
Bintang masih duduk terdiam berusaha menurunkan emosinya yang tadi sudah hampir naik ke ubun-ubun karena tingkah salah satu anak buahnya yang luar biasa anehnya. Tersangka yang sudah membuat Bintang marah, malah justru cuek seperti tidak memiliki dosa karena telah memancing emosi Bintang.
Jika bukan karena pesan dari bunda Dessy yang, sudah dia keluarkan semua sumpah serapah yang mengganjal di hati dan pikirannya.
" Kalau istri kamu hamil musti diingat, nggak boleh menghina fisik orang, nggak boleh membicarakan kejelekan orang, tidak boleh menyakiti hewan karena menurut mitos apa yang kamu benci bisa menurun ke anakmu nantinya. "
Begitulah kiranya pesan bunda Dessy padanya saat pertama kali bunda datang sesudah mendengar kabar kehamilan Bulan. Bintang sampai harus memakai kacamata hitam agar tak terlalu diperhatikan orang yang dia lewati hanya fokus menatap jalan karena tidak terlalu jelas memandang bila menggunakan kacamata hitam.
Sering di olok dan ditertawakan kedua sahabatnya tapi Bintang tetap tenang karena jika dia terpancing emosi pasti kejelekan kedua sahabatnya akan terlontar dari mulutnya. Bisa gawat kalau anaknya kelak seperti Orion ataupun Hydra.
" Tuan. " panggil Ryo. Bintang tidak menjawab hanya menengok ke arah samping kanan tempat Ryo duduk.
" Semua orang anda sudah pergi meninggalkan ruangan tuan, apakah anda masih tetap mau di sini. " pernyataan Ryo mengagetkan Bintang. Benar saja kata Ryo ruangan rapat itu kini sudah sepi hanya tinggal mereka berdua saja.
" Gara-gara bocah satu itu aku jadi seperti orang bodoh sekarang ini. " gumam Bintang kesal.
" Tuan ingat pesan ibu mertua anda. Jangan sampai anak anda mempunyai sifat seperti Koisuke. " ujar Ryo yang langsung dibenarkan Bintang. Bisa jadi bahas olokan keluarganya bila dia yang jenius itu bisa memiliki keturunan yang bertolak belakang. Bintang bergidik ngeri membayangkan hal itu.
Bintang pun kembali ke ruangannya sendiri, karena Ryo juga harus kembali ke ruangan pribadinya. Saat Bintang membuka pintu ruangannya, yang terlihat dimatanya adalah sang istri tercinta sedang tidur dengan sanggup lelap di sofa yang ada di ruangannya.
" Bagaimana kau bisa tertidur di tempat yang tidak nyaman seperti ini? " gumam Bintang bertanya pada dirinya sendiri.
Bintang mengangkat tubuh mungil istrinya itu untuk dibawa ke ruangan pribadi miliknya yang ada di dalam ruangan kerjanya. Dengan sangat hati-hati Bintang merebahkan tubuh Bulan ke atas ranjang yang ukurannya sangat besar itu.
__ADS_1
Bintang pun ikut naik ke atas ranjang untuk terlelap bersama. Siang itu berakhir dengan keduanya yang tertidur dengan posisi saling memeluk itu.
Ryo yang sedang memeriksa laporan penjualan game terbaru yang diciptakan sendiri oleh Bintang terkejut saat layar ponselnya menyala dan terdapat pesan dari sang tuan.
jangan biarkan ada yang masuk ke ruangan ku. Aku istirahat dengan istriku.
Membaca pesan dari Bintang membuatnya tersenyum tipis. Dirinya dapat menyaksikan betapa bucinnya sang tuan sekarang ini. Tak ada anak buah Bintang yang bisa melihat hal tersebut selain dirinya. Hal ini memuat dirinya sedikit bangga karena bisa mengungguli teman lainnya.
Ryo pun memerintahkan kepada sekretarisnya untuk melarang semua karyawan menginjakkan kaki mereka di sekitar ruangan CEO.
Hari sudah sore, tapi pasangan pengantin yang dalam tujuh bulan lebih itu akan menjadi orang tua justru masih terlelap dengan saling memeluk satu sama lain. Beberapa kali Ryo menelfon untuk mengabarkan jika sudah saatnya pulang tidak diangkat sama sekali oleh Bintang. Ryo bahkan mengetuk pintu kamar pribadi milik Bintang pun masih tidak ada yang jawaban.
Ryo pun memilih mengemasi barangnya kemudian pulang ke apartemennya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena aktifitas di kantor tadi.
Bulan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar dari sebelumnya. Bulan berjalan mendekat ke arah ranjang, dia membangunkan suaminya untuk segera pulang dan makan karena ketiga calon anaknya sudah meminta untuk diberi makan.
" Shujin bangun, ayo kita pulang ini sudah malam. " Bulan menggoyangkan tubuh Bintang agar suaminya itu bangun
" Eng.... " Bintang menggeliat, merentangkan tangannya ke atas dan kakinya lurus ke bawah untuk merenggangkan otot tubuhnya.
Tanpa berkata pada Bulan, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lalu berganti pakaian yang memang disediakan beberapa pasang di sana karena terkadang bila sedang membuat program atau game baru Bintang sering menginap.
Seingat Bintang dia menyimpan kaos berlengan pendek di lemari dalam ruang pribadinya itu. Kaos itu Bintang berikan pada Bulan agar istrinya dapat berganti pakaian meski menggunakan kaos miliknya.
__ADS_1
Kaos milik Bintang yang sangat besar itu bila dipakai oleh Bulan justru seperti memakai dress. Panjangnya sampai ke paha Bulan. Tak masalah bagi Bulan, karena dia yang sedang hamil itu sering sekali memakai kaos milik Bintang untuk dia gunakan. Bawaan bayi yang lebih tren di sebut ngidam.
Bintang yang awalnya ingin memasakkan Bulan di rumah saja kini justru berkelok ke sebuah restoran cepat saji karena Bulan yang merengek ingin makan ayam yang ditaburi tepung krispi. Untuk sekali ini Bintang pun mengizinkan karena takut Bulan sakit perut bila harus menunggu dia memasak di rumah nanti.
Bintang memesan burger bulgogi dan burger scallop dengan mayonaise cilantro masing-masing yang large 2 buah. Lalu Bulan memesan berbagai macam ayam fried chicken dan keduanya sepakat memesan minuman ice tea.
Burger yang dipesan sama Bintang nih.
Sekitar sepuluh menit menunggu, pesanan Bintang dan Bulan telah berjajar rapi di atas meja yang mereka tempati. Bulan tak ingin basi-basi langsung memasukkan fried chicken itu satu per satu ke dalam mulutnya. Lapar dan memang sudah ingin sekali makan sejak beberapa hari yang lalu tapi tidak pernah ada kesempatan.
Keduanya makan dengan lahap, tak peduli dengan sekitar mereka yang memandang ke arah mereka karena merasa aneh dengan tingkah Bulan dan Bintang. Biarlah nanti Bintang memasak lagi, karena sangat yakin bila belum makan nasi pasti nanti malam akan lapar lagi. Apalagi Bulan yang sekarang nafsu makannya bertambah, dini hari nanti pasti akan berjalan ke dapur mencari makanan.
Semenjak Bulan hamil dan sering sekali kepergok Bintang di dapur. Bintang jadi memasak setiap sang istri sudah tertidur. Jam sebelas atau dua belas malam, Bintang pasti turun lagi ke dapur memasak beberapa hidangan untuk dimakan istrinya. Karena setiap pukul satu atau dua dini hari Bulan akan turun ke dapur mencari makanan karena lapar..
Sebagai suami yang siaga, Bintang berusaha memenuhi semua kebutuhan Bulan termasuk dengan makanan yang disantap Bulan. Bintang selalu memenuhi gizi yang dibutuhkan bumil di setiap masakannya. Bintang tak terlalu suka mengumbar kata cinta, tapi dia sangat suka mengungkapkan cintanya dengan peduli pada istrinya.
Bintang akan selalu berusaha memenuhi kebutuhan Bulan tanpa harus Bulan yang meminta. Bintang bahkan selalu membuat cemilan sehat untuk Bulan sebelum dia berangkat kuliah.
Aku tak harus mengucap cinta pada seseorang yang aku cintai karena aku lebih suka membuktikan dengan perbuatan dan perhatian daripada dengan omong kosong belaka.
__ADS_1