BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 53


__ADS_3

Pesta pernikahan dua cucu dari keluarga Narita semakin meriah saja. Banyak artis dan penyanyi yang diundang untuk memberi hiburan pada tamu undangan yang hadir. Mulai aktris dan aktor yang sedang booming, grup band yang tenar juga ada beberapa penyanyi solo baik pria maupun wanita ikut memeriahkan pesta ini.


Semua tamu undangan nampak antusias dengan hiburan dari artis-artis yang terkenal di Jepang. Bahkan para artis juga ikut berbaur dengan tamu undangan dan melakukan selfie dengan tamu undangan. Senyum terus mengembang di wajah Bulan yang kini duduk di samping Bintang. Dia melihat ramainya tamu undangan yang datang. Pesta pernikahan impiannya sudah diwujudkan oleh suaminya.


Bintang mendapatkan laporan dari beberapa anak buahnya yang mengatakan bahwa target sudah masuk dalam perangkap. Bintang sudah tahu bahwa orang-orang itu tak akan datang dengan tangan kosong jadi dari awal dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk terus mengikuti orang-orang dari kelompok mafia yang memiliki hutang pada Bintang.


" Lakukan rencananya sekarang." titah Bintang pelan agar Bulan tak mendengarnya karena takut istrinya itu terkejut dan bisa mempengaruhi kehamilannya.


Anak buah Bintang tak menjawab tapi dari tempatnya sekarang bintang tahu anak buahnya sudah mulai bergerak. Orang-orang itu secara tak langsung digiring ke tempat lain yang lebih sepi, tentu saja tanpa sepengetahuan orang dari kelompok mafia itu.


Mereka semua diajak ke sisi kanan taman yang sangat sepi tapi masih didekorasi seperti taman yang berada di sisi kiri. Memang sengaja dibuat seperti itu agar orang dari kelompok mafia itu tak menyadari.


" Tuan semuanya sudah berada di tempat yang anda inginkan." lapor anak buah Bintang melalui alat dengar yang sangat kecil dengan bentuk seperti anting.


" Bawa hadiah mereka untukku ke sana. Pastikan mereka tak mengetahuinya, dan setelah semua selesai bawa mereka semua ke gudang bawah tanah di markas kita." perintah Bintang masih tak di dengar Bulan.


Bintang mengeluarkan ponselnya untuk memberi kabar pada ojiichan dan otousan. bintang mengatakan bahwa target sudah di bawah kendalinya. mereka bertiga akhirnya sepakat akan ke markas setelah pesta pernikahan ini selesai.


Opa Markus yang tahu keluarga besannya itu sedang membuat perhitungan pada orang yang sudah mengusik hidup Bintang, mendukung sepenuhnya. Opa juga ikut menyumbang ide untuk mengerjai orang-orang itu. Opa juga ikut memberi ide untuk menekan mereka karena secara kebetulan salah seorang dari kelompok mafia itu adalah anak buah kenalannya.

__ADS_1


" Yomesan, apa kamu senang?" tanya Bintang.


" Tentu saja aku bahagia, pernikahan impianku benar-benar terwujud, itu semua berkat kmu jadi terima kasih ya." jawab Bulan langsung memeluk tubuh suaminya.


" Semua untuk kamu sayang. Bukankah kamu tadi sudah dengar kamu adalah nyonya muda Narita. Jadi silahkan nikmati semua fasilitas yang diberikan padamu ini." ujar bintang.


Menjadi nyonya di keluarga Narita memiliki banyak keuntungan. Selain mendapatkan saham dari perusahaan milik keluarga tersebut. Nama juga akan semakin dikenal orang, juga akan dihormati oleh orang lain. Yang paling istimewa adalah dapat menikmati seluruh fasilitas di semua hotel atau resort milik keluarga Narita.


Bulan sadar telah menikah dengan seorang keturunan sultan, Bulan juga menyadari bahwa hidupnya setelah ini akan bergelimang harta. Uang bulanan dari bintang saja sudah sangat banyak. Dalam satu ATM Bintang pasti akan mengiriminya uang sebanyak 50 juta, dan bayangkan Bulan punya tiga kartu debit dan dua blackcard. Sudah dapat dipastikan Bulan sudah menjadi wanita paling kaya di Indonesia.


Kembali Lagi pada orang-orang dari kelompok mafia yang selama ini sudah menjadi lawan dari Bintang. Mereka sudah merasakan hadiah yang mereka bawa untuk Bintang tadi. Ternyata orang-orang ini tengah menyiapkan obat perangsang yang berupa sebuah minyak parfum. Dengan menghirup aroma itu, orang yang menghirupnya akan berhalusinasi seperti sedang melakukan hubungan badan. Orang-orang itu mulai kepanasan dan menggeliat tak karuan saat obat itu mulai bekerja. Anak buah bintang yang mengawasi dari jarak aman sampai tergelak melihat lomba kepanasan itu.


Ada juga yang langsung melakukan hubungan badan degan rekan sesama anggota kelompok mafia itu. Anak buah Bintang bergidik ngeri melihat ada dua pedang sedang bertarung di depannya. Tak akan menyangka melihat pertempuran dua pedang.Berkali-kali mendapat pelepasan juga hasrat mereka masih ada.


Setelah semua orang itu terkapar tak berdaya, anak buah Bintang membius merek semua di sana karena tak ingin lokasi markas milik keluarga Narita diketahui. Menggunakan empat mobil anak buah Bintang membawa orang-orang itu ke markas. Bintang yang mendapat pesan dari anak buahnya bahwa semuanya sudah beres tersenyum smirk.


" Nanti malam sepertinya aku akan bersenang-senang." batin Bintang tersenyum puas.


Sepuluh tahun lebih Bintang menunggu momen di mana dia bisa menekan kelompok mafia itu. Daripada menghancurkan Bintang lebih memilih menguasai. Bila menghancurkan Bintang yakin pasti pada suatu saat keturunan mereka akan balas dendam. Tapi Dengan menguasai Bintang dapat memerintahkan orang-orang itu untuk menuruti semua perintahnya.

__ADS_1


Rencana Bintang sudah berjalan 80 %. Tinggal sedikit lagi rencananya kan berhasil. Bintang harus mendapatkan kemenangan karena itu adalah hal yang mutlak, dimana apa yang menjadi keinginannya akan menjadi kenyataan.Seouluh tahun lebih Bintang baru bisa merealisasikan rencananya untuk membalas orang-orang itu. Selama itu pula di terus bersabar, dan kini kesabarannya sudah terbalas.


" Selamat Hoshi-san atas pernikahan anda. saya dengar istri anda juga sedang mengandung. Sekali lagi selamat." ucap salah satu rekan kerja kakeknya.


" Terima kasih tuan, semoga anda menikmati pestanya." balas Bintang.


" Tentu tuan, pesta Anda sangat luar biasa." puji orang itu.


Para tamu undangan masih banyak yang belum memberi ucapan pada keuda pengantin pun ikut mengantri agar bisa bersalaman dengan cucu dan cucu menantu dari keluarga narita yang sangat dihormati penduduk di Kyoto.


Bulan yang sudah merasa lelah terus saja bergerak tak henti. kakinya pegal, punggungnya juga sangat pegal. Rasanya dia ingin sekali berbaring di ranjang yang empuk saat ini juga. Terhitung sudah lebih dari satu jam dia berdiri tapi tamu undangan tak habis-habis. tiga ribu undangan bisa selesai sampai malam ini.


" Sayang kalau capek duduk gih. Atau aku minta okaasan dan bunda mengantarmu ke kamar kita untuk berbaring." saran Bintang. tak tega rasanya melihat istrinya yang sudah nampak sangat lelah.


" Aku pengen banget baring sekarang ini. tapi masak iya pengantinnya malam tidur." kesal Bulan.


' rehat saja sayang, kamu itu sedang hamil sekarang tak boleh capek. jadi istirahatlah biar di sini aku yang menanganinya." Bintang masih tetap memaksa Bulan untuk mau kembali ke kamar.


" Nanti aku ke kamar malam ada cewek gatel berdiri di samping kamu sayang."

__ADS_1


__ADS_2