
"ma, pa , kak intan pamit dulu ya, kalau mau oleh-oleh tinggal chat aja oke!" pamit intan menyalami seluruh anggota keluarganya yang ikut mengantarkan ke bandara
Kecuali suaminya sendiri tapi intan tak berkecil hati. Semua yang disiapkan untuknya lebih dari cukup
Jadi ia biarkan suaminya pagi-pagi sekali pergi kekantor
"hati-hati dan jangan sembarangan disana, ini pertama kalinya kamu pergi tanpa keluarga" ucap mama herlina yang sebenarnya tak tega tapi atas izin suami dan juga mantunya ia tak bisa berbuat banyak
"iya mama sayang, jangan rindukan aku!" intan melambaikan tangannya karena panggilan untuk segera masuk kepesawat sudah terdengar
meski tak mengharap lebih tapi intan tetap memastikan bahwa suaminya menghantarkannya.
Yang kenyataanya tidak ada dan hingga pesawat mengudara
"kita mau jalan-jalan kenapa murung begitu sih, kalau berat harusnya jangan ikut!" ucap puspa melihat intan gelisah
"apa yang kamu katakan, kita akan bersenang-senang kenapa mesti murung" elak intan
"intan?" suara dari kursi belakang yang menyebutkan nama intan
Intan berdiri dan berbalik melihat siapa yang ada dibelkangnya. Membuat raut wajahnya menjadi berubah kesal
"hemm hai kak!" ucap intan basa basi
Yang tak mungkin ia akan berkelahi didalam pesawat. Lalu intan duduk lagi tak menghiraukan karin yang ingin mengajaknya bicara
__ADS_1
"kamu mau kemana? Dimana wily katanya kalian merencanakan bulan madu!" tanya karin yang tak.melihat wily berada didekat intan
intan terkejut dengan ucapan karin
"kapan dia katakan itu?" tanya intan memastikan
"kemarin saat aku berpamitan kembali ke luar negeri!" ucap karin
Deg
intan merasa bersalah saat terlalu mudah menuduh suaminya mempermainkannya
"ohhh.... Jadi kak karin dan mas wily ngga jdi balikan lagi?" tanya intan ketus sebenarnya juga kesal tapi ia ingin tahu lebih banyak
puspa dan hani menahan intan tapi intan tak mau diam
"maksdunya apa sih? Jangan mancing-mancing deh" intan tak terima dikatain bocah
"intan sudah, malu dilihat orang!" ucap hani menengahi
"ya kita lihat saja nanti, jika kamu memang tak bisa menerima cintanya. Jangan salahkanku jika akan merebutnya kembali!" ucap karin
"kami sekarang berteman, dan artinya dia sudah melupakan masalalu dan berdamai dengan hatinya"lanjut karin menambahkan
Intan terduduk diam mendengar penjelasan karin, jadi selama ini dia salah terus mengatakan jika menerima wily kembali pada karin
__ADS_1
Nyatanya intan juga tak terima begitu saja.
"jangan macam-macam dengan suamiku!" ucap intan sambil mengulurkan tangannya menyalami karin yang sudah sangat baik menurutnya mengatakan hal yang membuat intan salah faham selama ini
"untuk apa?" tanya karin heran
"ucapan terima kasih sudah memberitahukan hal penting!" ucap intan dengan senyumnya yang berubah menjadi ramah
"tapi ingat juga kata-kataku tadi, kapanpun wily berpaling aku ada dibarisan paling depan" ucap karin
"akan ku pastikan tidak akan terjadi!" jawab intan dengan penuh keyakinan
Saat ini intan hanya senyum sendiri membayangkan wajah suaminya, kenapa sekarang ia sangat ingin melihat wajahnya
Mungkinkah intan juga berdamai dengan hatinya. Apakah intan mulai membuka hati untuk wili dan melupakan masalalunya juga sama seperti yang suaminya lakukan
"heii jangan jadi gila disini, kita jauh dari rumah!" ucap puspa mengingatkan intan yang terus senyum-senyum
"apaan sih! Ganggu orang aja" ucap intan
Ia tak sabar ingin segera sampai dan mengubungi wily. Ingin rasanya mengungkapkan hatinya yang sangat bahagia
Namun ia juga belum yakin untuk.mengatakan cinta
Masih terlalu dini menurutnya
__ADS_1
"tidur saja perjalanan masih jauh, dan kita tak boleh kelelahan disana!" ucap hani yang juga memejamkan matanya