Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Extra Part 3


__ADS_3

Jakarta, 07:00 AM


Drrrtttt... drrrtttt... drrrttt....


"Sayang, ponselmu bunyi terus cepat angkat tar Sunny kebangun," gumam Cinta dengan mata yang masih terpejam. Dengan malas Rangga menggeliat di atas ranjang, lalu memutar tubuhnya untuk meraih ponselnya yang terletak di atas nakas.


"Halo," jawab Rangga dengan suara serak.


"...."


"Masih di rumah ayah Reyhan, Yah. Ada apa?" Memicingkan sebelah matanya untuk melirik jam yang tergantung di dinding kamar.


"...."


"Apa, Yah? Ben ditangkap polisi? Bagaimana bisa?" pekik Rangga yang membuat Cinta seketika terbangun.


"...."


"Baik Yah, aku dan Cinta akan segera pulang. Kami akan mencari tiket pesawat tercepat." Rangga menghela napas berat setelah menutup ponselnya.


"Ada apa, Kak?" Cinta menyentuh bahunya.


"Ben ditangkap polisi," sahutnya lemah.


"Kenapa bisa seperti itu?"


"Ben terjerat kasus penculikan dan penganiayaan. Dia menyembunyikan seorang gadis dan menganiaya ayah gadis itu."


"Hah?"


"Aku tidak percaya Ben bisa melakukan itu. Selama ini dia tidak pernah terlibat perkelahian dengan siapa pun. Ini pasti ada yang salah."


"Apa gadis itu pacarnya Ben?"


"Entahlah, setahuku pacarnya Ben itu model dan saat ini sedang mengejar karirnya di LN."


"Lalu, siapa gadis itu? Kenapa Ben harus menyembunyikannya dan sampai menganiaya ayah gadis itu?"


"Itu yang sedang aku pikirkan. Aku harus memesan tiket, kamu bersiap-siaplah. Kita harus segera pulang."


"Baiklah, aku akan bicara pada ayah dan ibu dulu."


...****************...


Singapura, 08:00 PM

__ADS_1


Cinta dengan merdu menyanyikan lagu tidur sembari menepuk-nepuk pelan punggung Askhara, anak keduanya bersama Rangga yang telah berumur lima tahun.


Setelah dirasa Askhara sudah tertidur, perlahan dia bangkit dari ranjang agar tidak sampai membuat putranya itu terbangun. Dengan mengendap-ngendap dia menuju kamar mandi bermaksud buang air kecil.


"Astaga!" kagetnya saat Rangga tiba-tiba muncul dari ruang shower. Tubuhnya masih basah dan tanpa menggunakan sehelai benang pun. Tetesan-tetesan air terlihat menetes dari rambut dan wajahnya yang masih basah.


Dia sangat seksi, batin Cinta.


"Kamu kaget?" goda Rangga.


"Hm, kamu kenapa muncul tiba-tiba begitu?" sungutnya.


"Kamu yang datangnya tiba-tiba, mengendap-ngendap kayak maling," cibir Rangga tak mau kalah.


"Askhara baru saja tidur, aku cuma takut dia terbangun."


"Askhara sudah tidur?" tanyanya dengan mata berbinar. "Lalu, kenapa kamu ke sini?"


"Iya, baru saja. Aku ingin buang air kecil."


Rangga menyeringai, lalu mendekati Cinta dengan tubuhnya polosnya. "Aku tau itu cuma alasanmu. Bilang saja kalau kamu ke sini untuk mencariku, kamu merindukanku, bukan?" Menyudutkan tubuh Cinta ke dinding.


"Ih, apaan sih. Aku beneran ingin buang air kecil. Sudah sana minggir." Mendorong tubuh suaminya.


Rangga melipat kedua lengannya di dada, memperhatikan Cinta yang sedang buang air kecil.


"Aku merindukanmu," bisiknya di telinga Cinta. Mengecup leher Cinta hingga membuat bulu kuduk Cinta meremang.


"Sudah Kak, nanti Askhara terbangun."


"Sebentar saja, kita sudah lama tidak melakukannya. Semenjak ada Askhara kamu selalu sibuk dengan putramu itu dan mengabaikanku."


"Astaga, kamu cemburu dengan putramu sendiri?" Cinta memutar tubuhnya menghadap Rangga. Sambil terkekeh dia melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.


Namun, bukannya menjawab, Rangga malah meraup bibir Cinta lalu menggiring tubuhnya ke dinding. Diraihnya tengkuk Cinta untuk memperdalam ciumannya. Awalnya Cinta berontak karena takut putranya terbangun tetapi, lama-lama dia pasrah karena dia juga merindukan suaminya.


Semakin lama ciuman mereka semakin panas, membangkitkan gairah yang sedari tadi menggebu hingga ke ubun-ubun. Bibir saling menyesap satu sama lain dengan tangan Rangga yang bergerilya di setiap area sensitif Cinta. Membuat Cinta mengerang nikmat, apalagi saat tangan Rangga menyusup ke bagian intinya dan bermain-main di bagian itu.


Rangga melepas ciumannya saat dirasa napas keduanya mulai tersengal. "Are you ready?" tanya Rangga dengan senyum menggoda. "Kamu sudah sangat basah, Sayang." Cinta merona malu mendengar ucapan suaminya. Entah kenapa dia masih merasa malu bahkan setelah sepuluh tahun lebih pernikahan mereka.


Perlahan Rangga melepas kimono tidur yang dikenakan Cinta, dia kembali melu*mat bibir Cinta dan bersiap menyatukan miliknya dengan milik Cinta.


Tokk... tokk... tokk....


"Bunda, apa bunda di dalam?"

__ADS_1


Cinta tersentak saat menyadari suara mungil yang memanggil dirinya.


"Sh*it!" erang Rangga yang merebahkan wajahnya di ceruk leher Cinta. Wajahnya terlihat sangat kecewa apalagi saat Cinta mendorong tubuhnya.


Bergegas Cinta memakai kembali kimono tidurnya dan menyerahkan handuk kepada Rangga, lalu membuka pintu.


"Eh, putra bunda kebangun ya, ada apa, Sayang?" Berjongkok di depan Askhara.


"Bunda sedang apa di dalam sama Ayah? Aku ketakutan tadi dan kalian malah berduaan di dalam sana. Aku tidak suka Bunda dekat-dekat dengan ayah," protes Askhara yang membuat Rangga mendelik ke arahnya.


"Lihatlah Bunda, ayah melotot padaku," adu Askhara.


"Hah, putramu ini sangat pandai mengadu." Rangga mendengus sembari mengalungkan handuk kecil ke lehernya.


Lagi-lagi Cinta hanya bisa menggeleng setiap mendengar pertengkaran kedua prianya ini.


"Oh, putra bunda yang tampan, maafkan bunda ya, bunda tadi kebelet buang air kecil. Sekarang lebih baik kita kembali tidur yuk," ajaknya. Dia menggandeng tangan Askhara dan bersiap menuju tempat tidur saat Rangga juga keluar dari pintu.


"Awww!" erang Askhara yang mengusap puncak kepalanya. "Bunda, lihatlah, ayah menjitak kepalaku lagi."


"Kak Rangga," bentak Cinta dengan melotot ke arah suaminya.


"Kamu tidak tau rasanya menahan diri," ucapnya pada Cinta, "dan kau." Rangga menyorot tajam putranya, menunjuk matanya sendiri dengan kedua jari lalu mengarahkan kedua jarinya itu ke mata Askhara. Membuat bocah laki-laki itu bergidik ngeri dan memeluk kaki Cinta.


"Kak Rangga," kesal Cinta. Namun, Rangga malah tertawa penuh kemenangan.


Begitulah hari-hari yang dilalui Cinta setelah kelahiran anak keduanya. Rangga dan Askhara selalu bertengkar memperebutkan perhatiannya. Bahkan pertengkaran mereka sudah seperti makanan sehari-hari baginya. Namun, meski begitu dia sangat bahagia.


...****************...


Hai hai hai, readers tersayang, extra partnya cukup sampai disini ya. Kita lanjut kisah mereka di story milik Ben. Kemungkinan Ben nongolnya besok ya guys. Jadi, mulai besok di mohon vote sama hadiah dari kalian dipindah ke Ben, okπŸ‘Œ


Aku tunggu kalian di sini yaπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Kenalan sama Ben dulu yuk,





Couplenya masih misteri ya🀭🀭🀭

__ADS_1


Ok guys see u on next story ya😘😘😘


__ADS_2