BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 86


__ADS_3

Setelah peristiwa di cafe waktu itu, baik Bulan maupun Anthony tidak lagi pernah bertemu. Bulan yang jarang datang ke kampus dan juga Anthony yang ternyata mengambil cuti karena alasan sakit. Iya memang benar dia lagi sakit hati.


Bintang dari kejauhan memantau pergerakan Anthony, sebisa mungkin dia tak ingin kecolongan jika niat Anthony adalah mengambil Bulan dari sisinya untuk balas dendam.


" Bagaimana target yang kalian semua awasi? " tanya Bintang pada kelima belas anak buahnya yang merupakan ketua dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya sebagai anggota keluarga Narita.


" Aman tuan. " jawab Ryo yang merupakan perwakilan dari kelima belas orang-orang Bintang itu.


" Awas saja kalian jika sampai kecolongan, ucapkan selamat tinggal pada kebebasan kalian dan langsung tinggallah di pulai selama sisa hidup kalian. " ancam Bintang.


" Jangan tuan. " seru kelima belas orang itu.


" Jangan tuan, kami tidak akan sampai kecolongan. Saya mau menikah tuan, jika anda membuat saya tinggal di pulau bagaimana dengan calon istri saya? " protes Ryo.


" Bodo amat. " sahut Bintang langsung meninggalkan ruang rapat di HN group itu.


Kelima belas orang itu saling pandang satu sama lain. Sepertinya misi kali ini lebih penting dibandingkan saat mereka mendapat misi menjadi pengawas dari anggota kelompok mafia yang pernah menculik Bintang saat masih kecil dulu.


Ryo sebagai ketua dan juga perwakilan berusaha untuk memikirkan rencana yang matang agar jangan sampai mereka kecolongan. Bintang sebagai pemimpin mereka tidak pernah mengatur anak buahnya saat harus mengambil tindakan. Bintang membebaskan mereka untuk mengambil keputusan.


" Begini saja, tiga orang awasi nyonya mida dari jarak lima meter. Sisanya awasi Anthony, pasangan penyadap pada keduanya dan juga GPS. Apa kalian paham? " usul Ryo.


" Kau benar, baiklah kita lakukan seperti caramu. Kehidupan kota bergantung pada misi kali ini. " ujar Genzo.


" Ehm... Biar aku dan juga Hyuga yang memasang alat GPS di mobil milik Anthony. Jika bisa akan kami pasang di HP miliknya. " usul Mikami.


" Baik, kalian atur sendiri jika itu urusan Anthony. Toru, Seichi dan juga Hatori, kalian bertiga awasi dan kawal nyonya muda. Lainnya mengawasi Anthony. "

__ADS_1


" Siap.... " serempak mereka bersuara.


Bintang kembali lagi ke ruangannya, dia malas jika harus menyaksikan ataupun mendengar anak buahnya yang kadang bertingkah dan berbicara absurd itu. Meski begitu, Bintang tahu bahwa kemampuan anak buahnya itu bukan main-main.


Lima orang ahli dalam IT dan juga mampu menyabotase CCTV di mana saja yang diinginkan pimpinan mereka. Lima orang ahli dalam strategi dan juga pengawasan. Sedangkan lima orang lagi adalah ahli senjata, baik itu senjata biasa atau senjata biologis yang mereka ciptakan sendiri. Bintang tak pernah kecewa dengan mereka, tapi terkadang jengkel juga mengahadapi tingkah mereka berlima belas itu.


Ketiga orang yang dipilih oleh Ryo untuk menjaga Bulan adalah masing-masing satu dari kemampuan yang paling menonjol dari semua anggota Bintang. Tentu saja jiga ada beberapa anak buah dari ketiga orang itu yang akan ikut menjaga nyonya muda mereka.


" Hah.... Kenapa mereka itu sudah sedewasa ini tapi masih saja gila seperti ketika kecil. " gumam Bintang saat dia mendudukkan tubuhnya dan di kursi kebanggaannya.


" Semoga saja kali ini mereka tak membuat kesalahan. " gumamnya mulai membuka beberapa berkas yang ada di hadapannya.


Yanuar Narendra yang akan menggantikan posisinya beberapa bulan lagi itu hari ini izin tak masuk kerja karena anaknya, Moiz sedang demam. Jadi Yanuar mengantar putranya itu ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.


Demam yang tidak kunjung turun yang terjadi pada bayi itu adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Orang tua harus membawa anak mereka ke dokter atau rumah sakit untuk mengetahui gejala demam anak mereka itu tergolong dalam penyakit apa.


" Tuan... " panggil Ryo. Dia beberapa kali mengetuk pintu, tapi tidak ada sahutan dari dalam.


" Apa anda baik-baik saja tuan? " tanya Ryo ikut khawatir.


" Aku baik-baik saja. Kenapa kau masuk tidak ketuk pintu dulu? " protes Bintang. Tak tahu saja dia kalau Ryo sudah sejak lima menit yang lalu berada di pintu luar ruangan CEO.


" Sudah tuan, anda saja yang sibuk melamun sampai tak mendengar saya mengetuk pintu. " ujar Ryo sedikit menyindir.


" Kau... Berani kau? " Bintang berdiri menunjuk wajah Ryo.


" Tentu saja tidak tuan. Mana ada saya berani dengan anda. " Ryo memilih mengatakan hal itu untuk mencari amannya.

__ADS_1


Ryo pun melaporkan hasil rapat dia dan juga anggotanya yang merupakan gabungan dari lima belas anak buah Bintang. Kelima belas orang tersebut sama sekali tidak termasuk dalam anggota dari Yamato yang menjadi pendukung keluarga Narita.


Ryo mengatakan bahwa akan ada yang mengawasi nyonya muda mereka, sisanya akan mengawasi Anthony. Tujuannya jangan sampai mereka kecolongan karena ini merupakan misi penting.


" Bagus, perhatikan setiap pergerakannya, jangan sampai pria menyebalkan itu mendekati istri ku. " titah Bintang.


" Beres tuan. " setelah berucap seperti itu, Ryo segera meninggalkan ruangan Bintang menyisakan pemilik ruangan tersebut yang kembali fokus pada pekerjaannya.


Di apartemen miliknya, Anthony masih saja terus menunggu informasi tentang Bintang yang merupakan laki-laki yang telah membuatnya terhina. Sudah beberapa hari berlalu tapi tetap saja dia belum mendapatkan kabar apapun. Anthony pun mulai sedikit curiga tentang jatidiri dari seorang Bintang tersebut.


Beberapa hari ini dia memilih cuti mengajar karena dia takut tidak bisa menahan diri saat bertemu dengan Bulan. Dia tak ingin gegabah sehingga kembali mengalami penggunaan seperti yang terjadi padanya malam itu di cafe.


" Kenapa lama sekali? Apakah identitas pria itu rumit. " gumam Anthony yang selalu menggenggam ponsel miliknya kemana pun dia pergi. Dia tak ingin terlewatkan telefon dari orang yang bekerja pada kakeknya itu.


Dalam posisi duduk dia merasa gerah, Anthony bangkit menuju ke jendela apartemennya. Dia melihat banyak sekali mobil berlalu lalang di jalanan yang nampak dari atas. Meski begitu, tak sedikitpun perasaannya menjadi tenang.


Dia sudah jarang makan akhir-akhir ini karena terus kepikiran mengenai identitas suami dari Bulan. Namun masih saja tidak ada kabar. Sedang asyik dalam lamunannya, seseorang yang sudah dia tunggu beberapa hari ini akhirnya memberinya kabar.


" Halo..... " sapa Anthony terkesan buru-buru.


" Tuan saya akan melaporkan tentang apa yang anda minta saya selidiki waktu itu, namun.... "


" Namun apa? Kenapa kau lama sekali? " sentak Anthony yang sudah tak sabar lagi mendengar tentang identitas Bintang.


" Mohon jangan potong ucapan saya tuan!! " kesal orang itu.


" Oke... Oke.... "

__ADS_1


" ................... " Anthony mendengarkan dengan seksama. Dia sampai menganga kalau mendengar informasi yang diberikan oleh anak buah kakeknya itu.


" Oh God.... Benarkah suami dari Bulan seperti itu. Ini kesempatan bagiku untuk merebut Bulan. Siapa yang mau dengan suami seperti itu. " batin Anthony.


__ADS_2