BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 34


__ADS_3

Malam harinya orang tua Bintang mendatangi rumah pribadi milik sang anak. Okaasan bahkan membawakan beberapa bungkus makanan yang mungkin disukai menantunya tentunya dengan martabak yang dipesan menantunya.


Bintang juga sudah menyiapkan hidangan untuk makan malam bersama dengan kedua orang tuanya. Toh waktu makan sudah tiba jadi tak ada salahnya makan malam bersama.


Suasana di meja makan malam ini diliputi dengan kegembiraan. Senyum tak pernah surut dari wajah keempatnya. Bintang bahkan sekarang lebih posesif dan protektif pada Bulan. Makanan pun yang tidak sehat tak diizinkan nya untuk di makan oleh istrinya.


" Sayang kata oma besok dua orang pembantu akan ke sini ya. Buat nemenin kamu, itu sengaja oma pilih dari pelayan di mansion besar. " ujar Okaasan.


" Terima kasih Ma, tapi sayang nanti itu pembantunya tidur dimana? " tanya Bulan menatap langsung wajah suaminya.


" Di kamar deket halaman belakang aja sayang. " jawab Bintang.


Orang tua Bintang tak ada hentinya memberikan wejangan agar lebih berhati-hati pasalnya kehamilan Bulan saat ini sangat butuh perhatian ekstra. Mengandung bayi tiga bukan perkara mudah, kembar dua aja sudah sangat menguras pikiran dan tenaga apalagi sekarang kembar 3.


Setelah waktu sudah agak sedikit lebih malam orang tua Bintang berpamitan untuk pulang ke rumah mereka. Bulan sudah memaksa mereka untuk menginap tapi orang tua Bintang tidak mau merepotkan.


" Yomesan. " panggil Bintang. Mereka berdua kini sudah berada di kamar. Dan Bulan baru saja keluar dari walk in closet untuk mengganti bajunya dengan baju tidur.


" Iya? " jawab Bulan. Dia menyerahkan setelan baju tidur pada Bintang.


" Kenapa pakai pakaian tipis begitu. Kamu sengaja ya pengen aku tersiksa? " tanya Bintang yang merasa istrinya malam ini terlihat sangat menggoda.


" Aku gerah sayang, dan kita tidak boleh melakukan itu dulu ya. " Bulan melotot ke arah Bintang.


Bintang hanya tersenyum saja mendapati pelototan dari istrinya. Dengan santainya Bintang mengganti pakaian di depan Bulan. Dia melepas kaosnya dan memilih hanya bertelanjang dada kemudian mengganti celananya yang tadi panjang sekarang menjadi pendek di atas lutut.

__ADS_1


Kebiasaan Bintang sejak datang ke Indonesia adalah tidur dengan pakaian minim karena menurutnya cuaca di sini sangat panas. Berbeda dengan di kampung halamannya yang terkadang saat musim panas pun cuacanya tidak seberapa panas.


" Aku sudah ijin buat kamu untuk sementara cuti sampai kandunganmu kuat. Aku nggak mau ada hal buruk terjadi padamu dan bayi kita. " terang Bintang. Kini dirinya berbaring lalu memposisikan lengan sebelah kanan untuk dijadikan bantalan tidur istrinya.


" Heem. Tapi kalau aku sudah baik boleh masuk nggak usah nunggu sampai kandungan aku di usia trimester ketiga? " pinta Bulan.


" Nanti kota tanya dokter dulu ya, lagian walaupun kamu cuti ke kampus tapi dosen kamu bakal kirimin video tentang pelajaran yang dibahas hari itu. Tugasnya juga boleh kamu kerjain nanti aku yang kumpulin. Cuma kalau di rumah kamu ada yang ngawasin, kalau di kampus bener ada temen kamu tapi kan mereka nggak ada yang tahu kamu hamil. "


penjelasan Bintang yang panjang kali lebar.


" Kalau gitu aku mau. Nggak apa-apa musti di rumah tapi aku masih bisa ikut kelas. Aku cuma nggak mau ketinggalan aja. " seru Bulan.


" Eh tapi kalau kamu masuk kampus pas udah trimester kedua bukannya perut kamu makin buncit tuh. Nanti kamu bilang apa ke mahasiswa lain tentang perut kamu itu? " tanya Bintang. Dirinya sampai lupa jika makin berjalannya waktu perut Bulan juga akan semakin besar apalagi dalam perut Bulan ada tiga anaknya.


" Bener juga ya, trus gimana dong? " rengek Bulan.


Setelah berbincang sebentar kini keduanya sudah terlelap bersama dengan posisi saling memeluk. Bulan tidur dalam pelukan suaminya, posisi yang menurut Bulan sangat nyaman.


Tengah malam Bulan terbangun karena perutnya sangat lapar. Dia saat ini pengen sekali makan nasi goreng yang dibuat oleh kepala koki di mansion utama. Akhirnya dia pun membangunkan Bintang.


" Ha??? nasi goreng tapi dibuat sama koki di mansion opa. Ini masih jam dua dini hari lo sayang. " ujar Bintang, bukan tidak mau tapi tidak enak pada koki uang di mansion opa pasti masih tidur.


" Pokoknya pengen, kalau kamu nggak mau ya udah aku mending nggak makan aja seterusnya. " rengek Bulan yang sudah berair saja matanya.


Setelah drama yang terjadi di kamar mereka itu, kini Bintang sudah dalam mobilnya bersama Bulan untuk menuju mansion utama. Keinginan istrinya ini tidak bisa ditunda karena sudah menangis histeria sejak tadi.

__ADS_1


Bintang pun akhirnya menuruti daripada anaknya ileran dan istrinya itu terus menangis. Sesampainya di mansion utama, terlihat sangat sepi. Maklum baru jam 3 pagi sudah pasti seluruh penghuninya masih memeluk guling.


" Tuan muda, kenapa jam segini anda datang kemari. Apakah ada masalah? " tanya kepala pelayan yang kebetulan biasa bangun pagi.


" Iya paman, ada masalah yang sangat mendesak. Kalau tidak sekarang dituruti maka saya akan dengan terpaksa tidur di ruangan gym. " jawab Bintang. Kepala pelayan sampai dibuat binggung dengan maksud dari tuan muda nya itu.


" Paman, mana koki utama? " tanya Bintang. Kini mereka bertiga sudah ada di dapur.


" Koki utama sedang istirahat tuan muda. " jawab paman kepala pelayan.


" Bisa minta tolong bangunkan dia. Katakan nyonya muda ingin makan nasi goreng buatannya. Saya akan kasih bonus besar nanti buat dia. " titah Bintang.


Sembari menunggu kepala pelayan membangunkan koki utama dan nasi goreng itu matang. Bintang yang masih mengantuk memilih tiduran di sofa ruang tamu. Sedangkan Bulan memilih menunggu di meja makan, dia sudah tidak sabar pengen menyantap nasi goreng itu.


Koko utama tentunya sangat kaget saat kepala pelayan membangunkannya dan mengatakan bahwa istri dari tuan muda mereka sedang ngidam ingin makan nasi goreng buatannya. Dia jadi semangat apalagi tuan mudanya akan memberikan padanya bonus yang besar.


Koki utama itupun dengan cekatan membuat bumbu dan juga menyiapkan nasi putihnya. Tak butuh waktu lama lima belas menit nasi goreng spesial untuk nyonya muda sudah siap. Dengan topping sosis dan udang di atasnya.


Setelah itu kepala pelayan dan koki utama langsung pamit undur diri. Mereka ingin agar nyonya muda mereka bisa menikmati hidangannya tanpa merasa canggung. Bulan pun langsung menyantap nasi goreng itu hingga dua piring tandas sidah.


Setelah menghabiskan makanannya Bulan lebih memilih menghampiri suaminya.


Di pagi harinya nampak opa dan oma turun dari lantai dua menuju ke ruang makan. Biasa jam tujuh hidangan sudah tertata rapi di meja makan. Saat hendak menuju ke dapur oma dibuat penasaran dengan sesuatu yang ada di sofa ruang tamu.


" Aaakkkhhhhhhh.... " teriak oma.

__ADS_1


Hayo oma kenapa tuh sampai teriak. Hari ini author usahain update lebih dari satu bab ya.


__ADS_2