohon pengertian kalian kalau aku bakal up telat.
Tapi aku akan usahain untuk tetap up, aku juga gak pingin ngecewain kalian yang sudah jadi readers setia Cinta sama Rangga.
Terima kasih buat kalian yang sudah jadi readers setia dan udah ngasih dukungan buat Cinta sama Rangga. Like, komen, vote, ataupun hadiah dari kalian, aku ucapin big thanks untuk semua itu😘
Tapi apalah dayaku, aku juga manusia biasa yang punya batas kemampuan dan juga kesibukan di dunia nyata. 😔
So, aku minta pengertian kalian ya readers setia. Setelah 30 hari aku bakal lebih rajin lagi deh up ☺️
Setelah 30hr aku juga sudah siap dengan story baru🤭 jadi, follow aku terus ya🤗
Ok, that all dari aku, see u next chapter ya guys😘*
__ADS_1