BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
KETAHUAN DEH


__ADS_3

Matahari bersinar sangat terang, menyinari sepasang kekasih yang kini tengah membersihkan taman kampus. Siapa lagi kalau bukan Bulan dan Bintang.


Mereka membersihkan taman sambil sesekali mengobrol dan tertawa. Sungguh pasangan yang bahagia itu yang dipikirkan mahasiswa yang lewat di sekitar mereka.


" Kamu kenapa kok mengundurkan diri sebagai ketua senat? " Bulan bertanya.


" Aku pengen punya banyak waktu buat kamu. Kan nggak banget kalo cewek cantik dianggurin. " Bintang menggoda Bulan, istrinya.


" Lagian aku nggak mau peristiwa seperti kemarin terulang di mana aku harus adil padahal istriku hanya korban. Aku kan pengen jadi pahlawan buat istriku. " canda Bintang.


Bulan hanya menggelengkan kepalanya, suaminya itu sekarang selain tengil juga suka menggodanya.


" Hoi lo curang Tang, ini mah namanya hukuman nikmat orang dibantuin sama pujaan hati. " Orion datang menggoda temannya yang lagi puber itu.


" Gue nggak bantu ya, noh kantongnya aja beda, " sewot Bintang.


" Ini nih pekerjaan satu jam rampung kalau kaya gini sampai sore kagak kelar. " Hydra ikut menggoda pasangan batu itu.


" Haish sana pergi lo berdua, ganggu aja. " Bintang mngibaskan tangannya mengusir dia sobatnya itu.


" Jangan lupa ntar habis makan siang kita ada rapat. Awas lo kabur lagi. " Orion mengingatkan Bintang.


Bintang cuek saja malas menanggapi, dia tahu hari ini agenda rapat yang membahas tentang tema pesta dansa.


" Anata... menurut kamu tema yang bagus bulan pesta dansa apa? " Bintang bertanya sambil tangannya memunguti sampah.


" Apa ya. " Bulan mengetuk dagunya dengan jari. Dia ikut berfikir tema apa yang cocok untuk pesta dansa.


" Emang tema apa aja yang paling banyak dipilih SEMA."? Bulan bertanya.


" Temanya India, Hero, sama bebas. " Jawab Bintang sambil mencoba mengingat apa yang Orion laporkan kemarin. Gegara istri dapat masalah dirinya jadi meninggalkan rapat.

__ADS_1


" Kalau kamu pilih yang mana? " Bulan meminta pendapat suaminya.


" Enggak semua. " jawab Bintang santai.


" Eh... " Bulan terkejut mendengar jawaban Bintang, " kok nggak semua. Memang kamu pengennya yang kayak gimana? "


Mereka berdua malah sibuk bertanya kepada satu sama lain tapi keputusan pilih tema yang bagaimana masih belum bisa dipecahkan.


" Gimana kalo temanya cantik dan ganteng.? " Bulan mengutarakan idenya


" Cantik dan ganteng? Maksunya gimana? " Bintang masih belum paham maksud Bulan.


" Ya kita tampil aja yang cantik dan ganteng, mau pakai bajunya terserah. Nanti penilaiannya dilihat dari mereka yang cocok dari atas sampi bawah. Gimana? "


" Emmmm konsepnya sih bagus tapi temanya jangan cantik dan ganteng dong. Kalau temanya pakaian casual gimana? " kini giliran bintang yang mengeluarkan idenya.


" Boleh tuh, jadi nggak mulu tema yang musti pakai pakaian kayak putri dan juga nggak perlu pesen pakaian yang kayak super hero. Pakaian casual kan semua pasti punya. " Bintang menyetujui tema ide dari suaminya.


Pelajaran selama 90 menit itupun usai. Bintang mengajak Orion dan Hydra kekantin untuk makan siang. Cepek dan lapar yang Bintang rasakan karena tadi pagi juga ikut menjalankan hukuman sama seperti Bulan.


Saat dijalan mereka bertemu Bulan, Septi dan July baru keluar dari ruang kelas. Sepakat mereka berenam ke kantin bersama.


Bintang, Hydra dan Orion kini berada di ruang rapat SEMA. Bintang memimpin jalannya rapat hingga berhasil menyamakan suara untuk memilih tema pesta dansa dengan ide darinya dan Bulan yaitu casual.


SEMA besok juga akan meminta masing-masing kelas mengumpulkan tema yang dipakai kelas mereka dan stand apa yang akan didirikan. Meskipun pasti ada yang standnya sama tapi SEMA punya cara penilaian tersendiri.


" Oke kita sudah sepakat ya pakai tema yang tadi. Terus jangan kasih pengumuman pengumpulan kesepakatan kelas. " Bintang menjeda sebentar untuk melihat apakah ada anggota yang tidak sesuai dengan hasil keputusan.


" Baik kita akhiri pertemuan ini dengan doa sesuai kepercayaan masing-masing.Mulai"


Satu persatu anggota SEMA keluar dari ruangan rapat itu. Orion yang hendak merapikan meja tak sengaja menyenggol dompet Bintang hingga terjatuh.

__ADS_1


Orion mengulurkan tangan nya untuk mengambil dompet Bintang. Saat mengangkat dompet itu ada yang tercecer ke bawah. Diambilnya benda yang terjatuh itu lalu melihatnya. Matanya langsung membulat dengan bibir menganga melihat benda itu adalah foto pernikahan Bintang dan Bulan.


" Bin- Bintang... in-ini apa-apa? " Orion tergagap saking terkejutnya.


Bintang langsung menepuk jidatnya, merutuki kecerobohaannya sampai Orion menemukan rahasia yang ada di dalam dompetnya.


Bintang mengaruk tengkuknya yang tidak gatal binggung harus bercerita dari mana. Bintang menghela nafas sejenak kemudian menyuruh temannya untuk duduk.


" Begini ya, Gue sama bulan udah nikah beberapa hari yang lalu. Emang sengaja dirahasiain karena kami belum lulus kuliah dan gue nggak pengen Bulan jadi bahan gosip mahasiswa lain.. "


" Ion elo inget waktu kita dateng ke pesta Sandra, waktu itu gue pamit ke kamar mandi tapi nggak balik lagi kan. " Orion mengangguk. " Gue dijebak, minuman yang gue minum ada obat perangsangnya, gue ke kamar mandi mau buat cuci muka biar bisa neken efek obat itu tapi baru sampai lorong kamar mandi gue udah ditarik orang. Gue didorong masuk ke sebuah kamar yang gue nggak jelas itu kamar siapa. Dan ternyata itu kamar Bulan, dia cerita katanya dibius orang waktu mau ke kamar mandi. Gue dalam pengaruh obat dan terjadilah malam yang akhirnya membuat kami diharuskan menikah agar aku bisa tanggung jawab karena merampas mahkota Bulan. "


Orion dan Hydra hanya manggut-manggut saja., " Elo tau siapa yang njebak elo. " tanya Hydra


Bintang mengangguk, dirinya sudah tahu siapa yang q a sejak dirinya ditarik masuk ke kamar Bulan. Tapi dia memilih diam untuk melihat apa maksud dari perbuatannya itu.


" Trus. " tanya Orion.


" Apanya yang terus. " Bintang balik bertanya.


" ya terus lo apain itu orang yang njebak elo. " Hydra yang menjawab.


" Gue biarin lagian juga kondisinya aman sekarang. Gue nggak mau karena emosi trus nama Bulan jadi buruk. Gue yang salah jadi sebisa mungkin gue nglindingi Bulan. "


" cieh... yang dah langket ma istri. Sok nglindungi padahal dulu die yang ngusilin terus. " ledek Hydra di iringi gelak tawa dari ketiganya.


" Tapi anehnya kok kalian bisa langsung akrab ya, padahal dulunya musuh. " ujar Orion.


" Mungkin karena udah nunggang kuda jadinya secara alami menyatukan dua musuh menjadi satu. " bukan Bintang yang menjawab tapi Hydra. Teman Bintang yang satu itu memang yang paling suka meledek. Sedangkan Orion itu mulutnya pedas kalau ngomong asal buka mulut tanpa dipikir.


Bintang pun berpamitan pada kedua temannya. Dia sudah di tunggu Bulan, istrinya itu mau aja disuruh nunggu. Tapi Bintang suka karena Bulan itu nurut, dan Bulan suka Bintang itu sangat perhatian. Dih yang sudah mulai saling suka.

__ADS_1


Yuk terus mendukung karya author ya, baca, like dan komennya ditunggu, Thanks


__ADS_2