BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 49


__ADS_3

Satu hari telah berlalu, namun bagi Yanuar hari yang berlalu itu menjadi sangat lama. Tubuh dan pikirannya sekarang sangat lelah dengan persiapan pernikahan serta pertanyaan yang kemarin di tanyakan oleh kakek Daisuke. Yanuar masih bingung dengan dengan pertanyaan itu. Baginya manusia itu ada yang egois ada juga yang tidak tapi untuk menjabarkannya dia masih belum bisa.


Bintang yang mulai dari semalam terus memperhatikan Yanuar, mulai merasa iba. Sebenarnya seberapa sulit pertanyaan yang ditanyakan oleh ojiichan sampai Yanuar harus dibuat pusing tujuh keliling. Ingin bertanya, tapi dia masih ingin sedikit mengerjai kakak iparnya itu. Biarlah sampai wajah Yanuar terlihat sudah menggila karena frustasi baru dia akan membantunya


" Shujin, apa kau tak berniat membantu abangku? " tanya Bulan. Dia tahu bahwa suaminya itu sengaja untuk tak segera membantu abangnya.


" Biarkan saja dulu Yomesan. Dulu aku juga tak ada yang membantu saat ojiichan bertanya padaku saat pengangkatan ku menjadi pewaris kerajaan bisnis keluarga Narita. " jawab Bintang santai.


Menurut Bintang seorang pria yang sudah menjadi bagian dari keluarga Narita harus bisa mengandalkan diri sendiri dulu agar bisa melindungi orang lain. Jik Yanuar saja menjawab pertanyaan Daisuke tidak bisa maka bagaimana dia akan melindungi orang lain.


" Apa kau yakin abangku bisa menyelesaikan ini semua?" tanya Bulan yang memandang iba pada Yanuar.


" Harus bisa. Keluarga Narita memiliki banyak hal yang harus diemban, jika dia sebagi pria tak bisa melewati ini maka dia tak bisa masuk keluarga Narita. Okaasan, dan kedua pamanku juga mendapatkan ujian yang sama saat akan masuk ke dalam keluarga narita." terang Bintang menjelaskan.


" Tapi kenapa aku tidak?" Bulan terheran dia juga masuk ke dalam keluarga suaminya kenapa dia tak mendapat ujian seperti yang lain.


" Memangnya ku ingin diberi tes ujian juga dari ojiichan? kau itu istimewa karena aku sendiri yang memilihmu karena itulah kau tak mendapat ujian dari ojiichan karena aku sendiri yang mengujimu." Bintang tersenyum menatap Bulan.


Bulan mungkin tak sadar saat Bintang mulai mengujinya. Bintang yang meminta Bulan untuk bisa saling menerima adalah ujian yang Bintang berikan pada Bulan. Untuk saling menerima dengan pria yang asing baginya bahkan sudah dinikahkan adalah hal yang tak mudah. Bulan telah melewati ujian itu dengan hal yang sangat memuaskan karena itulah ojiichan tak mengujinya seperti menantu keluarga Narita lainnya.


" Bagaimana mengatakan manusia itu egois atau tidak? Aku sudah memikirkan hal ini sejak kemarin kenapa tak kunjung mendapat jawabannya" gumam Yanuar kesal pada dirinya sendiri.

__ADS_1


semalam dia terus memikirkan apa yang dikatakan oleh okaasan, menurutnya manusia itu ada yang egois dan yang tidak tapi bukankah jika keduanya menjadi jawabannya sama saja dengan tak menjawab. Dia dibuat pusing sendiri.


Padahal hal yang ditanyakan oleh Daisuke adalah yang yang sangat mudah. Yanuar hanya perlu menjawab saja dan memberi alasannya, tapi Yanuar lah yang membuat semua ini menjadi lebih sulit dari kenyataannya.


Hari sudah berganti dengan malam.Di ruang makan kediaman keluarga Narita sudah dipenuhi dengan seluruh keluarga baik menantu maupun besan. Daisuke sangat bahagia saat kediamannya ini menjadi ramai kembali. Mungkin sekitar 25 tahun yang lalu adalah terakhir kalinya rumah ini ramai.


Begitu ketiga anaknya memutuskan untuk menikah, saat itu juga kediaman yang ditinggalinya menjadi sepi. Semu anak pasti akan menikah, Daisuke tak bisa melarang untuk hal itu jika anaknya lebih memilih untuk tinggal dengan suami mereka.


" Sudah sangat lama aku tak melihat otuosan tersenyum sangat bahagia seperti malam ini." ujar Kenzo suami dari Itsumi putri bungsu dari daisuke dan mendiang istrinya.


" iya kau benar. Mungkin ini adalah pertama kalinya keluarga kita berkumpul dengan adanya Hoshi di dalamnya. Selam ini Hoshi sangat menghindari adanya acar bersama keluarga besar." ujar Itumi setuju dengan suaminya.


" Aku berharap senyum otuosan tak akan pernah pudar lagi." Itsumi menambahkan.


" Apakah Bulan ingin mencicipi masakan yang secara turun temurun dinikmati oleh keluarga kami? " tanya ojiichan yang menawarkan masakan yang selalu disajikan di setiap generasi keluarga Narita.


" Apa itu ojiichan? Apakah enak? Bulan balik bertanya.


" Ini adalah sup sarang burung walet, rasanya tentu saja enak karena dibuat dari resep rahasia keluarga koki utama kediaman ini. " jawab ojiichan tersenyum.


" Baiklah aku akan mencicipi nya. " ujar Bulan yang langsung meminta Bintang untuk mengambilkan untuknya

__ADS_1


" Ehmmmmm... Ojiichan ini enak sekali. Wah ini sangat enak sekali, sayang aku sudah terlalu banyak makan sebelumnya. Jika tahu ada makanan yang enak aku tak akan makan sebanyak tadi. " sesal Bulan yang wajahnya langsung ditekuk. Bintang sangat gemas sekali dengan ekspresi istrinya bila sedang merajuk.


" Kau baru sadar jika kau sudah banyak makan" ledek Yanuar.


" Bang kalau kau ingin aku membantumu untuk menyelesaikan soal dari ojiichan jangan pernah sekali-kali kau mengejek istriku yang banyak makan. " bisik Bintang di telinga Yanuar.


Mendengar dirinya akan mendapat pertolongan, dia langsung mengunci mulutnya rapat-rapat agar tak gatal ingin meledek adiknya yang entah sejak kapan terlihat sedikit gemuk. Maklum ibu hamil harus gemuk biar anaknya sehat semua. Apalagi ini anaknya tiga.


" Abang tadi ngomong apa? " tanya Bulan mendelik. Dia tadi ada mendengar abangnya itu melontarkan kalimat menghina padanya.


" Nggak ngomong apa-apa dek. Cuma mau minta ambilin sup itu aja sama kamu. " Yanuar ngeles. Dalam hati dia sudah berdebar jika sampai sangat adik memperpanjang masalah. Bila-bila dirinya gagal mendapatkan bantuan dari adik ipar lucknut nya itu.


Melihat Bulan yang cuek dan kembali makan Yanuar bisa bernafas lega. Dia akan mendapatkan bantuan yang sangat dia butuhkan itu. Jika tak segera memberikan jawaban pada kakek Daisuke, Bila-bila Yanuar dianggap tak pandai dalam mengambil keputusan.


" Memangnya apa yang kakek ku tanyakan padamu? " tanya Bintang. Kini mereka berdua sedang duduk di teras belakang kediaman Narita. Yanuar meminta mereka bisa bicara berdua saja.


" Kakek bertanya di dunia ini setujukah aku jika manusia itu egois." jawab Yanuar. Bintang uang mendengar hal itu langsung tergelak. Dia menertawakan kakak iparnya yang ternyata adalah orang yang tak pandai.


" Oh God, kau itu bodoh atau pura-pura pintar. " enek Bintang.


" Apa bedanya bodoh dan pura-pura pintar? " protes Yanuar.

__ADS_1


" Kau itu tinggal pilih benar atau tidak manusia itu egois. Coba kau bercermin di depan cermin yang besar, lihat pantulan yang ada di cermin itu. Maka itu adalah jawabannya. Yang terpenting bagi ojiichan adalah dirimu bukan orang lain. Hanya ini yang bisa aku katakan. " ujar Bintang setelah berhasil menghentikan tawanya.


" Yang terpenting adalah diriku bukan orang lain? "


__ADS_2