Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
perjuangan cinta wily


__ADS_3

***


"kamu sementara tinggal rumah kakak ya, nanti kakak atau wendi akan bergantian kesini


Besok akan ada tukanh kebun dan pembantu yang akan menemanimu dan memenuhi kebutuhanmu


jangan pikirkan apapun demi anakmu. Menurutlah dengan kakak!" ucap wily saat tiba dirumah yang dulu ia beli untuk kado pernikahannya untuk karin


"tapi kak! Kiara sangat mencintai martin kak!" ucap kiara sambil menangis


"jika dia juga mencintaimu nanti dia akan mencarimu. Jangan hubungi dia atau beritahukan alamat rumah ini pada siapa pun


Karena saat ini lebih aman kamu disini.


Sampai keadaan membaik kamu bisa lakukan yang kamu mau!" ucap wily lagi


"benar ra, sebaiknya dengarkan kata kak wily biar tak kesepian nanti aku ajak pacarku juga kesini.


Kamu pantas dapatkan yang lebih baik dari pada martin!" ucap wendi


"malam ini biar aku aja kak yang temani kiara. Kakak selesaikan dulu urusan kakak sebelum terlambat!" lanjut wendi


"baiklah. nanti tyo akan datang dan telfon dia jika butuh sesuatu


Kakak akan kembali tiga hari lagi!" pamit wily


Mengusap kepala adiknya dan bergegas pergi


.


.


.


.


dengan mengejar waktu sebelum malam wily mengendarai mobilnya datang dengan berani kerumah orang tua intan


"malam bik, apa papa dan mama ada?" tanya wily canggung


"masuk den, ada didalam tuan dan nyonya!" pembantu mama herlina mempersilahkan masuk


"terima kasih!" wily menghampiri pak aji dan mama herlina


"maaf om, tante malam-malam mengganggu!" ucap wily


"om? Kamu sudah menganggap kami orang lain!" ucap pak aji tak terima


"maaf pa, apa masih pantas saya memanggil dengan sebutan itu!" tanya wily


"apa kepeeluanmu kesini! Jika masalah intan saya tak bisa kasih tahu pada mu!" ucap pak aji menebak


Tentu saja, masalah apalagi yang membawa wily datang kembali kerumahhnya

__ADS_1


"maaf pa, ma! Saya salah paham. Saya pikir intan benar-benar tak mencintai saya dan menginginkan bersama pria yang dicintainya.


Ternyata semua itu bukan masalahnya. Saya harap papa dan mama bisa membantu kami bersatu kembali" wily memohon pada orang tua intan


"bangunlah nak, kami tak bisa memberikan alamatnya karena intan juga tak memberitahu siapapun


Tapi mungkin kamu bisa tanyakan langsung ke kampusnya!"


Mama herlina yang iba pun membantu wily yang memang sepertinya sangat kehilangan anaknya


"intan sudah mendaftarkan surat perceraian. Mungkin satu minggu lagi pengadilan akan mengadakan sidang pertama!" ucap pak aji jujur


"ngga pa, wily ngga mau berpisah dengan intan. Besok wily akan menyusul intan pa, ma. Wily mohon berikan kesempatan untuk wily ma, pa!" ucap wily


"sebentar!" ucap pak aji yang tak tega melihat wily


Dan ia tahu anaknya juga merasakan penderitaan yang sama.


Pak aji menghubungi seseorang dan menuliskan sebuah kalimat dikertas


"ini alamat kantornya, untuk tempat tinggalnya papa kurang tahu pasti. Yang jelas tak jauh dari kantornya!" ucap pak aji menyerahkan selembar kertas berisi alamat intan


"depan rumah yang disewa intan ada toko kue kalau tidak salah!" mama herlina menambahkan


"baik ma, pa wily akan berangkat sekarang. Semoga intan masih mau kembali pada wily ma, pa!" wily pamit


Dan melanjutkan perjalanan mengejar cintanya.


Dengan alamat yang diberikan dan wily pernah beberapa kali datang ke kota itu. Tak begitu sulit baginya


.


.


..


.


Tiga jam perjalanan ditempuh wily dan tiba dialamat kantor sekitar jam sebelas malam.


Area perkantoran nampak sepi. Wily dengan pelan menjalankan mobilnya menyusuri sekitaran rumah yang ada toko kuenya


Sudah tiga kali ia berputas tapi tak ketemu juga.


Ia memutuskan untuk berhenti dimini market dan membeli kopi agar matanya tetap terjaga sampai menemukan intan


Matanya tertuju pada sosok yang sedang memakai hoody berwarna maroon keluar dari sebuah pagar rumah


Dilihatnya sebrang jalan benar saja ada toko kue yang sejak tadi entah tertutup apa hingga tak melihat


Tak ingin lengah wily mengikuti arah intan pergi.


Tak lama intan kembali membawa kantong kresek berisi makanan dan berjalan kembali kearah rumah tadi

__ADS_1


Wily berlari dan menggapai tangan intan


"aaaa!!" intan terkejut dikiranya ada jambret


"tenang intan ini aku!" wily takut dikira copet dan dihajar masa


"maaass....mass wily?" intan makin takut dan ingin berlari


"tunggu sayang! Intan dengarkan mas dulu. Kasih kesempatan mas bicara!" wily menahan tangan intan


"ada apa teh?" tanya salah seorang yang lewat


"ini a saya kasih surprise untuk istri saya!" ucap wily


"please! Sepuluh menit saja!" ucap wily memohon


"oke ayo masuk, tapi hanya sepuluh menit jangan lebih!" intan tak mau ada keributan


wily langsung memeluk intan saat masuk kedalam rumah intan


"kenapa kamu tanggung sendiri sayang, maaf mas terlambat mengetahuinya!"


Deg


Ucapan wily membuat intan makin terkejut


"lepasin mas, ngga enak dilihat orang. Kita sebentar lagi sudah akan resmi berpisah!" intan tak mau membahas hal lain


"mas kangen sayang, mas sangat rindu! Kamu salah paham intan.


Saya sangat mencintaimu. Tak ada wanita lain sejak pertama kita bertemu.


Yang hamil itu adikku dan kenapa kamu ngga bilang kalau ada yang coba memisahkan kita.


Kamu tahu semua ini adalah rehan yang sudah menciptakan masalahnya!" ucap wily menjelaskan


"maksus mas apa? Mas pikir aku selingkuh?" intan tak terima rehan dibawa dalam masalahnya


"bukan sayang! Jadi rehan merencakan agar adikku hamil dan martin adik rehan mau bertanggung jawab jika kita berpisah!" jelas wily lagi


"semua sudah berlalu mas, meski semua ini benar kita juga sudah tak bisa bersama lagi" ucap intan tegas


"kenapa ngga bisa, apa yang harus mas lakukan agar kamu percaya dan kita bersama lagi!" ucap wily


"kamu sudah dengan mudahnya melepaskanku mas, tanpa pernah bertanya apapun sebelumnya.


aku sudah mulai terbiasa sendiri dan tak mau lagu membuat hatiku hancur sekian kalinya oleg laki-laki" ucap intan lagi


"maafkan mas intan. Mas benar-benar tak menyangka. Jika keputusanmu bukan karena laki-laki lain" wily tak pantang menyerah


"itu semakin membuatku yakin kita harus berpisah mas, kamu saja tak mengerti dan percaya padaku. Apa lagi yang diharapkan sebuah hubungan! Sebaiknya mas pulang atau menginap dihotel saja. Ini sudah malam


Dan kita bertemu dipengadilan minggu depan!" intan mengusir wily dengan sopan

__ADS_1


"baiklah mas pergi, tapi besok mas kembali lagi!" ucap wily mengecup kening intan sebelum pergi


__ADS_2