BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 99


__ADS_3

Suasana di kamar pengantin lama ini masih sangat panas. Pendinginan ruangan yang ada di dalam kamar, sama sekali tidak bisa mendinginkan kedua insan yang masih bergumul di atas ranjang berukuran king size itu. Erangan dan ******* keduanya memenuhi seisi kamar ini.


Bintang masih berada di atas tubuh Bulan yang sudah pasrah melihat suaminya bergerak liar di atas tubuhnya. Bulan tidak berhenti mendesah, saat merasakan hujaman Bintang di bawah sana. Sungguh ini adalah penyatuan yang begitu indah bagi keduanya. Bintang dan Bulan sama-sama menikmati malam ini.


" Aaarrrrrgggghhhhh.. " erang Bintang saat berhasil mendapat pelepasan untuk yang kesekian kalinya. Jangan ditanya bagaimana Bulan, sudah lebih berkali-kali jika dibandingkan Bintang.


Tubuh Bintang ambruk di samping Bulan, nafasnya tersengal karena gerakan liarnya yang mendominasi hampir selama tiga jam. Bintang merasa sangat dahaga malam ini sehingga dia bisa menjadi liar saat sedang melakukan penyatuan dengan Bulan.


Bulan sudah mengatur nafasnya yang sejak tadi memburunya. Malam ini dia juga sangat menikmatinya, Bintang liar biasa sekali saat menggarap nya tadi. Bulan kemudian langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket sekali dengan cairan mereka dan juga peluhnya. Dia tidak ingin tidurnya terusik karena tidak nyaman pada tubuhnya karena belum membersihkan diri.


" Sayang, kamu nggak ke kamar mandi? " Bulan menggoyang kan tangan Bintang saat baru keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya, tapi Bintang justru sudah menutup matanya.


" Nanti sayang, aku capek banget. " ujar Bintang kemudian kembali melanjutkan perjalanannya ke alam mimpi.


Bulan membiarkan saja suaminya kembali tidur. Dia hanya menyelimuti tubuh suaminya yang hanya mengenakan boxer ketat berwarna hitam, tanpa mengenakan atasannya. Bulan mengambil mini dress berbahan satin untuk dikenakannya. Dia selalu saja memakai baju saat tidur meski baru saja menjalani malam panas bersama Bintang. Hal itu karena Bulan tidak terbiasa tidur dalam keadaan telanjang.


" Good night sayang.... " Bulan mengecup dahi suaminya, lalu berbaring di ranjang di dekat tubuh suaminya. Lalu Bulan pun tertidur.


Keesokan harinya Bulan sudah lebih dulu bangun dibandingkan dengan Bintang. Semalam, setelah Bulan tidur, Bintang langsung menuju ke ruang kerjanya untuk mempersiapkan semua hal yang akan dia perlukan dalam menghadapi Anthony. Bintang kali ini tidak akan diam, tapi dia akan memilih melakukan rencananya yang sudah dia pikirkan jauh hari.


Bulan mengecup kening sang suami, lalu segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mulai membuat sarapan untuk keluarganya ini. Tak butuh waktu lama, cukup lima belas menit Bulan sudah keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang sudah lebih segar.

__ADS_1


Bulan menuju ke walk in closet yang menyatu dengan kamar mandi itu untuk mengambil pakaiannya. Kaos oblong dan juga celana pendek sepaha, menjadi pilihan Bulan untuk beraktifitas di rumah.


" Pagi mbok..... Mau masak apa pagi ini? " tanya Bulan yang melihat sosok mbok Warni di dapur.


" Bikin sandwich tuna dan juga sandwich daging nyonya muda. " jawab mbok Warni yang kedua tangannya sibuk membuat sarapan untuk keluarga tuannya.


" Mbok aku pengen bikin nasi tim ati campur sayur apa bahannya ada? " tanya Bulan yang akan mulai membuat sarapan untuk anaknya. Bulan mengambil panci khusus untuk membuat tim.


" Ati ayam kampung ada non, tadi pas abang sayur lewat pas bawa langsung saya beli. " ujar mbok Warni yang langsung menuju lemari pendingin khusus daging untuk mengeluarkan apa yang dipinta nyonyanya.


Bulan mengucapkan Terima kasih dan langsung mulai untuk membuat nasi tim ati dan sayuran. Sayuran yang dia pilih adalah wortel, brokoli dan tomat cherry yang nanti pas sudah hampir matang baru dimasukkan. Tangannya begitu cekatan sekali memotong sayur dan memasukkan sayur tersebut pada panci khusus tim.


Di dalam kamar Bintang merasa sedikit tidak enak badan. Dirasa tubuhnya demam dan lemas sekali. Dia masih bergelung selimut di ranjangnya, malas untuk turun. Tak lama Bulan masuk ke kamar, dan sangat terkejut melihat suaminya meringkuk di atas ranjang. Segera saja Bulan mendekati Bintang dan ternyata suaminya itu sedang demam.


" Kami demam sayang. Aku panggil dokter dulu ya... " ujar Bulan yang hendak beranjak meninggalkan suaminya..


" Nggak usah sayang.. Aku nggak apa-apa, aku juga sudah minum obat. Aku panggil kamu karena aku lapar sayang... " rengek Bintang.


" Pffttt.... ternyata suami tampan aku lapar ya... " goda Bulan.


" Ehm... pengen makan kamu lagi... " ganti Bintang yang menggoda.

__ADS_1


" Ish mesum.... Masih sakit tapi pikirannya udah ke yang begituan. " sewot Bulan.


" Hahahaha.... Kamu lucu sayang... Hahahaha. " Bintang merasa senang saat melihat wajah cemberut sang istri


" Ish... malah ketawa kamu ya... Tunggu di sini aku ke bawah ambil makan buat kamu. " Bulan yang kesal langsung meninggalkan Bintang untuk pergi ke dapur mempersiapkan sarapan untuk Bintang dan triplet.


Setelah puas menggoda sang istri, Bintang kembali meringkuk di dalam selimut dan memejamkan matanya. Rasanya demamnya ini karena dia yang kelelahan dan juga banyak pikiran. Malu juga rasanya dirinya ini, baru hendak berperang sudah sakit duluan.


Saat kembali ke kamar, Bulan melihat Bintang sudah tertidur kembali. Bahkan terdengar dengkuran halus dari Bintang. Akhirnya Bulan meletakkan sarapan Bintang di nakas dekat ranjang. Bulan berjalan menuju ke nakas lain yang ada di kamar itu untuk mencari termometer. Semoga saja tidak terlalu tinggi demam Bintang.


" Semoga saja tidak parah. " gumam Bulan yang meletakkan termometer di ketiak Bintang. Untungnya pergerakkan Bulan tidak mengganggu tidur Bintang yang sudah sangat lelap itu.


" 37,5.. Syukurlah tidak terlalu parah. Musti makan terus minum obat biar cepat turun demamnya. " monolog Bulan.


Dia kembali keluar kamar untuk melihat ketiga putranya. Baru setelah itu dia akan menemani Bintang di kamar. Menunggu suaminya itu bangun untuk sarapan. Sungguh Bulan merasa tak tega melihat Bintang sakit. Hal itu disebabkan karena Bintang memang sangat jarang sekali sakit. Tapi jika kelelahan dan banyak pikiran pasti suaminya itu akan langsung demam.


Bulan merasa tidak enak hati karena dia termasuk orang yang menyumbang masalah hingga Bintang sakit. Bulan yakin, sakitnya Bintang ini karena terlalu keras memikirkan masalah mereka akhir-akhir ini. Apalagi kalau bukan masalah mantan dosennya yang gila itu.


Bulan ingin datang menemui Anthony dan menjelaskan semua agar Anthony bisa menerima kenyataan tentang nya. Tapi saat Bintang bercerita bahwa Anthony itu sangat terobsesi padanya, Bulan jadi tidak memiliki keberanian untuk menemui. Takut juga kalau sampai mantan dosennya itu nekat menculiknya. Bisa kebakaran jenggot Bintang, kalau sampai Bulan diculik Anthony.


1

__ADS_1


__ADS_2