
Sesampainya di kamar pribadi Bintang, Bulan tak berhenti berdecak kagum. meski dengan gaya kuno tapi tak menyurut kan keindahan dari dekorasinya.
Kamar yang berada di lantai dua dengan view pemandangan hijau dedaunan. Kamar besar bernuansa coklat muda dan tua , namun tak terlalu banyak adanya benda di dalamnya. Hanya sebuah tempat tidur adu nakas dan kursi serta meja di dekat jendela besar yang bisa dibuka.
" Apa boleh tinggal di sini? " tanya Bulan.
" Tentu saja boleh sayang, mau kamu lihat rumah pribadi aku? " tanya Bintang.
" Emang punya? Mau lah pasti mau pengen lihat design di sana seperti apa. " jawab Bulan nyengir kuda.
Mereka bergantian membersihkan diri lalu memilih untuk beristirahat sejenak karena lelah perjalanan jauh dengan pesawat. Bulan yang baru berbaring langsung mendengkur halus. Bintang tersenyum melihat tingkah sang istri.
Berjalan perlahan, Bintang ikut juga berbaring dan pergi ke alam mimpi bersama. Tanpa mereka sadari kakek Daisuke melihat mereka berdua dari arah pintu. Daisuke bisa tenang bila cucu yang sangat disayangi nya itu bisa bahagia dengan pasangan. Lalu dia melihat Bintang yang selalu lembut pada Bulan, Daisuke jadi penasaran seperti apa cucunya itu bila dihadapkan dengan seorang istri.
" Kau lihat kan, betapa Hoshi kun sekarang bisa juga lembut dengan orang lain. Senang melihat dia bisa kembali hangat lagi. " ujar Daisuke.
" Anda benar Daisuke sama. " ujar seorang pria yang menjadi asisten Daisuke sejak dulu yang bernama Toru Hibiki.
" Ayo kita pergi. " ajak Daisuke. Mereka berdua pun kembali ke kamar masing-masing dan juga beristirahat.
Malam hari telah tiba, Daisuke meminta pada para pelayan untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan barbeque. Daisuke ingin mengadakan barbeque an bersama dengan keluarga besannya. Banyak sekali daging sapi disiapkan olehnya untuk membuat pesta barbeque. Malam ini keluarga dari anak ketiganya akan sampai ke Kyoto.
Bulan dan Bintang menuruni tangga dan melihat beberapa pelayanan nampak sangat sibuk dengan bawaan mereka. Bintang pun yang penasaran memilih untuk bertanya pada salah seorang pelayan yang lewat di sampingnya.
" Kenapa terlihat sangat sibuk? Apa akan ada tamu ojiichan yang datang? " tanya Bintang.
" Daisuke-sama akan mengadakan pesta barbeque di halaman belakang Hoshi san. " jawab pelayan itu seraya menundukkan kepalanya lalu berlalu dari sana.
__ADS_1
Bintang mengajak Bulan ke halaman belakang, di lihatnya banyak sekali bakaran yang akan digunakan untuk pesta barbeque nantinya. Bahkan ada beberapa box berisi daging berasa di samping bakaran tersebut.
Pelayan juga menyiapkan beberapa tempat duduk lengkap dengan mejanya di halaman belakang. Ada lampu hias juga yang dipasang di sana. Daisuke ingin merasakan kembali berkumpul bersama keluarga besarnya.
" Wah cantik sekali dekorasinya. " puji Bulan yang kagum melihat dekorasi yang dibuat oleh pelayan.
" Hem. " Bintang berdehem.
" Tak sabar ingin cepat di mulai. " sorak seru dari Bulan. Bintang tersenyum melihat tingkah istrinya.
Ada kelegaan dihati Bintang ketika Bulan mengatakan ingin tinggal di kediaman ini. Bagaimanapun nantinya, jelas Bintang akan kembali lagi ke kediaman ini karena dia yang akan menjadi tuan besar Narita menggantikan ojiichan dan otousan.
Bintang bersyukur istrinya itu selalu menerima keputusan darinya juga selalu mengikuti Bintang tanpa banyak bertanya. Bulan telah sepenuhnya percaya pada Bintang bahwa suaminya itu akan bertanggung jawab penuh padanya dan anak-anak mereka nantinya.
" Kalian sudah di sini. " otousan datang bersama dengan okaasan dan kedua orang tua Bulan.
" Mana calon pengantin prianya Bun? Kok nggak ikut ke sini? " tanya Bintang yang tak melihat batang hidung Yanuar.
Bintang tahu, ojiichan nya pasti menyiapkan sebuah kejutan untuk Yanuar dan Yanuar harus bisa mengerjakan kejutan itu dengan sebaiknya. Hal semacam ini biasa dilakukan ojiichan nya untuk mengetes seseorang yang akan menjadi bagian dari keluarga Narita. Okaasan, lalu kedua paman yang menikahi bibinya dulu juga mendapat hal yang sama yaitu kejutan yang harus dikerjakan dengan sebaik mungkin. Hanya Bulan yang tidak karena waktu itu mendadak sekali keputusan yang dibuat bersama untuk menikah.
" Kamu ngapain malah tertawa? " tanya Bulan yang keheranan dengan tingkah suaminya.
" Nanti juga kamu tahu. " jawab Bintang ambigu.
Bulan hanya mengernyitkan dahinya karena berusaha mencerna maksud dari kata-kata Bintang. Mereka pun berjalan menuju ke salah satu kursi yang sedikit agak jauh dari tempat untuk membakar daging dan sayuran yang disediakan. Ibu hamil tak boleh terkena asap karena dapat membuat sesak.
__ADS_1
Pesta telah dimulai, Bintang membakar beberapa daging dan sayuran dibantu oleh ayah dan juga otousan. Bulan dan para wanita cantik lainnya memilih duduk bersama sambil bergosip. Ojiichan datang bersama Yanuar di sampingnya dan anggota keluarga Matsuyama di belakang mereka berdua.
Dari tempatnya Bintang dapat melihat wajah Yanuar yang dipenuhi dengan kebingungan.
Bintang mengkode otousan yang langsung tahu maksud dari kode yang Bintang berikan. Keduanya pun tertawa mengejek Yanuar. Awalnya Yanuar tak tahu bahwa ada dua orang yang sedang menertawakannya kemudian baru sadar saat melihat dua orang itu tak henti tertawa.
" Kalian sudah tahu akan seperti ini?" tanya Yanuar.
" Ojiichan sudah biasa seperti ini jika ada anggota keluarga baru. Kau harus bisa menyelesaikan tugas tersebut agar kau bisa menikahi So Hee." ujar Bintang menakut-nakuti Yanuar.
Takumi tahu anaknya itu sedang menjahili Yanuar tapi dia diam saja karena Takumi sendiri juga ingin mengetahui bagaimana cara pikir Yanuar. Takumi sadar betul maksud dari ayahnya berbuat seperti itu hanya untuk mengetahui cara berpikir dari anggota keluarga baru. Daisuke jelas pasti tahu cara berpikir anak, menantu, dan cucunya lain dengan anggota baru dari keluarga.
" Bagaimana ini, aku bahkan tak mengerti maksud dari apa yang ditanyakan oleh kakek tadi?" gumam Yanuar.
" Memangnya apa yang dikatakan oleh kakek?" tanya Eiko putri pertama dari pasangan Kenzo dan Itsumi.
" Memangnya kau bisa membantuku memecahkan misteri dari kakak?' Yanuar bukannya menjawab malah balik bertanya.
" Jelas tidak, tapi aku tahu siapa yang bisa membantumu untuk memecahkan misteri tersebut." jawab Eiko.
' Siapa?" tanya Yanuar penasaran.
" Semu menantu dikeluarga Narita pasti mendapat pertanyaan seperti kau, tapi dengan pertanyaan yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk memahami cara berpikirmu." jawab Eiko kemudian berlalu meninggalkan yanuar yang masih kebingungan.
Fuyami yang tahu bahwa Yanuar sedang butuh bantuan untuk memecahkan apa yang mertuanya tanyakan itu akhirnya mendatangi Yanuar lalu bertanya apa yang tadi ditanyakan oleh mertuanya itu.
" Kalau boleh tahu apa yang ayah mertuaku tanyakan kepadamu?' tanya Fuyami duduk di samping Yanuar yang memilih menyendiri.
__ADS_1
" Manusia adalah makhluk yang paling egois di dunai ini. Bagaimana menurutku? itulah pertanyaan yang ditanyakan oleh kakek padaku." jawab yanuar.
" Lalu bagaimana menurutmu? Apakah bagimu manusia adalah makhluk yang egois atau tidak"