BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 103


__ADS_3

Segala cara sudah dilakukan oleh Anthony untuk bisa semakin dekat bahkan mendapatkan wanita yang dia cintai. Namun sebanyak itu juga cara yang dia lakukan, sebanyak itu juga dia gagal. Anthony sudah sangat frustasi menghadapi berbagai kegagalannya.


Semesta sepertinya berpihak padanya, dia akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan wanita yang dia cintai itu. Bulan dan keluarga besarnya nampak memasuki sebuah hotel, dan kebetulan sekali Anthony juga sedang berada di hotel tersebut.


" Bukan kah itu Bulan? Apa yang dia lakukan di sini? " gumam Anthony yang baru saja keluar dari lift. Dia langsung kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift lagi untuk memastikan alasan wanitanya ada di hotel ini.


Anthony datang ke ruang kontrol CCTV untuk melihat kemana Bulan pergi bersama keluarganya itu. Anthony meminta pada petugas yang menjaga ruangan itu untuk memperlihatkan rekaman CCTV saat Bulan memasuki gedung ini, hingga kemana wanita itu sekarang berada.


Mata Anthony membulat sempurna saat mengetahui dimana cintanya itu berada. Di rooftop hotel ini, dan sedang melakukan pesta bersama keluarganya. Anthony menyeringai tajam saat sebuah ide terlintas dipikiran nya.


" Kau mengantarkan dengan sendirinya wanita mu untuk ku miliki. Jadi jangan salahkan aku. " Anthony tersenyum jahat. Kedua matanya terus melihat ke arah CCTV yang menampilkan Bulan di dalamnya.


Sembilan puluh menit lamanya, kedua mata Anthony terus memperhatikan Bulan di sebuah layar lebar yang sudah disambungkan dengan CCTV hotel tersebut. Disaat matanya tengah fokus melihat gerak gerik Bulan, dia menyadari bahwa Bulan sedang menuju ke arah lift. Anthony langsung melihat kemana lift dari rooftop itu turun.


Kesempatan telah datang padanya saat mengetahui Bula sendiri menuju ke satu lantai di bawah rooftop untuk ke kamar mandi. Dengan segera Anthony menuju ke lantai tempat Bulan berada. Kali ini dia harus me manfaatkan kesempatan yang datang padanya itu dengan sebaik-baiknya.


Bulan nampak masih berada di dalam bilik kamar mandi saat Anthony datangnya ke kamar mandi itu. Anthony memutuskan untuk bersembunyi, menunggu Bulan keluar dari bilik kamar mandi. Lima menit, Bulan keluar dan menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya. Dengan segera Anthony mendekap tubuh Bulan dan membawa wanita itu.


" Lepaskan.... Lepaskan pak..... " tubuh Bulan meronta dalam dekapan Anthony.


" Diamlah, atau aku akan memperkosa mu disini sekarang juga " ancam Anthony. Sukses, Bulan tidak lagi memberontak dalam pelukannya. Dirasa sudah tidak ada perlawanan dari Bulan, segera saja Anthony membawa Bulan ke basement tempat dimana mobilnya terparkir disana.

__ADS_1


Dengan paksa Anthony mendorong masuk tubuh Bulan, memasangkan seatbelt ke tubuh Bulan, kemudian dia memutari mobil dan masuk ke kursi kemudi. Anthony segera menjalankan mobilnya meninggalkan hotel tersebut sebelum Bintang menyadarinya.


" Anda ingin bawa saya kemana pak? Tolong lepaskan saya, saya mohon pak. " Bulan memohon dengan derai air mata, namun Anthony hanya diam dan fokus pada kemudi nya.


" Pak lepaskan saya, apa pun yang bapak inginkan akan saya kabulkan asal bapak mau melepaskan saya. " rengek Bulan menggoyangkan lengan Anthony.


" Diam.... Tutup mulut... Sekali kau bicara, aku perkosa kau di dalam mobil ini. " sentak Anthony. Wajahnya sudah merah padam menahan emosi. Sebegitu tidaknya inginnya wanita nya ini bersamanya.


Di rooftop, Bintang langsung panik saat mendapatkan telefon dari anak buahnya yang mengawasi Anthony. Dari yang dilaporkan anak buahnya itu, Anthony telah menculik nyonya muda mereka dan sudah membawa nyonya muda mereka ke arah bandara. Bintang langsung murka mendengar laporan dari anak buahnya itu.


" Kejar mobilnya sekarang juga. " Bintang berbicara dengan nada tinggi, bahkan sampai membanting ponsel nya karena kesal. Doa telah kecolongan kaki ini, dan itu membahayakan nyawa Bulan.


" Bulan diculik, aku akan segera mengejar penculiknya otousan. " Bintang menjelaskan, tanpa. ditanya pun dia tahu apa yang akan di tanyakan oleh ayahnya.


Tidak menunggu lama, Bintang segera turun. ke basemen dan mengendarai mobilnya menuju ke jalanan yang ditunjukkan oleh anak buahnya tadi. Di mobil itu sudah ada dia dan Duo Bal. Sengaja kakak sepupu Bintang ini ikut, takut adik sepupu mereka berbuat nekat dan tidak memperhitungkan akibatnya.


Mobil yang dikendarai Bintang melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Beberapa lampu merah pun dia terobos saking tidak ingin kehilangan jejak penculik istrinya. Duo bal sampai meremat kencang seatbelt mereka karena takut dengan kecepatan mobil yang dikendarai oleh Bintang.


" Dimana dia sekarang? " tanya Bintang pada ank buahnya lewat ponsel. Bintang meletakkan earphone di telinganya sehingga kecepatan mobil yang dia kendarai sama sekali tidak berkurang.


" Masih di jalan utama menuju ke bandara tuan. " lapor anak buah Bintang yang mengikuti mobil Anthony.

__ADS_1


" Jangan sampai kehilangan mobilnya, aku akan menyusul kalian dalam waktu lima menit. " ujar Bintang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Duo Bal menelan saliva mereka dengan kasar saat mendengar ucapan adik sepupu meeka. Dam waktu lima menit mengejar anak buahnya, padahal jarak tempuhnya lebih dari 200 km. Biasanya memakan waktu setengah jam leih hampir satu jam, tapi ini lima menit, tidak kebayang bagaiman cepatnya mobil yang dikendarai Bintang ini.


Di dalam mobil Antony, Bulan nampak sangat panik. Dia menyadari kemana tujuan mobil yang dibawa oleh mantan dosennya ini. Jika sampai Bulan dibawa terbang oleh Anthony, pasti Bintang akan kehilangan jejaknya. Bulan memutar otaknya agar bisa mendapatkan ide yang bisa membuatnya terlepas dari jerat mantan dosennya itu.


Sekitar lima belas menit lagi mobil yang ada Bulan di dalamnya itu akan sampai di bandar. Bulan sungguh tidak bisa memikirkan cara yang bisa dia gunakan untuk memperlambat laju mobil dari Anthony ini. Bulan akhirnya mencoba cara terakhir agar bisa menganggu konsentrasi Anthony.


" Pak hentikan mobilnya!! Saya ingin pipis pak. " pinta Bulan.


" Ck.. Kamu pikir bisa menipu saya. Bukankah kami tadi habis dari kamar mandi. Diam saja dan ikuti apa yang aku perintahkan, atau kau memang ingin kita melakukan kegiatan panas di dalam mobil ini. " Anthony sengaja berbicara seperti ini untuk membuat Bulan terdiam.


" Hentikan mobilnya sekarang atau aku akan melompat dari mobil ini. " ancam Bulan. Kedua tangannya sudah berada di pintu mobil di bagian depan samping kursi kemudi.


" Jangan harap kau bisa kabur dari ku!!!!!! Aku sudah menanti hari ini sejak kau membuat ku jatuh hati. Tak akan aku biarkan kesempatan emas untuk bisa memiliki mu ini lepas begitu saja. " sentak Anthony.


" Cepat hentikan mobilnya!!!!! " Bulan berteriak. Anthony langsung mencekal tangan Bulan senang sebelah tangannya, sedangkan satu tangannya lagi memegang setir kemudi. Karena hal ini mobil sedikit oleng hingga melaju zig zag.


Disaat mobil hendak menabrak pembatas jalan, Bulan memanfaatkan momen ini untuk melepaskan tangannya dari cekalan Anthony. Bulan langsung menerjang pintu mobil hingga dia terlebih. par keluar dari mobil dan terjatuh berguling di aspal jalan.


" Bulan...... " teriak Anthony dan Bintang bersamaan dari mobil yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2