Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
lama rasa baru


__ADS_3

"kami pamit ya om, tante! Maaf merepotkan kalian" intan lebih dulu berpamitan pada tante widya dan juga om doni setelah berpamitan dikantor dan menyerahkan pekerjaanya pada pegawai penggantinya


Dan membereskan barang dirumah yang disewanya


"iya sayang hati-hati ya? Kasih tahu tante jika wily nakal!" ucap tante widya yang terlihat menyayangi intan


"kalau begitu kami berangkat!" wily gantian berpamitan


Dan mulai menjalankan mobilnya perlahan menuju arah jalan pulang


Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing


Intan yang canggung bagaimana nanti memghadapi adik ipar dan juga mertuanya.


Apalagi omelan mamanya pasti akan terus terdengar. Saat tahu ada masalah dan tak.menceritakan pada orang tuanya


"kamu kenapa sayang?" wily masih sama


Begitu lembut saat bersama dengan intan saja berdua. Hal yang tak pernah terlihat oleh orang lain


Wily menggengam tangan intan dan merasakan tangannya dingin


"aku malu mas sama mama nita dan wendi, mungkinkah mereka masih memaafkanku dan menerimaku kembali?" tanya intan


Yang sepertinya ia tahu apa jawabannya dan mulai terdiam


Sedangkan wily mengembangkan senyumnya


"kamu tahu sayang, aku hampir putus asa saat itu karena ngga ada yang kasih informasi apapun tentangmu,


Tapi mama dan wendi selalu menyemangatiku untuk terus mencarimu.


Terlebih setelah tahu bagaimana permasalahannya.


Sedikitpun tak ada benci, kami selalu menyayangimu tanpa batasan dan alasan apapun!"


Jawab wily pelan agar istrinya tahu ia sangat ditunggu kehadirannya


"lalu kenapa mas mengiyakan permintaanku untuk pindah, apa mama mengizinkan?" intan kembali bertanya


"ini pertanyaan terakhir ya, mas juga ingin punya privasi untuk rumah tangga mas sendiri, dan juga wendi sepertinya sudah serius dengan pacarnya


Jadi mungkin wendi yang akan tinggal bersama mama, kita akan sesekali bergantian kerumah mama herlina dan mama nita!" jawab wily


"ohhhhh!" intan mengerti


"tidurlah, perjalanan masih jauh kamu nanti lelah!" ucap wily mengusap puncak kepala intan


Intan merasa malu wajahnya memerah


Wily yang sebenarnya juga gugup. Jika sebelum ada masalah wily memperlakukan intan dengan kasih sayang layaknya adik


Tapi sekarang perasaanya benar-benar yakin hatinya berlabuh pada sosok intan


"mas kita pulang kemana dulu?" intan memulai obrolan lagi agar wily tak mengantuk


"kamu maunya kemana?" wily balik bertanya


"kalau udah punya rumah sih pinginnya rumah sendiri!" jawab intan dengan suara dikecilkan

__ADS_1


Ia takut dibilang matre padahal kapanpun ia mau papanya juga sanggup.membelikannya


"sebentar!"


Wily menekan tombol pada earphone ditelinganya


"tyo kirimkan beberapa properti yang tidak terlalu jauh dari rumah mertua saya dan kantor.!" panggilan langsung dimatikan begitu saja


"mas maksud aku ngga sekarang juga ngga apa-apa kok!" intan makin tak enak hati


"ambil ponsel mas, kamu pilih mau yang mana kecuali yang cat abu² itu ditempati adikku. Nanti aku kenalkan!" wily menjelaskan agar tak ada salah paham lagi


"tapi mas, memang waktunya memungkinkan?" intan juga ngga mau masuk rumah kosong tanpa perabot pastinya


"kamu tinggal pilih semua siap huni!" wily juga tak sabar ingin cepat sampai rumah yang memang memiliki beberapa aset rumah ya tujuan salah satunya untuk keluarga kecilnya dan investasi


"aku suka yang ini mas! Tidak terlalu besar diantara yang lain


Dan alamatnya tak jauh dari rumah mama nita" ucap intan menunjuk salah satu foto rumah diponsel wily



"mana mas lihat dulu!" wily meminggirkan mobilnya sebentar


Dan melihat pilihan istrinya


"kamu yakin sayang? ngga mau yang lain!" wily meyakinkan intan lagi


"engga ah, kan kita hanya berdua mas jangan terlalu besar nanti nyasar lagi dirumah sendiri!" ucap intan mulai bisa becanda


Padahal sejak.kecil ia tinggal dirumah yang jauh lebih mewah dari yang dipilihnya


"oke kita menuju kesana sekarang, satu jam lagi sampai! Mau makan dulu atau beli makanan dibawa kerumah baru?" tawar wily


"tawaran yang menggiurkan, sebentar mas telfon tyo dulu agar rumah disterilkan lagi!" ucap wily


Yang mengirim pesan pada tyo asistennya


'kirim orang buat sterilkan rumah yang ini, dan besok siapkan 2 pembantu untuk urus rumah, satpam dan juga satu orang asisten pribadi untuk istriku!' wily mengirim pesan pada tyo


'siapp laksanakan bos' balas tyo


"kita jalan lagi ya!"


.


.


.


.


.


"siang pak, saya wily apakah saya sudah bisa masuk?"


Wily menyapa salah seorang pekerja yang merapihkan alat-alatnya


"silahkan pak, rumah sudah rapih dan bersih.

__ADS_1


Jika ada letaknya yang kurang tepat besok kami siap datang kembali pak!"


Jawab pekerja


"terima kasih pak, ini buat beli permen anak bapak!" wily menyalami tangan bapak pekerja


Dan memberikan lima lembar uang kertas seratus ribuan


"terima kasih banyak pak!" tangan wily hendak dicium


"ehhh pak, ngga usah begini. Bapak boleh pulang


Kalau saya butuh nanti saya hubungi bapak lagi!" wily tak mau tangan dicium karena usia wily lebih muda


Intan melihat wily dengan penuh rasa bangga


"sini sayang mas saja yang bawa!" intan menyerahkan dua kantong kresek berisi belanjaan


"dengan senang hati!" ucapnya


Masuk kedalam rumah dengan suasana baru, intan perlahan masuk kedalam dan melihat satu persatu ruangan


Dapurlah yang dituju


"sini mas belanjaannya, aku mau masak!" bak pengantin baru keduanya saling tersenyum dan berpandang-pandangan


"ehemmm, maaf pak ada yang bisa saya kerjakan lagi?" tyo datang merusak suasana


"ngga ada! Sana pergi urusin kantor!" usir wily kesal


"yaelah bos, udah pengantin lama juga!" ejek tyo


"biar lama rasa baru nih! Dah sana pergi atau kamu mau melihat film dewasa yang sesungguhnya?" wily balik menggoda tyo


"ogah dah, saya permisi bu!" tyo keluar rumah baru bosnya dengan segera


Ia juga ikut senang pernikahan bosnya kembali baik. Artinya mood bosnya juga akan lebih terkontrol


"sayang!" wily mendekati.intan yang sedang memasukan sayuran dan beberapa makanan ke dalam lemari pendingin


Wily memeluk intan dari belakang dan mengecup pundaknya yang sedikit terlihat


"mas!" intan berbalik dan menatap mata wily


"i love you intan!" satu kata yang membuat darah intan berdesir


Jantungnya berdegup cepat


Lidahnya keluh tak dapat berucap kata


Cup


"emmmmm, sayang!" wily memegang sebuah timun yang dimasukan intan kedalam mulutnya


"hahahaha! Makanya jangan nyosor terus kayak bebek, makan tuh timun, emang enak! Hahaha!" intan terus saja tertawa


Dengan yang baru saja terjadi


"enak sayang kalau timunnya yang makan kamu, bagaimana mau coba? Wily mengedipkan sebelah matanya

__ADS_1


"mau coba dicolok ini matanya, awas ahh jangan ganggu mau aku masakin kan?" intan mendorong wily agar menjauh


Hatinya mulai tak.aman saat wily berada didekatnya


__ADS_2